Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 01 Sep 2016 17:09 WIB

Petani Ini Ciptakan Pupuk Organik, Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah

Robby Bernardi - detikFinance
Foto: Robby Bernardi Foto: Robby Bernardi
Batang - Usaha apa pun, bila ditekuni akan membuahkan hasil. Seperti dilakukan Turjangun (46), petani asal Desa Amongronggo, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Dia sukses menciptakan dan menjual pupuk organik. Omzetnya ratusan juta rupiah tiap bulan.

Bisnis tersebut berawal dari kelangkaan pupuk yang kerap terjadi di saat memasuki musim tanam. Turjangun memeras otak. Melihat kotoran sapi yang berlimpah, belum banyak dimanfaatkan.

Turjangun mulai mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik sejak tahun 2000. Tentu tak langsung berhasil. Berbagai uji coba dilakukan di sebuah bangunan yang dinamakan laboratorium sederhana.

Setelah sekian mencoba dengan uji laboratorium, Turjangun akhirnya menemukan komposisi bahan-bahan untuk membuat pupuk organik. Mulai ukuran air, kotoran sapi, tetes tebu, maupun sampai ukuran bak pengolahannya. Selanjutnya ia menjadikan lahannya sebagai percobaan.



"Hasilnya memuaskan. Mulai saat itulah, saya memproduksi pupuk organiknya dengan jumlah yang banyak," kata Turjangun di tempat usahanya, Kamis (1/9/2016).

Tidak hanya petani lokal saja yang menggunakan pupuk organik miliknya, namun juga banyak petani di Jawa, Sumetera, NTB bahkan Papua. Tidak heran bila omzet Turjangun kini mencapai ratusan juta rupiah. Warga sekitar juga ikut merasakan kesuksesan Turjangun, yakni dilibatkan dalam proses pembuatan pupuk organik dari limbah kotoran sapi.


Keistimewaan lain pupuk organik ke tanaman padi, menurut Turjangun, nasi tidak akan basi dalam waktu tiga hari. Beda dengan pupuk kimiawi.

Berkat kreativitas ini, Turjangun juara di tingkat kabupaten dan provinsi pada tahun 2016. Pria yang hanya lulusan Kejar Paket C ini juga dinobatkan sebagai petani berprestasi di tingkat nasional. Hadir di sidang paripurna MPR dan ikut upacara HUT RI ke-71 di Istana Negara.



Sebelumnya, pada 2012 silam, Turjangun mendapatkan penghargaan dari Menteri ESDM Jero Wacik karena dianggap sukses berorganisasi dan memajukan petani dengan mengolah limbah sapi menjadi gas dan biogas.

(drk/drk)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com