Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 02 Jun 2018 09:28 WIB

Tips Bisnis Customization dari Si Pencipta Jaket Kekinian Jokowi

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Dok. Instagram Nevertoolavish Foto: Dok. Instagram Nevertoolavish
Jakarta - Jasa customization atau yang disebut custompreneur makin populer. Keinginan generasi 'jaman now' untuk terlihat lebih eksklusif atau beda dari yang lain menambah daya tarik peluang usaha yang lahir dari sentuhan seni ini.

Hal ini pula yang membuat jasa customization dengan label Nevertoolavish makin yakin untuk menjalankan usaha ini. Terlepas dari kepopuleran yang mereka raih karena produknya viral dipakai oleh seorang Presiden, Nevertoolavish yakin bisnis ini adalah jalan untuk membawa sebuah karya seni naik level.

"Kita mau coba supaya jasa customization ini semakin menjadi suatu kewajaran bisnis di Indonesia. Karena kan orang masih jarang di Indonesia ini mulai gambar-gambar sepatu, tas dan lainnya," kata founder dari Nevertoolavish, Muhammad Haudy kepada detikFinance saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Karya seni jalanan seperti grafiti yang biasa dilakukan di jalanan kini berpindah ke berbagai material mahal yang disulap menjadi semakin mewah dan eksklusif.

Produk Custom dari NevertoolavishProduk Custom dari Nevertoolavish Foto: Dok. Instagram Nevertoolavish

Nevertoolavish mempunyai jasa hand painting yang menawarkan jasa lukis di atas berbagai material yang diinginkan pelanggan mulai dari sepatu, celana, tas, jaket dan lainnya. Tak hanya itu, Nevertoolavish juga menawarkan jasa modifikasi barang sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh customer, seperti merombak tampilan sepatu dengan mengutak-atik materialnya menjadi sesuatu yang berbeda atau biasa disebut dengan istilah recon decon.

Haudy mengatakan custompreneur yang dijalankannya saat ini sukses membawa para seniman naik kelas. Bagaimana tidak, jasa customizing yang mereka tawarkan dihargai dari harga Rp 3 juta hingga Rp 16 juta, dengan rata-rata jumlah pesanan mencapai 70 order setiap bulannya. Bayangkan ada berapa jumlah pundi uang yang berhasil mereka kumpulkan dalam sebulan.

"Yang terpenting kita kepengin agar para seniman ini bisa kita komersialisasikan, kita ajarkan bagaimana me-manage pekerjaan yang baik, bagaimana bisa disiplin terhadap waktu kerja agar customer nggak kecewa. Karena kita tahu kadang-kadang seniman itu punya idealisme sendiri, nggak bisa diburu-buru dan lain-lain. Tapi kita di sini mau mencoba bagaimana mereka secara income (pendapatan) bisa signifikan menaik tapi harus juga mau di-manage (atur)," katanya.

Produk Custom dari NevertoolavishProduk Custom dari Nevertoolavish Foto: Dok. Instagram Nevertoolavish




Nevertoolavish sendiri baru lahir sekitar setahun yang lalu, tepatnya di bulan Juni 2017. Saat itu Haudy memulai Nevertoolavish sebagai reseller barang-barang branded.

Namun Haudy yang ternyata adalah seorang pebisnis di sektor kelistrikan tersebut melihat jasa custom memberikan peluang baru dalam berusaha. Berawal dari pertemuannya dengan seorang seniman bernama Bernhard Suryaningrat, Nevertoolavish pun memulai usahanya di jasa custom setelah tiga bulan berdiri.

"Kita memang waktu itu sasarnya niche market (pasar terbatas). Karena nggak semua orang kan mau digambar sepatunya, tasnya, makanya kita sasar niche market. Ternyata animo masyarakat luar biasa terhadap jasa ini. Dari mulai yang awalnya bilang sayang, sekarang mahal kepengen sekali untuk di-custom supaya barang-barang mereka jadi unik," katanya.

Dengan modal sekitar Rp 150 juta yang dipakai untuk membeli alat bongkar sepatu, material seperti cat, kuas, hingga komputer untuk desain grafisnya, usaha ini pun dimulai. Modal lainnya adalah untuk membeli barang-barang branded yang akan dipakai sebagai material untuk dirombak atau dilukis.

Haudy mengaku modal tersebut bisa ditebus hanya dalam waktu tiga bulan. Setelah itu, mereka bisa ekspansi dengan menyewa satu buah workshop di bilangan Jakarta Barat.

"Omzet kalau ditekuni itu dua-tiga bulan sudah bisa balik. Bisnisnya sangat prospektif," tutur Haudy.

Nevertoolavish semakin mentereng setelah jasanya dipakai oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Setidaknya sudah ada tiga produk dari Nevertoolavish yang dikenakan Jokowi di publik mulai dari jaket denim bergambar peta Indonesia merah putih, hingga jaket hitam dan merah bertemakan Asian Games.

"Kita juga nggak nyangka growth kita juga jadi bagus. Sekarang seniman hand painting kita sudah ada 12-14 orang. Dari awalnya cuma satu. Kalau decon recon ada 3 orang. Asalnya juga dari seluruh Indonesia; Kalimantan, Jawa, Sumatera sampai yang daerah Timur," katanya.

Produk Custom dari NevertoolavishProduk Custom dari Nevertoolavish Foto: Dok. Instagram Nevertoolavish


Produk Nevertoolavish juga sudah sampai ke luar negeri yang mencakup 15% dari total penjualan produk. Di antaranya Australia, Singapura, Hong Kong, Timur Tengah sampai London.

Pelanggannya juga tentu tak dari sembarang kalangan. Mengingat tarif jasanya yang tak murah, pelanggan jasa customization Nevertoolavish diisi mulai dari kalangan artis hingga Menteri.

Haudy berharap jasa customization bisa terus berkembang di tanah air. Jasa ini menurut dia membawa para seniman naik kelas baik secara ekonomi maupun profesi lantaran juga dituntut berlaku lebih profesional dalam memerankan perannya.

"Karena kadang mereka (seniman) punya idealisme yang cukup tinggi, bebas dengan waktu. Tapi kita kan juga bertujuan agar tingkat keekonomian kita meningkat. Jadi ya harus bisa mengadaptasi dengan manajemennya, kalau nggak kita nggak bisa kerja sama. Karena sebetulnya yang paling penting memahami, bahwa customer itu mau hasil yang bagus dengan waktu yang sesuai dengan yang dijanjikan. Disiplin waktu dan disiplin kualitas paling penting," ungkapnya.

Bagi yang ingin melihat hasil karya Nevertoolavish dan berniat memesannya, bisa pantau lewat channel berikut:
Instagram @nevertoolavish
website www.nevertoolavish.com

Produk Custom dari NevertoolavishProduk Custom dari Nevertoolavish Foto: Dok. Instagram Nevertoolavish

(eds/ang)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed