Saatnya Jadi Bos

25 Tahun Ngantor, Wanita Ini Nekat Jual Keripik Pisang Beromzet Puluhan Juta

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 01 Okt 2021 06:31 WIB
25 Tahun Ngantor, Wanita Ini Jual Keripik Pisang Beromzet Puluhan Juta
Foto: Dok. Pribadi
Jakarta -

Keputusan Sofyani Mirah untuk terjun ke bisnis dibilang cukup berat. Bagaimana tidak, dia harus melepas pekerjaan yang ia geluti selama 25 tahun di sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Namun siapa sangka, keputusan ini berbuah manis. Melalui brand Bananania, warga Sleman, Yogyakarta ini menerima omzet puluhan juta dari bisnis keripik pisang aneka rasa.

Ia pun bercerita, memulai bisnis Bananania pada Mei 2019. Ia terjun ke usaha keripik pisang ini salah satunya karena permintaan suami agar dirinya tidak menghabiskan waktu untuk bekerja.

"Dulu selama 25 tahun itu saya kerja di kantor. Tapi anak saya kan tiga, sudah semakin besar, terus suami saya agak keberatan kok saya kerja terus," katanya kepada detikcom, Selasa (28/9/2021).

Dengan terjun ke dunia usaha, ia punya waktu yang dihabiskan bersama keluarga. Apalagi, ia dibantu dengan beberapa karyawan.

Pisang jadi komoditas bisnis Mirah karena ia ingin menghadirkan sebuah produk yang sehat untuk dikonsumsi. Di sisi lain, ia juga ingin memanfaatkan potensi pisang yang besar, apalagi pasokannya tidak mengenal musim.

"Jadi kalau misalnya dapat order banyak sekalipun saya tetap tidak akan kekurangan pisang," imbuhnya.

25 Tahun Ngantor, Wanita Ini Jual Keripik Pisang Beromzet Puluhan Juta25 Tahun Ngantor, Wanita Ini Nekat Jual Keripik Pisang Beromzet Puluhan Juta Foto: Dok. Pribadi

Membangun bisnis keripik pisang sebenarnya tidak butuh modal besar. Menurutnya, dengan modal Rp 5 juta saja bisnis itu bisa berjalan.

Modal Rp 5 juta itu bisa digunakan untuk membeli 1.000 kemasan di mana untuk tiap kemasannya Rp 2.000. Kemudian membeli pisang di awal 2-3 tandan per hari. Harga pisang per tandan di kisaran Rp 50-75 ribu. Modal itu juga digunakan untuk gaji karyawan.

"Terus saya butuh dana untuk bayar karyawan karena saya punya 2 karyawan. Saya butuh juga kompor, karena kan berbeda tidak boleh dicampur dapur rumah. Saya beli bumbu-bumbu sudah dengan 2 karyawan," tambahnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.



Simak Video "8 Tips Jitu Bangun Usaha Bisnis di Masa Sulit COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]