Sulap Salak Jadi Brownies hingga Kopi, Wanita Ini Raup Puluhan Juta

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 30 Nov 2020 11:56 WIB
Sulap Salak Jadi Brownies hingga Kopi, Wanita Ini Raup Omzet Puluhan Juta
Foto: Dok. Salaku

Modal usaha yang dirogoh Shelly untuk memulai bisnis ini hanya Rp 50 ribu. Uang tersebut digunakan untuk membeli bahan baku salak dan pelengkap lainnya.

"Modal awal dari 2016 si nggak banyak cuma Rp 50 ribu, tapi kalau sekarang mungkin sudah Rp 50-100 juta (yang dikeluarkan). Dulu modal segitu karena saya mau usaha nggak ada pemasukan, jadi saya mulainya dari yang ada. Saya istilahnya cuma beli salaknya saja waktu itu masih Rp 5.000-an sekilo, terus beli cokelatnya, sama kemasan," ujarnya.

Sulap Salak Jadi Brownies hingga Kopi, Wanita Ini Raup Omzet Puluhan JutaFoto: Dok. Salaku

Untuk memastikan jika produk dari salaknya berkualitas baik, Shelly mengaku selalu memilih bahan baku yang baik dan segar. Biasanya satu kali belanja 30 kilogram (kg) salak, akan langsung diolah agar tidak membusuk. Tidak ada limbah yang tersisa dan terbuang, karena semua bagian Salak diolah termasuk biji yang digunakan untuk membuat kopi dan bagian kulitnya digunakan untuk membuat teh.

"Kalau brownies semua yang dipakai dagingnya. Kerupuk, sambal juga yang dipakai daging. Kecuali teh ini dari kulit kita proses keringkan pakai mesin, terus kita grinder jadi teh, itu alami tanpa perasa, tanpa pewarna. Kalau kopi itu dari biji," jelasnya.

Untuk membuat produknya, yang paling lama proses pembuatan adalah teh dan kopi dibutuhkan waktu satu minggu. Hal itu dikarenakan proses oven yang butuh waktu berhari-hari agar kering, hingga mengeluarkan aroma alami kopi dan teh dari salak.

Harga produk yang dijual pun beragam mulai dari Rp 15 ribu untuk kruplak, sinlak dan sarlak,hingga Rp 75 ribu untuk frozen food ayam penyet dengan sambilak.

Bagi yang berminat ingin coba makanan serba dari salak ini bisa mengunjungi akun Instagram @salakuolahansalak, aplikasi pesan antar makanan, atau melalui toko online. Shelly menyarankan untuk pengiriman jauh hanya memesan produk yang kering seperti frozen food, kerupuk, teh dan kopi.

"Kalau yang basah-basah kita tidak anjurkan. Kayak asinan nggak mungkin saya kirim jauh-jauh ke pulau Jawa. Tapi kalau Jawa Barat, Jawa Tengah masih oke karena ongkos kirim maksimal 2 harinya masih ter-cover, tapi kalau yang lainnya pasti lebih mahal jadi saya sarankan tidak untuk dipesan," imbuhnya.

Halaman

(ara/ara)