Kompetisi Sociopreneur Muda 2016 Diminati Lebih dari 300 Tim

Kompetisi Sociopreneur Muda 2016 Diminati Lebih dari 300 Tim

Yousure Fisipol - detikFinance
Jumat, 24 Jun 2016 13:12 WIB
Kompetisi Sociopreneur Muda 2016 Diminati Lebih dari 300 Tim
Foto: Dok.Soprema 2016
Jakarta - Minat pemuda-pemudi Indonesia untuk turut serta dalam Kompetisi Sociopreneur Muda (SOPREMA) 2016 terbukti tinggi. Hingga berita ini diturunkan, lebih dari 300 tim maupun perseorangan telah mendaftarkan diri dalam kompetisi tersebut.

Kompetisi SOPREMA Indonesia 2016 dengan total hadiah sebesar Rp 300 juta tersebut menghadirkan 6 kategori perlombaan. Sejauh ini, kategori industri kreatif menjadi magnet terbesar di antara para pendaftar yang berada di rentang usia 16-30 tahun.

Selain itu, para pendaftar berasal dari beragam latar belakang daerah seperti Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan, dan Nusa Tenggara. Salah satu pendaftar, misalnya Tim Eragon dari Yogyakarta sangat antusias menyambut Kompetisi SOPREMA Indonesia 2016 ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah mengunggah proposal lengkap ke SOPREMA, semoga kami sukses," ujar Irvandias Sanjaya Tim Eragon dari Yogyakarta dalam keterangan tertulis, Jumat (24/6/2016)

Sementara, Meidiane Nurul Fuadah Tim Patriot dari Jawa Barat yang mengusung ide pemberdayaan perempuan melalui pengelolaan limbah konveksi meyakini cara terbaik bagi pemuda untuk membangun Indonesia adalah dengan menjadi sociopreneur.

DirekturPelaksana SOPREMA, Dr. Hempri Suyatna berharap minat yang tinggidari para pemuda tersebut juga diimbangi dengan luasnya sebaran geografis dari para pendaftar, khususnya pendaftar dari wilayah-wilayah lain yang saat ini belum sempat mendaftarkan diri, atau mengirimkan proposal bisnis.

Untuk alasan itulah, pihak panitia memutuskan untuk memperpanjang pendaftaran hingga 30 Juni 2016 guna memberi kesempatan kepada para pendaftar baru danpendaftar lama menyelesaikan proposal bisnis mereka.

Hempri menambahkan bahwa selain berkompetisi, para peserta yang lolos babak kualifikasi juga akan diajak mengunjungi beberapa pegiat sociopreneur di DIY, yaitu Osiris dan Bank Sampah Gemah Ripah pada kegiatan puncak SOPREMA 5-7 September 2016.

Osiris di Sidomulyo, Bantul memroduksi es krim dari olahan buah naga dengan memberdayakan para penyandang disabilitas. Bisnis Osiris tersebut tidak hanya meningkatkan taraf hidup, tetapi juga mampu melawan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas tersebut.

Pasalnya, selama ini disabilitas dipandang sebagai kelompok yang tidak produktif di masyarakat. Aktivitas Bank Sampah Gemah Ripah di Badegan Bantul juga bermula dari keprihatian Bambang Suwerda terhadap para warga yang bingung membuang sampah elektronik setelah gempa Bantul pada 2006.

Saat ini, Gemah Ripah telah menerima 40 jenis sampah. Laiknya sebuah bank, Gemah Ripah mencatat nilai rupiah dari sampah tersebut ke dalam buku rekening sampah dari masing-masing warga. Ribuan nasabahnya saat ini telah terpacu untuk memilah dan mengeringkan sampah sebelum dibawa ke bank sampah.

"Kami sangat bersemangat untuk mendapatkan proposal bisnis sociopreneur dari pemuda yang menawarkan ide segar," ujar Hempri.

Pendaftaran dan unggah proposal Kompetisi SOPREMA Indonesia 2016 akan berakhir pada30 Juni 2016. 90 proposal terbaik akan diumumkan pada 20 Juli 2016 .Pendaftaran dapat dilakukan di situs resmi SOPREMA, yaitu soprema.fisipol.ugm.ac.id, tanpa dipungut biaya sepeser pun. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads