Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 12 Mar 2019 10:40 WIB

Sulap Tongkol Jadi Sate Gepuk, Ece Bisa Untung Rp 200.000/Hari

Raras Prawitaningrum - detikFinance
Ece, pembuat sate gepuk di Kepulauan Seribu(Foto: Raras Prawitaningrum/detikcom) Ece, pembuat sate gepuk di Kepulauan Seribu(Foto: Raras Prawitaningrum/detikcom)
Jakarta - Jika di kota besar menu ayam gepuk sudah tak asing lagi, di Kepulauan Seribu justru dijajakan sate gepuk. Walaupun namanya sate, bentuknya jauh dari tampilan sate pada umumnya. Sate gepuk lebih mirip dengan otak-otak bakar.

Suryati yang akrab disapa Ece merupakan salah satu penjual sate gepuk di Pulau Panggang. Selama 30 tahun, ia telah membuat sate gepuk dan menjualnya di Pulau Panggang dan Pulau Pramuka.

"Sate gepuk bahan dasarnya ikan tongkol. Ikan dibelah dua, buang tulangnya, cabut durinya, potong, lalu digiling sampai halus. Setelah itu, ditambahkan bumbu bawang putih, bawang merah, asem, cabai rawit, cabai merah, gula merah, dan gongseng kelapa," ujar Ece kepada detikFinance, Selasa (19/2/2019) lalu.

Ece mengungkapkan nama sate gepuk diambil karena sebelum ada alat penggiling, ikan tongkol dipukul atau digepuk terlebih dahulu. Kemudian dibungkus daun dan dibakar layaknya sate.


"Menu ini saya bikin dulu buat makan di rumah saja, tapi pas kasih tetangga pada suka, disuruh jual. Sudah dari 35 tahun yang lalu saya jual," paparnya.

Sehari-harinya, Ece mengambil 50 kilogram ikan tongkol dengan harga per kilogramnya Rp 30 ribu. Dengan modal Rp 600 ribu, ia menjual satu sate gepuk seharga Rp 5 ribu. Per harinya, ia mengaku bisa menjual 240 sate gepuk.

Sulap Tongkol Jadi Sate Gepuk, Ece Bisa Untung Rp 200 Ribu/HariSate gepuk yang sedang dibakar (Foto: Raras Prawitaningrum/detikcom)

"Untung bersihnya bisa Rp 200 ribu per hari. Saya jual di rumah saja karena tetangga sudah banyak yang tahu dan selalu pesan. Ini (sate gepuk) juga dijual online lewat kelurahan. Jadi kelurahan nanti bilang ke sini kalau ada pesanan. Mereka (kelurahan) yang kirim," kata Ece.

Ece mengaku bisnis sate gepuknya bisa berjalan lancar salah satunya berkat kehadiran Teras BRI Kapal Bahtera Seva I di Pulau Panggang. Dengan adanya kapal Bank BRI, ia bisa melakukan pinjaman untuk pengembangan usahanya.


"Saya dikasih tahu warga sekitar ada kapal bank yang bisa ajukan pinjaman. Ya saya coba, pertama kali ambil Rp 20 juta untuk modal bikin sate gepuk dan bikin kapal buat menangkap ikan. Dulu kan kapal kayu, sekarang jadi kapal fiber. Lebih cepat untuk menangkap ikan. Sehari bisa dapat 80 kilogram sampai 1 kuintal," pungkasnya.

Baca berita lainnya mengenai Teras BRI Kapal Bahtera Seva di Ekspedisi Bahtera Seva. (idr/hns)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed