ADVERTISEMENT

Saatnya Jadi Bos

Dapat Modal dari Utang, Kini Lilis Dapat Rp 300 Juta Jual Cireng 

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 05 Mei 2021 06:30 WIB
Modal Ngutang, Lilis Dapat Rp 300 Juta Jual Cireng
Foto: Dok. Cireng LS
Jakarta -

Lilis Komariah tidak pernah menyangka jika dirinya bisa menjadi wanita yang sukses karena hanya menjual rujak cireng. Wanita asal Bandung ini awalnya menjual berbagai produk cookies buatannya sendiri. Namun, hal tersebut tidak bertahan lama.

Pada tahun 2012, Lilis mengaku bangkrut lantaran produk cookies yang dijualnya hanya laku pada musim-musim tertentu saja. Kebangkrutan ini pun membuat dirinya sangat terpukul bahkan dirinya mengaku sempat tidak memiliki uang sepeser pun.

"Karena kalau cookies itu lakunya di momen-momen tertentu, nah dari situ saya mengalami kebangkrutan, itu saya down banget," kata Lilis kepada detikcom, Jumat (304/2021).

Meski sedang terpuruk, Lilis pun tidak menyerah begitu saja. Dirinya langsung berfikir dan memutar otak untuk menjalankan usaha baru. Tepat di Agustus 2012, dirinya memutuskan untuk berjualan rujak cireng dengan merek Cireng LS.

Untuk menjalani usaha itu, dirinya pun sempat kebingungan lantaran tidak memiliki uang sepeserpun untuk membeli bahan baku cireng.

"Saya dengan modal yang minim, habis down, saya mengalami tidak memiliki uang sepeserpun, hanya punya Rp 2.000 saja, saya mengalami seperti itu. Tapi saya berpikir, usaha itu tidak selalu modal dan modal, gimana caranya saya akhirnya punya kepercayaan untuk mengambil bahan baku dulu di salah satu pasar," ujarnya.

Modal Ngutang, Lilis Dapat Rp 300 Juta Jual CirengModal Ngutang, Lilis Dapat Rp 300 Juta Jual Cireng Foto: Dok. Cireng LS

Kebingungan itu pun akhirnya terpecahkan saat pedagang bahan baku langganannya di pasar memberikan utang kepada Lilis. Jadi, modal Lilis menjual cireng adalah utang bahan baku dari pedagang pasar.

"Iya, cuma modal kepercayaan, ngutang, dapat 7 kg bahan baku ke pasar, mungkin sekitar Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu dengan segala macam," katanya.

Dari situ, dirinya pun mulai mengolah seluruh bahan bakunya menjadi produk rujak cireng. Pada awal-awal, dia menceritakan banyak produk yang gagal. Setelah menghabiskan bahan baku sekitar 3 kg, Lilis pun akhirnya menemukan resep terbaiknya.

Pada saat itu, dia berhasil membuat cireng dari bahan baku sebanyak 2 kg. Hasilnya pun langsung dijual ke tetangga, saudara terdekat, terkadang dirinya pun harus berkeliling menjual dagangannya ke komplek perumahan hingga sekolah-sekolah.

Sampai pada akhirnya dirinya mendapat kesempatan untuk mengisi salah satu stand pada acara yang diadakan oleh salah satu sekolah TK tempat dirinya sering berjualan. Beruntungnya Lilis, dirinya bisa mengikuti acara tersebut dengan utang uang partisipasi.

"Saya berjualan di stand acara mereka, harusnya bayar tapi saya nego dengan kepala sekolah kalau saya tidak punya untuk bayar stand, kalau nanti laku baru saya bayar," ujarnya.

Tak disangka, 50 bungkus cireng LS pun ludes terjual. Pada saat itu, dirinya menjual satu bungkus cireng seharga Rp 10.000. Dari sini dirinya mulai menerima pesanan dan keinginan orang-orang menjadi reseller cireng LS.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Keberuntungan ini, dikatakan Lilis masih terjadi di tahun 2012 atau didapatkan setelah tidak lama dirinya mengalami kebangkrutan akibat menjual cookies. Saat ini dirinya memproduksi 2.000-5.000 bungkus cireng setiap harinya dengan bahan baku yang dihabiskan sekitar 1 ton per minggu.

Lilis mengaku Cireng LS sampai saat ini memiliki 327 reseller yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan, dirinya pun memiliki mitra agen. Namun, khusus untuk agen saat ini yang beroperasi hanya tiga yaitu di Jakarta dan Bandung. Sisanya berhenti karena terdampak pandemi COVID-19.

Selama pandemi, Lilis mengaku telah mengalihkan penjualan rujak cireng secara online, baik di e-commerce, media sosial seperti Instagram, serta membuat website resmi Cireng LS. Dari sini, para masyarakat bisa membeli atau memesan langsung serta menjadi reseller.

Kini, Lilis memiliki banyak varian rasa untuk produk rujak cirengnya, mulai dari original, keju, terasi, dan teri medan. Harga jualnya pun meningkat menjadi Rp 20.000 per bungkus belum termasuk ongkos kirim. Dirinya pun kini sedang mengembangkan produk baru berupa bakso aci yang bisa disantap dengan diseduh air panas terlebih dahulu.

Modal Ngutang, Lilis Dapat Rp 300 Juta Jual CirengFoto: Dok. Cireng LS

Selama 12 tahun menjalankan bisnis cireng, Lilis pun akhirnya merasakan hasilnya dari hasil kerja kerasnya. Dia kini berhasil mengantongi omzet hingga ratusan juta dalam sebulan.

"Iya itu omzet per bulan di Rp 300 juta, itu rata-rata," tegasnya.

Selain kerja keras, dia mengaku untuk mencapai titik kesuksesan saat ini diperlukan juga konsistensi dalam berbisnis dan menjaga kualitas produk, serta jangan berhenti untuk berinovasi agar produk yang dijual bisa menyesuaikan keinginan konsumen.

(hek/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT