"Pertama, tidak konsisten. Dia tidak pede (percaya diri) terhadap usaha yang dia geluti. Ketika usaha sebelahnya sukses suatu produk dan orang lain buat produk yang sama, dia tinggalkan usahanya untuk ikut usaha yang digeluti orang lain," ucap Risma di acara d'Preneur Surabaya, di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (14/6/2015).
Hal kedua yang disebut Risma adalah gampang menyerah. Pengusaha yang gampang menyerah selalu akrab dengan kegagalan.
"Tapi ketika gagal, itu gagal selamanya. Kami saja Pemkot (Pemerintah Kota) Surabaya berjuang supaya tidak bangkrut, ada loh kota yang bangkrut, seperti Detroit di Amerika Serikat," katanya.
Terakhir adalah tidak disiplin. Menurut Risma, bila ini ada di sifat seorang pengusaha, usahanya tidak akan berkembang.
"Kita pesen 10 barangnya bagus, kita pesen 100 hasilnya beda-beda. Kita janjian bisnis jam 10 datangnya jam 12, nggak minta maaf lagi, kayak opo mau sukses rek," sebutnya.
(rrd/wij)











































