Peluang Bisnis Kandang Burung Puyuh, Omzet Bisa Puluhan Juta

ADVERTISEMENT

Peluang Bisnis Kandang Burung Puyuh, Omzet Bisa Puluhan Juta

Inkana Izatifiqa R Putri - detikFinance
Selasa, 19 Okt 2021 13:36 WIB
Ternak burung puyuh.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Dalam pembuatan kandang, alas burung puyuh menjadi hal yang paling vital. Mengingat kemiringannya harus benar-benar sesuai dan diperhatikan.

"Yang harus diperhatikan pertama itu alas untuk puyuh minimal kualitas kawat harus bagus. Itu paling vital. Terus kemiringan kandang harus pas, karena telur nanti gelinding sendiri ke depan. Kemiringannya paling bagus 5 cm. Untuk lainnya nggak terlalu vital," katanya.

Suwantono dan Muslikah memiliki usaha ternak puyuh di Kabupaten Grobogan, Jateng. Usaha mereka masih bertahan di tengah hantaman pandemi COVID-19.Suwantono dan Muslikah memiliki usaha ternak puyuh di Kabupaten Grobogan, Jateng. Usaha mereka masih bertahan di tengah hantaman pandemi COVID-19. Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Guna mengembangkan usahanya, Suwantono memanfaatkan pinjaman KUR dari BRI. Di tahun 2020, keduanya mengajukan KUR senilai Rp 50 juta untuk produksi bisnis kandang puyuh. Adapun modal tersebut mereka gunakan untuk membeli kayu, kawat, dan alat untuk membuat kandang puyuh.

"Kalau di BRI ambil KUR. Tahun 2020 mengajukan Rp 50 juta, dikabulkannya Rp 25 juta. Buat nambah modal usaha produksi kandang, beli kayu, beli kawat. Beli alat juga," ujar Muslikah.

Dalam merintis usahanya, Muslikah mengatakan dirinya juga melakukan pinjaman melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) milik PNM. Berkat permodalan ini, Muslikah mengaku terbantu untuk mengembangkan usahanya karena bunga yang kecil dan tak perlu ada jaminan.

"Pinjaman awal saat itu Rp 2 juta untuk nambah modal warung kopi dulu. Terus berlanjut pinjaman ke 2 Rp 3 juta. Sekarang sudah 3 kali, yang ketiga Rp 4 juta. Bergabung dengan Mekaar sudah 2 tahun lebih," katanya.

"Membantu dari segi menambah modal. Terus bunganya kecil. Proses pencairan cepat dan gampang. Dan nggak perlu jaminan apa-apa," pungkasnya.

detikcom bersama BRI mengadakan program Sinergi Ultra Mikro di Bandar Lampung dan Semarang untuk memantau upaya peningkatan inklusi finansial masyarakat melalui sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM dalam Holding Ultra Mikro. Holding Ultra Mikro berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan untuk peningkatan UMKM di Tanah Air. Untuk informasi lebih lengkap, ikuti beritanya di https://sinergiultramikro.detik.com/.


(prf/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT