Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 16 Feb 2019 16:48 WIB

Jam Tangan Kayu Made in Pandeglang Laris Terjual Sampai Afrika

Bahtiar Rifa'i - detikFinance
Foto: Bahtiar Rivai Foto: Bahtiar Rivai
Pandeglang - Tinggal di kaki Gunung Karang, Pandeglang, pasangan suami istri Irsan Nurdiansyah dan Rizki Pebriana berhasil membuat jam tangan kayu sampai dijual ke Afrika. Jam tangan dengan merek Kaywoodwatch milik keduanya bahkan sering dipilih jadi suvenir untuk tamu dari Korea, Jepang, bahkan Belanda.

Usaha jam kayu ini bermula tiga tahun lalu. Usai pindah dari Bandung dan menciptakan mesin Computer Numerical Control (CNC) untuk program pembuatan jam kayu, mereka memutuskan membuat merek dagang sendiri di Pandeglang.

Setiap minggu, mereka membuat jam tangan kayu sekitar 15 set. Bahan yang dipilih adalah jenis kayu Jati, Maple, Eboni, dan Rosewood. Tapi, selain mengerjakan jam kayu untuk merek sendiri, mereka juga menerima pesanan dari perajin jam kayu luar daerah seperti dari Bandung.

Untuk penjualan, keduanya memanfaatkan market place secara online. Pelanggan yang memesan hampir dari seluruh daerah bahkan dari Aceh ke Papua.

Produk KaywoodwatchProduk Kaywoodwatch Foto: Bahtiar Rivai


Dari penjualan online ini, pemesan juga bahkan ada yang dari Afrika. Pemesan, rata-rata adalah penghobi jam tangan dari kayu yang terlihat klasik.

"Dijual kebanyakan di online, kalau di Pandeglang pasarnya kesulitan karena daya beli yang kurang," kata Irsan saat ditemui detikFinance di Majasari, Pandeglang, Banten, Sabtu (15/2/2019).


Kaywoodwatch miliknya, menurut Irsan juga sering dijadikan souvenir pejabat yang datang ke Pandeglang. Bahkan kolektor jam tangan kayu dari Afrika memesan khusus ke galerinya melalui pesanan online.

"Pesanan dari Afrika dari hobbies kolektor jam kayu. Kalau untuk handycraft dan souvenir sampai ke Korea, Jepang dan Belanda," kata Rizki menambahkan.

Di Pandeglang sendiri, produk jam tangan kayu ini sering dipamerkan sebagai produk UMKM. Keduanya juga mengaku punya reseller baik perorangan maupun koperasi untuk mendukung program pemerintah daerah.

Tapi, menurutnya jam tangan kayu buatannya mendapatkan pesaing dari produk China. Kebanyakan, produk mereka lebih murah dan dijual di pasar lebih luas. Untuk antisipasi persaingan, makanya mereka menjual berdasarkan pesanan. Ini dibuat agar pemesan puas dengan kualitas dan sesuai keinginan.

Untuk saat ini, penjualan memanfaatkan situs Kaywoodwatch atau melalui Instagram. Selain itu, pesanan juga kadang muncul di market place pecinta jam tangan dari kayu.

Untuk harga, Kaywoodwatch menurut Rizki dibuat berdasarkan kayu. Jam dari kayu seperti Eboni menurutnya dijual seharga Rp 1 juta. Sedangkan Jati atau Mapple dijual seharga Rp 700.000.


(bri/fdl)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com