Saatnya Jadi Bos

Ibu Rumah Tangga Jual 'Kertas Bisa Ditanam', Omzetnya Sampai Puluhan Juta

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 13 Jul 2021 07:00 WIB
Ibu Rumah Tangga Bisnis Kertas Daur Ulang, Bisa Ditanam Lho
Foto: Dok. Pribadi
Jakarta -

Kertas limbah biasanya selalu tak terpakai dan berakhir di tempat sampah. Namun hal itu tidak akan terjadi jika berada di tangan ibu rumah tangga asal Lembang, Bandung ini.

Adalah Azifah An'Amilah (26), ia menjadi pelopor pembuat kertas daur ulang bisa ditanam. Kemampuannya tersebut dijadikan sebagai ladang bisnis yang ia tekuni sejak 2016 dengan nama benihbunbun.

Berawal dari kegelisahannya akan tumpukan kertas skripsi, Azizah mulai dengan mengutak-ngatik agar kertas tak terpakai itu bisa bermanfaat dan digunakan kembali. Kemudian muncul lah ide menggabungkan kertas daur ulang dengan biji-bijian tumbuhan hias, biji buah, hingga sayur-sayuran.

Eksperimen yang dilakukannya bersama sang suami pun berbuah manis. Kertas daur ulang yang di dalamnya ada biji itu pun tumbuh meskipun tidak diberikan media tanam (tanah atau kompos).

"Akhirnya tumbuh dan kok rasanya seneng banget apalagi buat saya yang dulu nggak suka tanam menanam. Saya jadi bisa tau fakta menanam itu nggak mesti pake tanah, apalagi modelnya masih semai. Jadi kita ngecambahin biji itu kuncinya air sampai akhirnya dia bisa berkecambah dan ngeluarin akar itu," kata Azifah kepada detikcom beberapa saat lalu.

Ibu Rumah Tangga Bisnis Kertas Daur Ulang, Bisa Ditanam LhoFoto: Dok. Pribadi

Bisnisnya pun berlanjut dengan menjual kertas daur ulang yang bisa ditanam menjadi souvenir edukasi. Dia mengatakan, biasanya peminat suvenir ini datang dari acara pernikahan, workshop, CSR, dan lain-lain. Produknya pun di yakini sebagai yang pertama ada di Indonesia.

"Iya betul untuk produk kertas benih yang dijadikan sebagai souvenir edukasi menanam itu bisa saya bilang pertama di Indonesia," ujarnya.

Setelah berjalan lima tahun, Azifah pun sudah membuka peluang kerja bagi ibu-ibu di kampungnya. Beberapa di antaranya dipekerjakan sebagai perajin saat Azifah mendapatkan proyek suvenir besar-besaran.

"Sejak adanya benihbunbun, saya pribadi juga punya harapan agar mampu mengisi kegiatan ibu rumah tangga di sekitar sini. Jadi memang benefitnya nggak cuman saya dan internal yang senang, ibu-ibu di sekitar kami juga ikutan senang," sambungnya.

Dia mengatakan, modal usahanya sekitar Rp 2 jutaan untuk printer, alat sablon, dan kertas bekas. Kertas bekas ia dapatkan dari sumbangan kertas tak terpakai dari sekolah atau madrasah. Sedangkan biji tanamannya ia dapat dari panen lokal di rumahnya sendiri.

Omzet yang bisa dikumpulkan mencapai puluhan juta. Cek halaman berikutnya.

Dalam satu bulan, pendapatan tambahan sebagai ibu rumah tangga bisa ia kumpulkan hingga Rp 20 juta. Namun masih tergantung pada seberapa banyak pemesanan suvenir.

Harganya pun bervariasi dari mulai Rp 3.100 untuk eceran dan Rp 2.500 untuk grosir dengan minimal pembelian 500 pcs. Harga tergantung pada jenis biji yang dipilih dan jenis suvenir misalnya ada origami benih, pensil benih, kertas benih, stik benih, dan bola benih. Ada juga paket menanam yang bisa jadi pilihan untuk diberikan sebagai hadiah.

Ibu Rumah Tangga Bisnis Kertas Daur Ulang, Bisa Ditanam LhoFoto: Dok. Pribadi

Dalam menjalankan bisnisnya, tentu Azifah mengalami jatuh bangun dan tantangan selama berwirausaha. Tantangan terberatnya saat ia ingin mengedukasi pembeli dalam meminimalkan penggunaan plastik untuk membungkus souvenir dan mengenalkan kesabaran saat menanam tumbuhan dari biji.

"Akhirnya, supaya tidak ada dusta diantara kita, dari benihbunbun sendiri menyediakan fasilitas konsultasi bagi para pembeli produk," imbuhnya.

Dari proses pembuatan pun seringkali memperhatikan beberapa hal seperti membutuhkan cahaya matahari. Jika lembab, maka tanaman sudah tumbuh lebih dulu sebelum sampai ke tangan konsumen.

Namun hal tersebut tak menyurutkan semangat Azifah dalam berwirausaha. Saat ini, selain berwirausaha, dia pun tengah duduk di bangku kuliah Pasca Sarjana Biomanajemen Institut Teknologi Bandung (ITB).

(ara/ara)