Acara yang berlangsung selama 3 hari dimulai pada 19 Mei 2015 hingga 21 Mei 2017 ini menawarkan berbagai program usaha kemitraan atau waralaba di berbagai bidang usaha, mulai dari makanan dan minuman, bidang otomotif, travel, properti, pendidikan, logistik, spa dan kesehatan, hiburan, dan lainnya.
Salah satu waralaba yang ikut serta adalah Tahu Jeletot Taisi, yang merupakan tahu isi pedas dengan varian sayuran, ayam, dan sosis dengan rasa khasnya yang pedas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Founder & Owner Tahu Jeletot Taisi, Rosie Pakpahan memberikan penawaran untuk kerja sama kemitraan atau waralaba sebesar Rp 15 juta dengan tingkat pengembalian hanya sekitar 6 bulan.
"Net profit rata-rata paling rendah Rp 3 juta per bulan, tapi bisa lebih tergantung penjualannya," kata dia kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (20/5/2017).
Rosie mengungkapkan, dengan biaya investasi di awal Rp 15 juta, para mitra akan mendapatakan gerobak besar beserta peralatan masak dan 100 pcs tahu dan terigu. Menurut dia, mitra hanya tinggal menyediakan tempat dan Sumber Daya Manusia (SDM).
Foto: Hendra Kusuma/detikFinance |
"Jadi mitra nanti tinggal goreng saja, simple dan bisa ditinggal," tambahnya.
Dia menyebutkan, total mitra di Jabodetabek lebih dari 200 dengan rata-rata penjualan sehari mencapai 200 tahu. Adapun, harga satu tahu dijual mulai dari Rp 2.500 sampai Rp 5.000 tergantung dari variannya.
"Jadi ini bisa jadi tambahan penghasilan bagi para pekerja, karena sudah ada yang nungguin dan goreng," jelasnya.
Syarat jika ingin bergabung dengan Tahu Jeletot Taisi cukup mudah, hanya datang ke Pameran IFRA di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, lalu mengisi formulir pendaftaran, lalu membayarkan DP sebesar 50% dari total investasi. Setelah itu, menunggu rekomendasi tempat untuk mengirimkan gerobak serta perintilan lainnya untuk berjualan. (ang/ang)












































Foto: Hendra Kusuma/detikFinance