d'Preneur

Pernah Depresi Karena Gagal Bisnis, Ini Cara Pendiri Men's Republic 'Move On'

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 25 Okt 2016 21:24 WIB
Foto: Maikel Jefriando
Jakarta - Banyak pengusaha yang sukses saat ini, bisa jadi sebelumnya pernah mengalami depresi lantaran bisnisnya gagal. Fase keterpurukan yang kemudian terlanjur tak bisa bangkit ini pula yang mungkin jadi alasan orang 'kapok' berbisnis.

Owner Men's Republic, Yasa Singgih, mengaku punya cara sendiri saat dirinya pernah gagal total dalam bisnis dan bisa 'move on' dari masalah besar tersebut.

"Saya pernah gagal kedai kopi pas SMA (kelas) 3. Hanya jalan bertahan 10 bulan saja. Dan itu habis Rp 150 juta, itu bagi saya yang masih kelas 3 SMA itu besar sekali," ucap Yasa saat acara d'Preneur di Ice Palace Lotte Shopping Avenue, Ciputra World, Jakarta, Selasa (25/10/2016).

Menurutnya, orang gagal dalam merintis bisnis dan kemudian depresi atau mengalami tekanan berat lainnya adalah hal yang biasa. Namun menurutnya, saat itu dirinya memotivasi sendiri, bahwa di luar sana banyak orang yang lebih 'sial'.

"Caranya kamu harus cari orang yang lebih sial dari kamu. Waktu saya try out ekonomi, guru saya umumkan nilai depan kelas, Yasa nilainya 35. Semua di kelas pada ketawa, saya malu kenapa begitu bodohnya, padahal sudah mau UAN," kenang Yasa.

"Bebera menit kemudian, guru ekonominya sebut ternyata ada yang dapat 25. Jadi saya bangga sekali langsung berdiri, ternyata ada yang lebih bego dari saya, beban jadi nggak berasa," tambahnya.

Yasa pun menyarankan orang yang mulai merintis bisnis untuk sering-sering menyempatkan waktu untuk mengikuti seminar atau training wirausaha. Di event-event tersebut, dirinya sering bertemu sesama orang yang juga gagal berbisnis, bahkan banyak sekali yang lebih parah darinya.

"Saya sering ikut seminar-seminar bisnis, di situ saya ketemu orang yang di tahun yang sama gagal bisnis dan kehilangam Rp 1,5 miliar. Gila ternyata ada yang lebih bodoh dan sial dari saya. Belum ada apa-apanya hilang Rp 150 juta," tandasnya. (ang/ang)