Saatnya Jadi Bos

Modal Rp 500 Ribu, Anita Jual Baju Bekas hingga Kantongi Puluhan Juta

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 31 Agu 2021 07:15 WIB
Modal Rp 500 Ribu, Anita Raup Omset Rp 40 Juta Jual Baju Bekas
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Akhir-akhir ini thrift shop populer di kalangan masyarakat khususnya kaum muda. Sesuai dengan rubrik detikFinance 'Saatnya Jadi Bos', Anita Novianti pun benar-benar menjadi bos di bisnisnya sendiri sebagai penjual baju thrift dengan nama Lapak Omah 90's.

Ketertarikan Anita untuk berbisnis di baju bekas ini ternyata berawal dari hobinya untuk thtifting (mencari baju second) dan digunakan secara pribadi. Selain karena dijual dengan harga miring, kualitas dan model pun tak kalah saing dengan merek ternama.

"Kalau ketertarikan sih, mungkin emang sebelum jualan udah tertarik aja sama barang-barang thrift ya, soalnya kan udah harganya murah model nggak akan pasaran, nah di situ sih titik yang bikin tertariknya," ujar Emon, sapaan akrab Anita saat berbincang dengan detikcom, Selasa (24/8/2021) lalu.

"Awalnya nge-thrift buat kebutuhan pribadi aja kan, nah lama-lama ternyata thrift mulai merambat nih banyak yang jualan di online, soalnya dulu kan thrift masih kaya dipandang sebelah mata ya karena barang bekasnya itu. Pas udah masuk ke online ternyata thrift naik kualitasnya, disitu mulai tertarik, ditambah harga jualnya ya lumayan tinggi dibanding harga modal (dulu)," katanya menambahkan.

Dia mengatakan, sudah menjajaki bisnis baju bekas sejak duduk di bangku kuliah tepatnya tahun 2017 di tempat tinggalnya, Kota Bandung. Namun saat itu, sempat berhenti beberapa bulan dan mulai kembali pada akhir 2018.

Modal Rp 500 Ribu, Anita Raup Omset Rp 40 Juta Jual Baju BekasFoto: Dok. Istimewa

Jatuh bangun dunia usaha pun ia lalui dari mulai semakin banyaknya saingan pedagang thrift shop hingga kendala pemasaran. Selama ini, ia mengandalkan pemasaran dari Instagram.

"Kalau sekarang harga modal udah mahal sih beda, karena makin banyak orang yang terjun di thrift shop jadi aja penjual pasar seenaknya naikin harga di pasar. Waktu awal pandemi, sulit banget dapat barang soalnya barang dari luar pada ketahan nggak bisa masuk ke sini, itu bikin dapat barang susah di pasar, terus harga mahal. Abis itu Instagram sekarang insight-nya naik turun, nah itu juga sih yang bikin sulit, soalnya penjualan bisa naik turun kalau insight lagi kacau," tuturnya.

Meski begitu, Emon dapat melalui tantangan tersebut dengan konsisten terhadap usaha thrift shop-nya. Bahkan pengirimannya pun sudah merambah ke luar daerah seperti Papua, Kalimantan, Sumatera hingga ke Aceh.

"Alhamdulillah awal pandemi rame banget (pembeli), aku bisa ngerasain sih malah ya lapakomah tuh pertama naik gara-gara Corona, bener-bener ada berkahnya banget sebenernya dari followers (Instagram) 40 ribu gitu, tiba-tiba rame sampe 100 ribu sekarang, cepet banget pokoknya," imbuhnya.

Dia menuturkan, modal awal usaha thrift shop yang ia lakoni hanya berkisar Rp 500 ribu. Kini, di usianya yang menginjak 24 tahun, ia sudah mampu meraup omzet sekitar Rp 40 juta dalam sebulan dan mempekerjakan satu orang. Dia berharap, ke depan dapat mengembangkan usahanya hingga mempunyai merek sendiri.

"Pengin punya brand sendiri, soalnya kaya nggak yakin thrift shop bakal bertahan lama, makanya kemarin-kemarin sempat mikir harus dari sekarang punya usaha lain, biar nggak fokus satu aja, kepikirannya masih di fashion sih, makanya pengin punya brand clothing sendiri," tandasnya.

Simak juga Video: Menyulap Baju Bekas dengan Teknik Tie Dye

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)