Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 08 Des 2018 15:25 WIB

Sukses Bisnis Suvenir, Hellen Pilih Resign dari PNS

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Dok Gigi Gigsy Foto: Dok Gigi Gigsy
Jakarta - Hellen Sanjaya tak pernah terpikir untuk menjadi pembuat dan penjual suvenir kain flanel berbentuk boneka gigi seperti saat ini.

Tahun 2013 lalu, ia membuat suvenir karena ingin memberi hadiah kepada pasien anak-anak agar ketika momen pemeriksaan gigi tak lagi menakutkan.

Boneka gigi tersebut ia foto dan di share ke jejaring sosial seperti Facebook hingga status blackberry. "Ternyata banyak teman dokter gigi yang tertarik dan minta pesan juga. Karena saat itu saya masih sibuk dengan aktivitas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) jadinya belum benar-benar serius menerima orderan," kata Hellen kepada detikFinance belum lama ini.

Akhirnya, Hellen memilih untuk meninggalkan pekerjaanya sebagai ASN. Selain karena ia ingin fokus pada usaha suvenir ini, ia mengaku bukan orang yang suka terikat dan suka diatur.
Sukses Bisnis Suvenir, Wanita Ini Pilih Resign dari PNSFoto: Dok Gigi Gigsy
Menurut dia, menjadi ASN membutuhkan totalitas dan pengabdian yang membuat dirinya menjadi wanita yang tidak fleksibel dalam membagi waktu.

"Apalagi anak-anak waktu itu masih kecil dan butuh perhatian ekstra. Dengan resign dari ASN saya jadi bebas dalam mengatur hidup, hobi hingga mengembangkan usaha. Saya juga masih bisa merawat pasien tanpa harus meninggalkan waktu untuk keluarga," jelas dia.
Aksesori berbentuk gigi ini sangat disukai Hellen, karena ia senang membuat pernak-pernik lucu. Selain itu produk berbentuk gigi ini tidak pasaran dan tidak semua orang bisa membuat.

Target pasar yang jelas seperti dokter gigi, mahasiswa kedokteran gigi dan perawat juga menjadi pertimbangan Hellen dalam meneruskan usaha ini.

Saat memulai usaha, modal yang dikucurkan Hellen tidak besar. Ia hanya merogoh kocek Rp 100 ribu saja untuk menyiapkan alat dan bahan. Ia benar-benar memanfaatkan kekuatan teknik pemotretan yang menarik untuk dibagikan di media sosial.

Agar suvenir terlihat menarik, Hellen menggunakan kain flanel warna warni. Ini agar ketika pemotretan hasil terlihat baik, apalagi jika ditambahkan dengan pencahayaan yang terang, seperti sinar matahari pagi atau siang hari.

Gigi Gigsy menjadi merek dagang yang digunakan Hellen untuk produknya. "Gigi itu sebagai identitas produk kami, bentuknya menyerupai gigi geraham manusia dengan 2 akarnya. Gigsy diambil dari nama anak pertama saya Rafi Gigsy Baihaqi yang juga merupakan kepanjangan dari Gigi Gusi disingkat Gigsy," ujarnya.

Setiap bulannya Hellen bisa memproduksi suvenir seperti gantungan kunci, bros, jepit rambut hingga hiasan pensil dalam jumlah lusinan. Hellen juga memproduksi boneka bantal hingga tempat tisu.

Saat ini Hellen sudah memiliki beberapa karyawan untuk membantu produksi. "Sekarang hampir semua produk sudah dikerjakan oleh tim GiGi Gigsy, tetapi tetap quality control di tangan saya. Jumlah tim kreatif Gigi Gigsy yang terlibat dalam proses pembuatan produk seluruhnya ada 7 orang," ujarnya.

GiGi Gigsy bahkan sudah 'terbang' ke Malaysia. Hellen menceritakan di Malaysia ada klinik kedokteran yang sudah percaya dengan produknya. Sekali memesan bisa puluhan item. Saat ini dokter gigi di Arab Saudi dan Istanbul Turki juga sedang memesan produk GiGi Gigsy.

Harga produk Gigi Gigsy dibanderol mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 250 ribu. Pembeli biasanya sangat menyukai produk boneka bantal, tempat tisu untuk kursi dan suvenir boneka gigi kecil untuk hadiah pasien anak.
Agar usaha ini tetap eksis, Hellen sangat memanfaatkan media sosial. Caranya ia aktif share informasi GiGi Gigsy di media sosial lain. Kemudian aktif memposting produk pesanan customer. Mengutamakan pelayanan yang baik saat menerima order. Hellen juga sering memberikan hadiah kepada pelanggan hingga berinovasi membuat suatu produk yang unik.

Hellen menceritakan dalam menjalankan usaha pasti ada suka dan duka. Karena ini adalah passionnya, jadi berapapun omzet yang didapatkan oleh Hellen ia tetap bersyukur. Menurut dia yang penting pelanggan puas dan membeli kembali.

"Karena bisnis ini melalui online, jadi menjalankannya bisa disambi kegiatan lain tanpa harus meninggalkan keluarga dan tugas profesi saya sebagai dokter gigi," ujarnya.
Sukses Bisnis Suvenir, Hellen Pilih Resign dari PNSFoto: Dok Gigi Gigsy
Dia menambahkan duka yang dialami misalnya ada pelanggan yang sering ngomel buru-buru ingin pesanannya cepat jadi, padahal produk GiGi Gigsy adalah handmade yang harus dibuat dengan teliti dan hati-hati sehingga tidak bisa instan.

Hellen memiliki harapan, bisnis kerajinan kreatif ini bisa berkembang di Indonesia dan bisa menembus pasar ekspor agar lebih luas. "Dengan begitu jiwa-jiwa wirausaha akan makin bermunculan dan ikut berperan serta dalam mengangkat perekonomian penduduk negara kita," imbuh dia. (kil/dna)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed