Saatnya Jadi Bos

Pilot Banting Setir Jadi Tukang Bubur, Omzetnya Tembus Ratusan Juta

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 16 Jul 2021 09:30 WIB
Pilot Banting Setir Jadi Tukang Bubur, Omzetnya Tembus Ratusan Juta
Foto: Dok. Pribadi
Jakarta -

Awal pandemi COVID-19 di Indonesia membuat pemerintah mengambil keputusan untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini berdampak pada semua sektor, termasuk transportasi khususnya transportasi udara.

Ronald Darmadi yang merupakan pilot di sebuah maskapai swasta di Indonesia banting setir dengan berjualan bubur yang diberi nama Bubur Boetjin. Omzet yang dikantongi Ronald mencapai Rp 30 juta per bulan untuk pusat, Sedangkan untuk di cabang Rp 15-25 juta per bulan.

Dengan resep warisan keluarganya, Ronald dan istri mulai membuat bubur dan dijual di pinggir jalan. Namun saat itu, PSBB membuat buburnya tak ramai pembeli.

"Karena kan orang juga pada di rumah aja, jadi waktu itu kita jual nggak terlalu ramai. Akhirnya coba jual pakai aplikasi ojek online dan aplikasi lainnya," kata dia kepada detikcom, Senin (12/7/2021) lalu.

Dari yang awalnya hanya terjual 5-10 mangkok, sekarang bisa mencapai 50 mangkok dalam satu hari. Dia menyebut yang membedakan Bubur Boetjin dengan yang lainnya adalah potongan daging ayam dan daging sapi yang dicincang. Lalu ada cakwe, crunchy crispy ball, dan telur rebus.

Kendala yang dihadapi dalam proses penjualan bubur ini adalah pemasaran. Namun akhirnya Ronald memaksimalkan media sosial untuk kampanye jualannya.

Pilot Banting Setir Jadi Tukang Bubur, Omzetnya Tembus Ratusan JutaPilot Banting Setir Jadi Tukang Bubur, Omzetnya Tembus Ratusan Juta Foto: Dok. Pribadi

Sekarang, Ronald sudah memiliki 60 cabang kemitraan bubur Boetjin. Setelah pelonggaran PSBB lalu, dia sudah mulai kembali terbang.

Namun dia tak khawatir dengan operasional bisnisnya, karena sudah ada staf yang membantu dan banyak kemitraan.

Cara menjadi mitra di halaman berikutnya.