Mengintip Cuan dari Profesi Hijab Stylist yang Sering Dipakai Artis

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 30 Nov 2020 16:28 WIB
Mengintip Cuan dari Profesi Hijab Stylish
Foto: Dok. @ayyih
Jakarta -

Sebagai negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, masyarakat Indonesia semakin banyak yang menggunakan hijab. Semakin tingginya kesadaran untuk memakai hijab menimbulkan profesi baru yang bernama hijab stylist.

Ayi misalnya, dia sudah menjalani profesi menjadi hijab stylist sejak 2016. Profesi ini dijalankannya secara profesional dan tentu dengan kerja keras. Dari profesinya Ayi itu bisa mengantongi uang sekitar Rp 10 juta per bulan.

"Ya rata-rata segitu. Tapi tentu, nggak mudah juga. Harus berkomitmen dan mau kerja keras," ucapnya saat berbincang dengan detikcom.

Ayi menjelaskan profesi hijab stylist sebenarnya hampir sama dengan profesi makeup artist dan hair do. Namun untuk hijab stylist lebih menguntungkan karena tidak membutuhkan modal yang besar.

Makeup artist tentu membutuhkan peralatan make up, sementara peralatan inti yang harus dibawa hijab stylist hanya jarum pentul dan peniti. Sisanya hanya memerlukan keterampilan.

"Karena untuk aksesoris sebenarnya kita bisa menggunakan bahan hijab itu sendiri. Bisa kita buat jadi mahkota lah, bunga, topi, bisa dibikin rambut barbie. Jadi tidak menggunakan budget terlalu banyak," ucapnya.

Mengintip Cuan dari Profesi Hijab StylishMengintip Cuan dari Profesi Hijab Stylish Foto: Dok. @ayyih

Nama Ayi sebagai hijab stylist memang sudah cukup dikenal. Sederet artis ternama sudah sering menggunakan jasanya, seperti Laudya Cynthia Bella. Bahkan terakhir dia bekerja sama dengan selebgram tenar Rachel Vennya.

Torehan itu dicapai bukan perkara mudah. Ayi sudah menjalani profesinya itu selama 4 tahun. Bahkan sebelum itu dia juga sudah mempelajari dunia hijab stylist.

Ayi bercerita, awalnya dia bisa menjadi hijab stylist dari ketertarikan dia di dunia fesyen muslim. Saat itu dia melamar ke salah satu brand fesyen muslim asal bandung untuk menjadi Muslim Fashion Assistant (MFA).

"Tapi saya tidak diterima, saya diterimanya jadi Marketing Communication, tapi tetap di dunia fashion hijabnya. Tugas saya waktu itu bagaimana baju ini bisa dipromosikan ke dunia entertainment," terangnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2