Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 29 Mei 2018 12:56 WIB

Eks Karyawan BUMN Ini Sukses Bisnis Penghilang Bulu

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: dok. ZAP Foto: dok. ZAP
Jakarta - Berbisnis bukan perkara mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi, bahkan sampai harus gulung tikar.

Tapi di situlah intinya. Kesuksesan seorang pengusaha tergantung dari seberapa gigihnya dia membangun bisnis dan belajar dari kegagalan. Hal itulah yang dimiliki oleh Fadly Sahab pemiliki dari salon kecantikan ternama ZAP Clinic.

Fadly yang kini berusia 33 tahun sebenarnya sudah memiliki hasrat untuk menjadi pengusaha sejak kuliah di Yogykarta. Dulu dia pernah mendirikan sebuah kafe. Namun kafenya runtuh akibat gempa tektonik memporak-porandakan Yogyakarta kala 2006 silam.

"Setelah kafe bubar, saya pernah buat outbond tapi enggak jalan juga," tuturnya saat dihubungi detikFinance.

Eks Karyawan BUMN Ini Sukses Bisnis Penghilang BuluFoto: dok. ZAP

Beberapa kali usahanya gagal, akhirnya Fadly memutuskan untuk bekerja. Dia pun diterima di PT Surveyor Indonesia (Persero). Namun bekerja di perusahaan BUMN itu tak membuat mimpinya jadi pengusaha sukses luntur.

Justru ketika dia bekerja, dia belajar mengenai struktur sebuah perusahaan dan bagaimana menjadi atasan yang baik. Hasil pengamatannya itu pun memancing dirinya untuk kembali menjajal bisnis.

Kala itu dia mengetahui dari temannya yang berkewarganegaraan Australia bahwa di negaranya tengah tenar menghilangkan bulu secara permanen. Tergiurlah Fadly untuk mencobanya.

Eks Karyawan BUMN Ini Sukses Bisnis Penghilang BuluFoto: dok. ZAP

Dengan modal Rp 50 juta dia membeli sebuah mesin penghilang bulu. Target utama pelanggannya adalah orang asing. Metode bisnisnya juga sangat simple, dia menerima layanan penghilang bulu secara door to door atau bisa panggil ke rumah.

Untuk melayani pelanggannya, kala Fadly masih mengandalkan mobil ayahnya. Jadi jika mobilnya sedang dipakai maka dia tak biasa melayani panggilan. Bisnisnya itu dia lakoni juga sambil bekerja.

"Jadi itu pertengahan 2009 sambil kerja. Kadang-kadang istirahat makan siang saya jadi molor karena ada panggilan. Jadi enggak kerja juga," tambahnya.

Selama 6 bulan dia menjalani bisnisnya sambil bekerja. Akhirnya ketika bisnisnya sudah memberikan profit setara dengan gajinya Fadly memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya.

Pada 2009 akhir dia memutuskan untuk membuka outlet penghilang bulu di garasi rumah temannya di Cipayung. Dia menyewa tempat itu sekitar Rp 2,5 juta per bulan.

Ternyata outletnya itu ramai dan memiliki banyak pelanggan. Dari situlah dia mulai membuka beberapa cabang lagi hingga ke Surabaya.

Bisnis penghilang bulu itu dia lakoni hingga 2013. Namun saat itu dia mulai tersadar bahwa dia harus mencari pelanggan baru jika ingin bisnisnya terus berkembang. Sebab tidak seperti waxing, mesin penghilang bulunya menghilangkan bulu secara permanen.

"Kalau bulunya enggak tumbuh lagi terus pelanggan kita habis dong," kata Fadly.

Eks Karyawan BUMN Ini Sukses Bisnis Penghilang BuluFoto: dok. ZAP

Saat itu dia mulai memikirkan untuk masuk ke bisnis kecantikan. Selama 1 tahun dia mulai menggodok konsep bisnis dan mencari rekanan doktor kecantikan.

Barulah pada 2014 ZAP Clinic mulai berubah menjadi klinik kecantikan dan outlet pertamanya berada di jalan Wolter Monginsidi. Jasa yang ditawarkan menjadi bertambah selain menghilangkan bulu ada juga photo facial, platelet rich plasma, body rejuvenation, lifting, active acne laser hingga menghilangkan tato.

"Sejak 2014 pendapatan tumbuh tinggi, naik omsetmya bisa 80%. Karena kalau wajah setelah kusam ya mereka balik lagi," ujarnya.

Kini ZAP Clinic sudah memiliki 34 outlet. Semuanya tersebar bukan hanya di Jabodebek tapi juga di Bandung, Bogor, Yogyakarta, Semarang, Bali, Makassar, Manado, Palembang hingga Lampung. Menariknya seluruh outlet tersebut dimiliki Fadly yang dikontrol melalui head office di Jakarta.

Dia memiliki sistem pendataan secara online. Sehingga dia bisa mendapatkan data pelanggan secara realtime. Bahkan dia juga bisa tahu berapa banyak pelanggan yang datang kembali pada setiap dokternya.

Eks Karyawan BUMN Ini Sukses Bisnis Penghilang BuluFoto: dok. ZAP

Saat ini total karyawan yang bekerja di ZAP Clinic mencapai 750 orang. Karyawannya terdiri dari dokter, guest relations officer (GRO) dan manajer outlet untuk di cabang. Sementara untuk di head office tatanan karyawannya tak jauh berbeda dengan perusahaan kebanyakan.

Menariknya hampir seluruh karyawannya selain dokter sebelumnya berpengalaman bekerja di hotel bintang 5. Sebab menurutnya bisnis klinik kecantikan membutuhkan pelayanan yang prima, dan dia percaya mereka yang pernah bekerja di hotel bisa memberikan pelayanan yang maksimal.

Fadly juga tengah mempersiapkan untuk membuka 2 cabang baru dalam waktu dekat. Untuk biaya pembukaan 1 cabang rata-rata membutuhkan biaya sekitar Rp 2-7,5 miliar. Tak heran, sebab harga 1 mesin lasernya berkisar Rp 300 juta sampai dengan Rp 1,5 miliar.

Meski membutuhkan biaya yang besar, Fadly tidak ingin membuka peluang kemitraan semacam franchise. Sebab dia merasa masih memiliki kemampuan finansial untuk menambah cabang. Jika membutuhkan modal dia memilih untuk mencari modal ventura atau menawarkan sahamnya di pasar modal melalui IPO.

Eks Karyawan BUMN Ini Sukses Bisnis Penghilang BuluFoto: dok. ZAP

Sayangnya Fadly enggan menyebutkan berapa pendapatan yang diperolehnya. Namun dia memberikan bocoran bahwa dari 36 cabangnya bisa menerima pelanggan sekitar 101.000 treatment setiap bulannya

Rata-rata harga treatment-nya sekitar Rp 250.000. Jika hitung maka pendapatannya sekitar Rp 25 miliar. Itu pun dengan asumsi paket treatment yang paling murah, sebab ada pula paket treatment-nya seharga Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. (dna/dna)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed