Bikin 'Lukisan Menyala' Bisa Cuan, Begini Ceritanya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 01 Mar 2020 09:18 WIB
Lukisan Menyala
Foto: Istimewa/@arandaistudio
Jakarta -

Berawal dari cari-cari kegiatan untuk mengisi waktu luang alias 'gabut', seorang pria bernama Aryanegara kemudian menemukan sebuah bisnis dengan pendapatan yang lumayan. Bisnis dengan nama Ar and Ai Studio memproduksi lampu kanvas yakni lukisan yang menyala.

Arya menjelaskan, ide ini muncul tahun 2015 atau awal setelah lulus kuliah di Yogyakarta. Kemudian, bisnis tersebut berjalan mulai tahun 2016.

"Waktu itu idenya dari tahun 2015, awal banget lulus kuliah. Habis itu karena mengisi kegabutan sembari nyari-nyari, sama temen buat (usaha) 2016, kan idenya 2015, eksekusi 2016," katanya kepada detikcom, Sabtu (28/2/2020).

Bikin 'Lukisan Menyala' Bisa Cuan, Begini CeritanyaFoto: Istimewa/@arandaistudio


Ia menjelaskan, bisnis ini lahir karena dirinya memang punya hobi membuat kerajinan kayu. Sementara, ia punya rekan yang punya hobi melukis.

Karena iseng, mereka pun mengkombinasikan dua hobi tersebut, dan lahirlah lampu kanvas. Dalam bisnis ini, modal yang mereka keluarkan kurang dari Rp 500 ribu di mana modal itu untuk membeli bingkai, kanvas, lampu, dan lain-lain.

"Dulu lampunya nggak lampu LED, lampu yang panas, maklum prototype, banyak kekurangannya, sekarang LED jadi udah nggak panas, lebih tahan lama, hemat energi," ujarnya.

Memang, dalam menjalankan bisnis ini bukan perkara mudah. Ia mengaku, paling sulit ialah dalam pemasaran.

Untuk mengatasinya, Arya mengandalkan media penjualan online lewat Instagramnya @arandaistudio. Kemudian, aktif mengikuti pameran.

Bikin 'Lukisan Menyala' Bisa Cuan, Begini CeritanyaFoto: Istimewa/@arandaistudio


Arya melanjutkan, saat ini produknya dibandrol dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 450 ribu. Harga itu tergantung dari banyaknya warna hingga ukuran frame.

Dia menambahkan, saat ini memang dirinya belum fokus terhadap usaha ini. Lantaran, waktunya terbagi dengan pekerjaan lain. Meski demikian, ia mampu meraup omzet Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta.

"Memang konsentrasi menurun," katanya.



Simak Video "8 Tips Jitu Bangun Usaha Bisnis di Masa Sulit COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)