ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 31 Okt 2019 14:00 WIB

Buka Tempat Fitness Dapat Cuan Rp 80 Juta/Bulan, Mau?

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Dok. ReFIT Foto: Dok. ReFIT
Jakarta - Masyarakat semakin banyak yang sadar akan pola hidup sehat. Hal itu memberikan peluang bagi bisnis tempat kebugaran alias gym.

Kesempatan itulah yang dilihat oleh Mela Gunawan, Founder dan Chief Marketing Officer PT Mitra Bugar Bersama (ReFIT Indonesia). Wanita ini terbilang berhasil mengembangkan bisnis jasa kebugaran terjangkau alias budget gym.

Mela sendiri sebelumnya sudah lama berkecimpung di dunia kebugaran. Selain rajin fitness, dia juga pernag bekerja di perusahaan gym ternama.

"Saya sebutnya mega gym, jadi perusahaan gym yang besar-besar itu. Saya bekerja sebagai Marketing Communication selama 8-9 tahun," tuturnya kepada detikcom, seperti ditulis Kamis (31/10/2019).


Bertahun-tahun kerja di perusahaan gym kenamaan membuat dirinya paham betul tentang bisnis ini. Ternyata tempat-tempat gym kenamaan keuangannya cukup berdarah-darah lantaran besarnya cost yang harus dikeluarkan, mulai dari sewa tempat, listrik, hingga membayar karyawan.

"Saya belajar dari mega gym. Mereka saja setiap bulan ngos-ngosan ngejar cost, bayar listrik, gaji dan lain-lain. Ruangan banyak, tapi banyak yang tidak terpakai. Dari hal kecil saja seperti handuk saja itu cost, kan harus laundry," tambahnya.

Itu yang membuat biaya member di mega gym begitu mahal. Alhasil hanya kalangan-kalangan tertentu yang bisa bergabung dalam tempat kebugaran. Hal itulah yang menjadi ide awal Mela untuk membangun ReFIT.

Sekitar 2012 akhirnya Mela memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Kemudian dia bersama rekannya, Irawan Amanko mendirikan perusahaan management consultant operator gym.

"Kita berdua sempat handle beberapa klien di luar membangun gym dan manage. Setelah 2-3 tahun melayani beberapa klien sekitar 2012-2015 menjalani sistem operator itu," kenangnya.

Menjajal Peluang Waralaba Budget Fitness Berlaba Rp 80 JutaFoto: Dok. ReFIT

Setelah itu akhirnya mereka terpikirkan untuk mendirikan perusahaan gym sendiri, dengan aliran budget. Mela melihat ada potensi yang besar dari kalangan menengah. Mereka selama ini memiliki minat besar untuk hidup sehat tapi tidak sanggup untuk membayar iuran mega gym.

Gayung bersambut, akhirnya mereka bertemu dengan Jerry Mulyadi yang bersedia untuk menjadi investor. Akhirnya pada 2016 berdirilah cabang ReFIT pertama di Green Lake City, Tangerang.

Ide untuk mendirikan tempat kebugaran untuk kelas menengah ke bawah ternyata cukup sukses. Melihat cabang pertamanya ramai dikunjungi, ReFIT kembali mendapatkan mitra untuk membuka cabang di tempat lain.

Hingga saat ini ReFIT sudah memiliki 7 cabang. Hanya satu yang dimiliki perusahaan, sisanya merupakan hasil kerjasama dengan para investor.

Investornya bukan hanya perorangan tapi juga perusahaan seperti PT Intiland Tbk. Dia bermitra untuk membuka cabang ReFIT di salah satu perumahannya.

Cabang ReFIT tersebar mulai dari Tangerang, Bekasi, Kebagusan, Pasar Minggu hingga di Simpang Lima, Semarang, dan Sidoarjo. Kini ReFIT secara total terbuka untuk peluang waralaba.

Menjajal Peluang Waralaba Budget Fitness dengan Laba Rp 80 JutaFoto: Dok. ReFIT

Mela menjelaskan, konsep waralaba yang dia terapkan adalah investor pasif. Artinya investor hanya duduk manis, sementara semua mulai dari persiapan, SDM hingga pengelolaan dilakukan oleh pusat.

"Tapi kalau mitra mau terlibat, contoh yang di Semarang, dia sedikit terlibat, tapi dia tidak memutuskan secara sepihak. Dia hanya ikut menghitung saja," terang Mela.

Syarat modal awal yang ditetapkan waralaba ReFIT sekitar Rp 1,9 miliar. Investor juga disarankan sudah memiliki properti. Tujuannya agar bisa mencapai balik modal (Return of Investment) dengan cepat yakni sekitar 3 tahun.

"Kalau sewa ya hitungannya masih masuk, hanya saja RoI-nya lebih lama. Kalau punya properti RoI 3 tahun. Ya pernah dicoba memang sewa tempat RoI-nya bisa 5-6 tahun," tambahnya.


Jika dirinci, investasi itu sekitar Rp 1,2 miliar untuk alat fitness, Rp 400 juta untuk konstruksi. Sisanya untuk super system seperti CCTV, hingga urusan branding.

Meski terlihat besar, uang investasi itu sudah menyeluruh. Investor juga tak perlu melakukan apapun, hanya tinggal menunggu laporan kinerja.

Dari total pendapatan kotor, nantinya dipotong maksimal 10% untuk pengembangan bisnis dan keperluan marketing. Sisanya dipotong untuk biaya rutin.

Meski tidak merinci, namun Mela menyebutkan bahwa mitranya bisa menerima uang bersih sekitar Rp 80 juta per bulan. Dengan member aktif sekitar 400 orang.

Menurut Mela, ReFIT memiliki kelebihan biaya member yang murah yakni hanya Rp 300 ribu per bulan. Selain itu dia secara maksimal menekan biaya operasional, mulai dari listril hingga SDM.

Simak Video "Video Aa Gym Saat Hujan Es dan Banjir Menerpa Mina"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ara)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com