Dua Bisnis UMKM Ini Bangkit Setelah Diserang Corona, Apa Rahasianya?

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Selasa, 09 Jun 2020 20:45 WIB
Shopee
Penjual UMKM Shopee Grosir Baju Keisha (Foto: Dok. Shopee)
Jakarta - Melemahnya perputaran konsumsi dan daya beli masyarakat akibat pandemi COVID-19 memberikan dampak yang sangat berat terhadap para pelaku UMKM. UMKM sektor fashion dan makanan pun dinilai jadi salah dua sektor yang terkena dampak paling buruk akibat adanya pandemi ini.

Hal itu pun turut dirasakan oleh pemilik toko Grosir Baju Keisha asal Bandung Anggi. Penjualan utama yang berasal dari toko offline dan online terpaksa menurun drastis semenjak imbauan PSBB diberlakukan bahkan menyebabkan kerugian tinggi, namun ia bisa bangkit. Lantas apa rahasianya?

Anggi pun menyadari bahwa usaha rumahannya ini harus melakukan adaptasi bisnis secara total untuk menyelamatkan bisnis dan karyawannya. Alhasil, produk hoodie dan outerwear remaja yang sebelumnya menjadi produk utama bisnisnya kian berganti menjadi baju anak-anak.

Ia pun mendaftarkan diri untuk ikut dalam program Shopee Indonesia bertajuk 'Dukungan COVID-19 100M Shopee', sehingga beban operasional bisnisnya sangat terbantu, terlebih karena toko online Grosir Baju Keisha di Shopee menjadi sumber pemasukan utama.

"Dengan memanfaatkan bantuan Shopee ini secara maksimal, pemasukan saya berhasil meningkat hingga 35% selama periode Ramadhan," ungkap Anggi dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2020).

Program 'Dukungan COVID-19 100M Shopee' sendiri merupakan bantuan stimulus bagi para pelaku UMKM agar mendapatkan tambahan modal dan keringanan biaya admin atau layanan untuk membantu para UMKM mempertahankan basis konsumen mereka.

Stimulus yang telah membantu lebih dari 200.000 pelaku UMKM ini telah berhasil membantu para pelaku UMKM di seluruh Indonesia untuk menjangkau basis konsumennya digital secara lebih luas

Selain program stimulus yang diberikan Shopee, Anggi merasa bisnisnya bisa tetap dapat jalan secara optimal berkat bantuan dari fitur-fitur aplikasi Shopee, terutama Shopee Live yang sangat cocok untuk menjajakan produk fesyen dengan harga miring berkualitas tinggi seperti yang ditawarkan Grosir Baju Keisha.

Meski sudah tidak rutin dilakukan karena keterbatasan karyawan, toko besutan Anggi ini bisa menjangkau rata-rata ribuan penonton dalam 1x sesi Shopee Live. Anggi menyadari, tidak semua pelaku UMKM bisa dengan cepat menciptakan peluang untuk bisnisnya. Daerah Cijerah, Bandung, di mana produksi dan toko offline Grosir Baju Keisha berlokasi, dikenal sebagai daerah yang sarat akan pengusaha konveksi. Melihat usaha di sekitarnya yang tak lagi memiliki pesanan sama sekali, ia tergerak hatinya untuk membantu mereka semampunya.

"Saya langsung memproduksi masker kain agar dapat membantu bisnis konveksi yang dijalankan oleh warga setempat. Dengan memanfaatkan toko online-nya di Shopee yang telah memiliki ratusan ribu pengikut, Anggi dapat membantu memberikan eksposur dan menyelamatkan bisnis konveksi di sekitarnya," bebernya.

Sementara itu, lain halnya dengan bisnis fashion yang dimiliki Anggi, bisnis makanan kemasan asal Cicendo, Bandung milik pasangan Sherly dan William justru meraup keuntungan yang cukup tinggi semenjak adanya pandemi. Meskipun demikian, keduanya mengaku terbentur kendala penyediaan stok yang cukup signifikan semenjak imbauan PSBB diberlakukan.

Distribusi yang terbatas dari supplier lantas membatasi ruang gerak toko Snack Mazter untuk dengan cepat memenuhi permintaan yang melonjak, terutama di bulan Februari di mana Sherly dan William merasakan dampak dari panic buying yang terjadi di masyarakat.

ShopeePenjual UMKM Shopee Snack Mazter Foto: Dok. Shopee

Tak hanya itu, asam garam dalam menjalankan bisnis di tengah pandemi pun dirasakan oleh pasangan ini. Berbekal tekad untuk menjaga bisnis dan keinginan untuk tetap memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk semua karyawannya, mereka memaksimalkan segala upaya yang mereka bisa agar dapat terus beroperasi di lokasi yang ditetapkan sebagai zona merah COVID-19 di Bandung.

Kebijakan kebersihan dan pemberlakuan shift kerja pun diterapkan karena mengutamakan keamanan untuk semua karyawannya. Alhasil, Sherly dan William juga terjun langsung membantu operasional bisnis mereka untuk mengatasi jumlah manpower yang terbatas ini.

Selain mengutamakan kesehatan karyawan, pasangan ini juga ingin membantu para pelanggannya dengan berupaya menyediakan roduk-produk makanan sehat dan bergizi. Sherly dan William mengaku sering berinteraksi dengan pelanggan mereka dengan menggunakan fitur live chat Shopee untuk menanyakan kebutuhan pangan sehat yang ternyata jadi peluang bisnis baru bagi mereka.

Penjualan sereal granola, produk makanan kesehatan yang jadi produk baru di toko Snack Mazter, berhasil tumbuh hingga 8X lipat, melebihi penjualan produk makanan tematik selama Ramadhan.

"Saya telah membuka gerai online di Shopee sejak empat tahun lalu, operasional bisnis Snack Mazter sangat terbantu dengan adanya bantuan program Dukungan COVID-19 100M Shopee. Berkat keringanan biaya admin Star Seller yang diberikan dari bantuan tersebut, pasangan ini bisa terus mendapatkan pesanan dari pelanggan dengan memanfaatkan eksposur di Shopee," terangnya.

Selain itu, perpanjangan masa pengemasan juga sangat membantu UMKM seperti Snack Mazter yang memiliki kendala dalam rantai distribusinya. Selama pandemi COVID-19 dengan dukungan dari Shopee, penjualan dari gerai online milik Sherly dan William ini berhasil meningkat hingga 3X lipat.

"Meski kami dapat bertahan di situasi sulit ini, kami tidak ingin berhasil sendirian. Kami yakin, para pelaku UMKM dapat melalui ini jika bergerak bersama. Kami berterima kasih karena dengan bantuan Shopee, kami dapat berbagi dan mendapatkan ilmu dengan sesama UMKM yang sedang berjuang mempertahankan bisnis melalui webinar untuk komunitas penjual yang diadakan oleh Kampus Shopee secara cuma-cuma." jelas William.

Diketahui, selain mendapatkan bantuan ekonomi, Shopee juga telah bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT) untuk mewadahi dan memberikan pelatihan bagi para UMKM di daerah-daerah.

Simak Video "Begini Perilaku 'New Normal' Pengguna Shopee Imbas COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)