ADVERTISEMENT

Saatnya Jadi Bos

Dulunya Pemulung, Pria Ini Kantongi Ratusan Juta dari 'Sulap' Tali Jadi Tas

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 17 Feb 2022 07:15 WIB
Dulunya Pemulung, Pria Ini Kantongi Ratusan Juta dari ‘Sulap’ Tali Jadi Tas
Foto: Dok. Pribadi
Jakarta -

Produk buatan lokal tak kalah bagusnya dengan barang dari luar negeri. Contohnya saja, tas kerajinan tangan milik Suwardi asal Ngawi, Jawa Tengah. Usahanya itu telah dibangun sejak 1996.

Suwardi bercerita produknya terbang ke seluruh Indonesia. Bahkan sempat mengirimkan anyaman ke Selandia Baru, Prancis, hingga Hawaii. Omzet tertinggi yang pernah didapat Suwardi Rp 250 juta, bahkan pernah Rp 35 juta per hari.

Namun, kesuksesannya kini dilalui tidak mudah. Suwardi bercerita dia sempat menjadi buruh pabrik, kemudian harus keluar dan sempat menjadi pemulung di Solo, Jawa Tengah.

Suwardi mengatakan pada tahun 1996, saat memulung dia menemukan sebuah seikat tali plastik atau tali packing. Nah di sinilah dia menemukan ide untuk menyulap tali itu jadi sebuah tas.

"Saya bawa pulang (tali) saya otak-atik satu minggu menjadi satu tas," katanya, saat berbincang dengan detikcom seperti ditulis Kamis (17/2/2022).

Suwardi pun berniat untuk mengembangkan ide tersebut. Dari Ngawi tempat tinggalnya, dia kembali ke Solo untuk membeli sekarung tali packing itu. Saat itu Suwardi mengaku hanya bermodal Rp 50.000, untuk membeli sekarung tali dan ongkos naik bus.

"Terus saya bawa pulang, saya buat tas sekitar 7 sampai 8 tas. Walaupun waktu itu masih bentuk keranjang saja. Belum saya jual waktu itu, cuma saya bagaimana respons orang-orang," tuturnya.

Saat itu, Suwardi berkeliling ke pasar-pasar untuk memperkenalkan tas anyamannya itu. Meski tidak dijual, tetapi jika ada yang mau beli tetap diterima "Saat itu harganya hanya Rp 2.000-2.500," ujarnya.

Masih di tahun 1996, selain di pasar Suwardi juga memamerkan tasnya di sebuah pemeran kala itu. Suwardi mengatakan ketika dipamerkan lima contoh tas buatannya, banyak orang yang tanya dan ingin membeli.

Dulunya Pemulung, Pria Ini Kantongi Ratusan Juta dari 'Sulap' Tali Jadi TasFoto: Dok. Pribadi

Untuk memenuhi pesanan, akhirnya Suwardi menjual motor bebeknya yang laku Rp 250.000. Modal itu untuk membeli bahan di Solo dan mendapatkan lima karung tali packing. Saat itu tasnya anyamannya selalu laku terjual.

"Dianyam sekarang besoknya laku, beli lagi tali Rp 500.000, buat lagi Rp 1 juta. Setiap hari naik dua kali lipat (omzetnya). Itu sendiri selama satu bulan," terangnya.

Sempat kantongi omzet tertinggi. Berlanjut ke halaman berikutnya.

Simak juga Video: Digitalisasi Perbankan Mendorong Kemudahan Ekspor UMKM

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT