Saatnya Jadi Bos

Modal Rp 400 Ribu, Eks Karyawan BUMN Ini Raup Rp 500 Juta dari Aksesoris

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 10 Sep 2021 07:00 WIB
Resign dari BUMN, Ibu Muda Ini Jual Aksesoris Beromzet Rp 500 Juta
Foto: Dok. Elye Craft

Perjuangannya mempertahankan bisnis aksesoris dilalui dengan berbagai tantangan. Apalagi jika berhubungan dengan aksesoris akan bergantung pada kreasi dan minat pembeli. Bisnisnya pun sempat terdampak pandemi, namun berhasil bangkit dengan inovasi yang ia ciptakan hingga menjadi berkah bagi usahanya.

"Dari yang biasanya kirim 40 paket ke atas itu sehari cuman 3 dan itu benar-benar kita lagi diuji banget, tapi alhamdulillah kita harus terus inovatif cari peluang, kesempatan sekarang yang lagi banyak diminta customer dan terciptalah produk strap masker dan connector masker. Alhamdulillah meledak dan booming sampai sekarang. Pandemi jadi lebih kaya banyak hikmah dan berkahnya, benar-benar sampai bingung ngerjainnya karena banyak banget permintaan," ungkapnya.

Resign dari BUMN, Ibu Muda Ini Jual Aksesoris Beromzet Rp 500 JutaResign dari BUMN, Ibu Muda Ini Jual Aksesoris Beromzet Rp 500 Juta Foto: Dok. Elye Craft

Dia mengatakan, berbisnis di bidang kriya memiliki tuntutan untuk terus memberikan produk yang unik dan menarik. Aksesoris akan terus berkembang mengikuti zaman. Keberadaan kompetitor pun harus dijadikan sebagai acuan untuk menciptakan produk yang lebih baik.

"Tetap harus punya identitas atau keunikan tersendiri, biar gimana walaupun produk kita banyak di pasaran tapi kita kasih sesuatu yang unik biar value-nya beda sama yang lain," ujarnya.

Oleh karena itu, meski sudah mencapai omzet ratusan juta, Linda tetap menambah pengetahuannya melalui berbagai platform misalnya seperti Pinterest, Instagram atau YouTube. "Pokoknya banyak-banyak belajar, cari inspirasi, modifikasi, adaptasi dan kita keluarkan lagi barang yang baru dan unik setiap musimnya. Harus pintar membaca situasi, sekarang musimnya apa dan keluarkan produk yang banyak diminati," katanya.

Produk buatannya kini telah tersebar ke penjuru Indonesia dari Aceh sampai ke Jayapura. Aksesorisnya pun diminati di luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Taiwan, hingga Hong Kong.


(ara/ara)