Sepasang Kekasih Ini Jualan Kerupuk Rajungan Beromzet Puluhan Juta

Sepasang Kekasih Ini Jualan Kerupuk Rajungan Beromzet Puluhan Juta

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Minggu, 13 Mar 2016 14:03 WIB
Sepasang Kekasih Ini Jualan Kerupuk Rajungan Beromzet Puluhan Juta
Foto: Krupuk Rajungan Crabby
Jakarta - Inovasi bisnis di bidang kuliner seolah tidak akan pernah ada habisnya. Pasangan kekasih asal Semarang ini merintis usaha makanannya dengan membuat kerupuk dari rajungan dengan nama KRUPUK RAJUNGAN CRABBY.

Dani dan Hella memulai bisnis kerupuk ketika mereka duduk di bangku SMA Agustus 2014 lalu. Pasangan yang sudah merintis usaha selama hampir 2 tahun ini mengaku, mendapatkan ide usaha dari banyaknya rajungan di daerah asalnya di Semarang.

Selain itu, Hella juga tergerak untuk melakukan inovasi olahan rajungan yang selama ini hanya terbatas pada ekspor rajungan saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mulai usaha ini sama pacar saya (Dani) waktu SMA. Waktu itu, banyak rajungan yang dibuang sama nelayan karena kecil-kecil, terus juga saya terinspirasi sama investor asal Amerika di Indonesia yang bilang, kalau jangan cuma ngirim rajungan mentah saja, tapi perlu diolah juga," jelas Hella dihubungi detikFinance, Minggu (13/03/2016).

Komposisi utama dalam produksi kerupuk ini adalah daging dan cangkang rajungan. Bahan baku utama ini didapatkan langsung dari nelayan di tempatnya tinggal di daerah Mangkang Wetan, Semarang.

"Bahan bakunya pasti rajungan, kita pakai daging sama cangkangnya juga kemudian diolah menjadi kerupuk. Dapat rajungannya juga gampang dari nelayan saja," tutur Hella.

Konsep usaha yang dijalankan Hella dan Dani menggunakan reseller dengan target ibu rumah tangga. Hal ini dilakukan untuk membantu mereka dalam mendapatkan penghasilan tambahan. Hingga saat ini, kerupuk rajungannya diproduksi hingga 200-300 kilogram (kg) setiap bulannya.

"Konsep usaha kita memang reseller, terutama ke ibu rumah tangga biar mereka bisa dapat penghasilan tambahan. Kalau sekarang kita sudah bisa produksi 200 sampai 300 kilogram (kg) lah setiap bulannya. Omzetnya sekitar Rp 10 juta ke atas, tapi nggak sampai Rp 50 juta," terang Hella.

Hella mengaku, ada dua pilihan untuk membeli kerupuk dari rajungan ini, ada kerupuk yang sudah siap makan dan ada juga kerupuk yang masih mentah.

Kedua produk pilihan tersebut tersedia dalam berbagai ukuran. Untuk kerupuk mentah, Hella menawarkan kemasan 250 gram, 500 gram, dan 1.000 gram.

Sedangkan untuk kerupuk siap makan ada beberapa pilihan kemasan, mulai dari 80 gram sampai 100 gram. Kerupuk yang sudah siap makan ini digoreng menggunakan pasir dengan tujuan untuk menekan jumlah kolesterol yang terdapat dalam rajungan dan menciptakan cita rasa yang lebih gurih.

"Kita jual ada yang sudah digoreng dan ada juga yang masih mentah. Buat yang mentah ada yang 250 gram, 500 gram ini paling laris, sama yang 1.000 gram. Kalau yang siap makan kita ada yang 80 gram sama yang 100 gram. Buat yang sudah matang kita gorengnya pakai pasir, kan jumlah kolesterol di rajungan banyak tuh, kita goreng pakai pasir biar nggak makin banyak kolesterolnya, lagi juga lebih berasa yang digoreng pakai pasir," jelas Hella.

Hella dan Dani juga memiliki target untuk usahanya ke depan. Mereka ingin menambah jumlah reseller dan bisa mengekspor produk mereka ke luar negeri. Pasangan asal Semarang ini juga menginginkan untuk meningkatkan jumlah produksi dengan menggunakan mesin.

"Di tahun 2016 ini pengennya sih jumlah reseller bisa sampai 100. Kita juga pengen coba ekspor, cuma selama ini kan terkendala di produksi, jumlah produksi kita belum bisa buat diekspor karena kan harus ribuan kilogram biasanya. Jadi, buat itu semua perlu mesin juga biar produksinya semakin banyak," jelas Hella.

Selama ini, kerupuk rajungan Crabby sudah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Pihaknya juga menambahkan bahwa pangsa pasar terbesarnya sejauh ini berada di Jawa Tengah.

"Sudah dikirim ke semua tempat sih di Indonesia, cuma yang paling banyak pesan dari Jawa Tengah buat reseller," jelas Hella.

Pasangan wirausaha muda ini sudah mengikuti beberapa pameran yang diselenggarakan di Indonesia hingga terakhir mengikuti program Wirausaha Muda Mandiri.

"Ikut pameran sih sudah banyak, pameran lokal sampai pameran nasional juga sudah. Kalau terakhir yang Wirausaha Muda Mandiri ini," tutup Hella. (drk/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads