Menjajal Bisnis Teh Ungu dari Bunga Telang

Faizal Amiruddin - detikFinance
Senin, 24 Feb 2020 16:56 WIB
Budidaya Teh Ungu
Foto: Teh Ungu (Faizal Amiruddin/detikcom)
Pangandaran -

Budi daya bunga telang atau yang lebih dikenal dengan teh ungu, ternyata cukup menggiurkan. Tanaman yang bisa tumbuh dengan mudah di pekarangan rumah ini, sanggup memberikan tambahan penghasilan.

Setidaknya hal itu dirasakan oleh Dedi Kurniadi alias Abut warga Dusun Bojongsalawe Desa Karangjaladri Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Tanaman bunga telang yang dirawatnya, bisa menambah pundi pendapatan keuangan keluarga.

Abut mengatakan awalnya menanam teh bunga telang hanya untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Karena banyak artikel yang dia baca mengenai khasiat kesehatan bunga telang ini.

Setelah itu beberapa kerabat dan tetangga Abut ikut mencoba minum teh ungu tersebut. Mereka mengaku merasakan khasiat kesehatan, sehingga pesanan teh ungu ini meningkat. "Semula saya tanam teh bunga telang untuk dikonsumsi sendiri, akhirnya saya coba menjadikannya ladang bisnis," kata Abut.

Alhasil lahan seluas 140 meter persegi di halaman rumahnya dia ubah menjadi kebun bunga telang. Ada 250 batang pohon yang dia tanam.

"Dari 250 batang pohon teh bunga telang yang ditanam, setiap hari saya berhasil memanen 150 gram teh bunga telang kering," tambah Abut.

Setelah dipanen, bunga dikeringkan secara tradisional yakni dijemur selama tiga hari, sebelum akhirnya dikemas dengan ukuran 10 gram. Sebungkus bunga telang kering atau teh ungu dia jual seharga Rp 15 ribu.

Mengenai proses penanaman, Abut mengatakan bunga telang relatif mudah ditanam dan minim perawatan. Pohonnya akan mulai berbunga setelah usia lebih dari 2 bulan. Selanjutnya selama 5 tahun, pohon akan terus berbunga. "Mimpi saya adalah membuat budidaya teh telang ini dalam kapasitas yang lebih besar, karena ceruk bisnisnya masih terbuka lebar," kata Abut.



Simak Video "Jabar Siap Produksi Rapid Test Sendiri, Akurasi 80%"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)