Cara Bos Holycow Jualan Steak Wagyu dengan Harga Murah

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 28 Sep 2016 21:18 WIB
Foto: Angga Aliya
Jakarta - Daging dengan jenis wagyu (sejenis daging sapi dari Jepang), sepertinya saat ini memang bukan makanan langka bagi masyarakat umum. Tapi bila dilihat ke beberapa tahun belakang, ternyata menjual sepotong wagyu bukanlah persoalan mudah.

Owner Holycow Steakhouse by Chef Afit, Lucy Wiryono merasakan perihnya memulai bisnis, sekitar tahun 2010, dengan wagyu sebagai salah satu sajian utama. Apalagi wagyu dijual dengan harga murah.

"Menjelaskan wagyu kepada banyak orang itu tidak mudah. Kita harus coba mengajak orang ke tempat kita terus dijelaskan dengan perlahan dengan selengkap mungkin," kata Lucy dalam acara d'Preneur di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Rabu (28/9/2016).

Lucy melihat kebanyakan orang ragu untuk mencoba makan tersebut. Cukup dimaklumi, mengingat makanan sejenis biasanya dijual di restoran, hotel atau tempat mewah lainnya. Sementara Holycow tadinya hanya dijual di perkarangan.

"Jadi kalau ada yang datang, bapak ibu silakan tanya, yang bikin ragu-ragu itu apa sih. Karena kita bayangin saja kalau jadi konsumen pasti akan bertanya-tanya, kenapa bisa ramai dan harganya murah," ungkapnya.

Lucy menceritakan sebuah kejadian unik yang dialami saat memulai bisnis. Waktu itu, Ia kedatangan tamu dua orang mahasiswa.

"Ada sepasang mahasiswa dan mahasiswi. Itu membeli wagyu dan sepiring berdua. Mereka makan dan si cowok bilang ke cewek-nya bahwa itu yang namanya wagyu. Jadi kalau ada yang tanya, kita bisa bilang kalau sudah pernah, walaupun di tempat seperti ini," paparnya.

Dari dialog tersebut, Lucy mengambil kesimpulan bahwa target dari bisnis dimulai sudah dicapai, bahwa wagyu bisa dinikmati semua orang. "Jadi saya sadar wagyu for everyone," tandasnya. (mkl/dna)