Penting buat UMKM, Uang Bisnis dan Pribadi Tak Boleh Dicampur

Inkana Izatifiqa R Putri - detikFinance
Selasa, 28 Sep 2021 10:15 WIB
Ilustrasi Pengelolaan Keuangan
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Pandemi COVID-19 memberi dampak terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, termasuk ekonomi. Sebagian masyarakat pun terpaksa harus mengalami penurunan penghasilan, bahkan hingga terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Akibatnya tak jarang banyak orang yang mulai beralih membuka usaha atau bisnis demi menambah pemasukan di tengah pandemi.Tren berbisnis memang mulai bermunculan sejak pandemi mewabah di Indonesia, termasuk di kalangan anak muda.

Sebab, sebagian besar anak muda merasakan kepuasan tersendiri jika bisa menjalankan usaha dan menjadi bos untuk diri sendiri, meskipun bisnis yang dirintisnya belum besar. Meski demikian, menjalani bisnis tentunya tak selalu mulus dan mudah, terutama jika menyangkut soal keuangan.

Terkait soal keuangan, keuangan bisnis dan pribadi wajib dipisah. Melansir berbagai sumber, berikut beberapa alasan penting mengapa keuangan untuk bisnis dan pribadi tak boleh dicampur.

Lebih Mudah Atur Pajak

Memisahkan keuangan bisnis dan pribadi akan mempermudah kamu melacak pengeluaran bisnis untuk keperluan pajak. Pasalnya, memisahkan keuangan bisnis bisa mempermudah kamu melacak pengeluaran kantor mulai dari bayar listrik, sewa gedung, gaji karyawan, dan lainnya. Hal ini tentunya akan lebih mempermudah menghitung keuangan dengan benar dan tepat saat ingin membayar pajak.

Permudah Pengelolaan Dana Pinjaman

Salah satu perbedaan terbesar antara keuangan bisnis dan pribadi adalah bagaimana dana pinjaman seharusnya dapat digunakan. Di dunia keuangan, dana ini pada dasarnya mengacu pada penggunaan untuk berinvestasi. Namun, tak jarang banyak pebisnis yang kerap tergiur menggunakan dana ini untuk kepentingan pribadi. Oleh karena itu, ada baiknya kamu memisahkan keuangan bisnis dan pribadi sehingga dana ini dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis.

Lebih Efisien

Memisahkan keuangan pribadi dan bisnis tentunya akan membuat berbagai hal menjadi efisien, baik dari segi waktu maupun biaya. Dengan memisahkan keuangan bisnis dan pribadi, kamu dapat mengecek pergerakan uang masuk atau keluar secara lebih detail. Selain itu, hal ini juga akan menghemat waktu kamu dalam mengatur persoalan keuangan lainnya. Seluruh aktivitas yang berkaitan dengan keuangan seperti bayar sewa gedung, karyawan, air, dan operasional usaha lainnya pun akan semakin mudah dan teratur.

Permudah Cek Profit Bisnis

Menghitung profit atau keuntungan tentu menjadi hal penting dalam berbisnis. Kamu jadi dapat menentukan jumlah uang yang perlu diputar untuk dijadikan modal selanjutnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi kamu untuk memisahkan keuangan pribadi dan bisnis. Pasalnya, jika keduanya dipisahkan, kamu jadi lebih mudah mengecek keuntungan bisnis setiap harinya sehingga bisa membuat keputusan yang tepat saat ingin melakukan ekspansi bisnis.

Bagi kamu yang masih sulit memisahkan dan mengatur keuangan bisnis dan pribadi, saat ini telah tersedia berbagai aplikasi keuangan dengan berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan. Salah satunya seperti aplikasi Jago yang menghadirkan fitur Kantong dan Rencanakan, yang memudahkan nasabah untuk mengelola setiap kebutuhan finansialnya.

Fitur Kantong memudahkan kamu dalam memisahkan berbagai pengeluaran, baik pengeluaran usaha maupun pribadi, ke Kantong yang berbeda-beda, lalu mengalokasikan dana dan mengelolanya secara praktis. Setiap transaksi yang dilakukan tercatat jelas dan kamu bisa melihat riwayat transaksi secara detail kapan saja.

Sementara itu, fitur Rencanakan menawarkan kemudahan untuk melakukan transaksi rutin. Rencanakan juga mempermudah kamu untuk mengatur frekuensi dan otomatisasi pembayaran tagihan dan transfer, mulai dari pembayaran gaji karyawan, tagihan listrik, maintenance, dan lainnya. Dengan begitu, kamu dapat menjadwalkan transaksi yang dibutuhkan dengan mudah sehingga kamu tidak akan lupa untuk menyelesaikannya, tanpa khawatir ada transaksi yang terlewat.

Alasan lain punya akun Jago? Kamu bisa menikmati gratis biaya admin bulanan, biaya transfer antar bank dan top up e-Wallet hingga 25x per bulan. Menariknya lagi, membuka akun Jago juga tidak dikenakan minimum saldo.

PT Bank Jago Tbk juga diawasi OJK dan merupakan peserta program penjaminan LPS, serta menggunakan teknologi terdepan, seperti mulai dari biometrik, sistem enkripsi, hingga token keamanan, untuk melindungi keamanan login dan transaksi kamu. Informasi lebih lengkap dapat dilihat di sini.

Lihat juga video 'Pembawa Revolusi Digitalisasi Bukopin Untuk Mensejahterakan UMKM':

[Gambas:Video 20detik]



(ncm/ega)