ADVERTISEMENT

Saatnya Jadi Bos

Si Kembar Jual Burger Tanpa Modal di TikTok, Dapat Omzet Puluhan Juta

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 07 Mei 2021 16:43 WIB
Saudara Kembar Jualan Burger Lewat TikTok Dapat Omzet Rp 20 Juta
Foto: Dok Burger Chill
Jakarta -

Bagi sebagian orang, TikTok hanya dianggap sebagai media sosial yang tidak bermanfaat. Tapi bagi dua remaja kembar asal Bandung ini membuktikan bahwa pandangan itu salah. Bisnis mereka berkembang pesat justru karena Tiktok.

Mereka adalah Dzaky Muhammad Abdullah Rahim dan Naufal Muhammad Abdullah Rahim (19). Keduanya merupakan pemilik dari bisnis Burger Chill.

Dzaki menjelaskan, dia dan Naufal sudah jatuh cinta dengan dunia bisnis sejak SMA. Mereka mulai berjualan jajanan seharga Rp 2 ribuan saat duduk di bangku kelas 11 SMA.

"Awalnya gara-gara pengin mandiri aja, nggak mau ngerepotin orang tua. Pengin beli HP pake uang sendiri. Akhirnya kita jualan makanan ringan di kelas," tuturnya, ditulis Jumat (7/5/2021).

Keduanya menjadi reseller dari berbagai barang dagangan, mulai dari snack, nasi kotak, sampai susu murni. Kemudian saat mereka naik ke kelas 12 SMA, pandemi COVID-19 datang. Mereka harus belajar dari rumah. Dzaky dan Naufal mulai risih karena tak bisa lagi berjualan di sekolah.

Namun hal itu tak membuat mereka menyerah. Justru keduanya bertekad ingin memulai usaha yang lebih serius dengan mendirikan bisnis makanan dengan merek sendiri.

"Awalnya bikin keripik singkong, terus bola ubi, tapi gagal semua. Nah ide awalnya dari roti buatan mama. Kami suka banget roti coklat dan keju buatan mamah. Cuma Naufal bilang jangan di situ karena harganya nggak bisa up, mending jualan roti yang isinya daging," kenangnya.

Saudara Kembar Jualan Burger Lewat TikTok Dapat Omzet Rp 20 JutaSaudara Kembar Jualan Burger Lewat TikTok Dapat Omzet Rp 20 Juta Foto: Dok Burger Chill

Dari situlah terpikir ide untuk membuat burger yang berbahan daging ayam. Akhirnya pada 14 Juni 2020, Dzaky dan Naufal resmi meluncurkan Burger Chill.

Burger Chill sendiri merupakan chicken burger berukuran mini. Mereka menilai burger sulit diterima masyarakat Indonesia sebagai makanan utama. Oleh karena itu dia membuat burger dengan ukuran kecil agar pas sebagai camilan.

Awal mula dia memasarkan produknya melalui Instagram dengan sistem pre order. Dengan begitu bisnis yang dia mulai benar-benar tanpa modal.

"Nggak ada modal sama sekali, kan open order. Kita juga buatnya masih di dapur rumah. Pesanan awal cuma dua waktu itu, itu juga dari sahabat kita," tuturnya.

Beberapa hari berjalan, pesanan yang datang hanya sekitar 5-8 orang. Hampir selama tiga bulan, usahanya macet dengan pesanan sedikit yang hanya datang dari teman-temannya saja.

Dzaky dan Naufal pun memutar otak untuk mencari cara memasarkan produknya lebih luas. Akhirnya menjajal untuk membuat konten TikTok.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Saat itu lagi ngetren konten TikTok remaja yang pamer karena dibelikan mobil atau motor dari orang tuanya. Mereka pun ikut membuat konten itu tapi dipadukan dengan unsur edukasi dan inspiratif dengan tujuan memasarkan produknya.

"Konten yang lagi ramai waktu itu misalnya minta beli mobil atau Vespa, terus akhirnya dikasih sama orang tuanya. Nah kalau kita minta mobil, eh dikasihnya uang sama orang tua buat bikin usaha biar bisa beli mobil sendiri," terang Dzaky.

Kontennya ternyata booming. Banyak dari remaja yang mengagumi mereka karena dianggap mandiri dan menginspirasi. Akun TikTok mereka kini memiliki pengikut hingga 90 ribu lebih.

Hal itu berdampak pada bisnis Burger Chill. Mereka mulai kebanjiran pesanan, sehari bisa mencapai 80-100 pesanan. Bahkan pernah yang tertingginya mencapai 180 pesanan. Omzet per bulannya bisa mencapai Rp 15-20 juta per bulan.

Keduanya kini memiliki delapan orang karyawan yang terbagi menjadi lima orang untuk produksi dan tiga orang untuk mengurusi sosial media.

"Kita juga lagi open recruitment. Ada 90 orang yang ngelamar. Kita lagi milih karena kita mau buka 5 cabang offline," ucapnya.

Menariknya lagi bisnisnya itu tidak membuat mereka melupakan pendidikan. Bahkan Dzaky dan Naufal kini tengah menjalani kuliah di Universitas Padjadjaran, Fakultas Perikanan.

"Kami sejak lulus SMA memang ingin jadi pengusaha di bidang F&B. Nah kuliah pilih perikanan karena menurut kami potensi terbesar di Indonesia itu ya perikanan. Kami pikir kenapa kita nggak menguasai satu bidang yang bisa kita pegang untuk bekal," kata Dzaky.

(das/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT