ADVERTISEMENT

Saatnya Jadi Bos

Single Parent Ini 'Sulap' Sampah Eceng Gondok Jadi Cuan Puluhan Juta Rupiah

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 26 Jul 2022 16:24 WIB
Single Parent Ini ‘Sulap’ Sampah Jadi Cuan Puluhan Juta Rupiah
Single Parent Ini 'Sulap' Sampah Jadi Cuan Puluhan Juta Rupiah/Foto: Dok. Cabhi Craft
Jakarta -

Sampah bagi sebagian orang mungkin hanya limbah yang tak punya nilai sama sekali. Berbeda jika di tangan warga Kediri Agus Praptina (62), sampah dedaunan dan kain perca bisa menjadi produk bernilai jual dengan merek usaha bernama Cabhi Craft.

Ide kreatif tersebut awalnya muncul di 2014 dari kepeduliannya terhadap kain sisa hasil potongan yang biasa di tukang jahit dan sampah eceng gondok yang banyak di dekat rumahnya. Dari situ dia menjadikannya aneka kerajinan seperti beragam dompet hingga tas untuk suvenir, dan produk ecoprint lainnya.

"Limbah perca penjahit itu kan sisa potongan banyak, cukup banyak yang dibuang dan dibakar. Akhirnya saya manfaatkan untuk aneka dompet, tas ternyata banyak pasar bisa menerima. Terus tempat saya itu ada Sungai Brantas di Kediri, itu eceng gondoknya banyak sekali kalau musim hujan pasti sering banjir. Akhirnya masyarakat sekitar penyedia eceng gondoknya dia yang mencari, saya yang beli, akhirnya diterima pasar juga," kata Agus kepada detikcom, Selasa (26/7/2022).

Kepeduliannya tak hanya soal sampah, Agus juga ingin memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di lingkungan tempat tinggalnya. Ibu-ibu tersebut diberi pelatihan menjadi perajin seperti dirinya, yang kemudian dijadikan pegawai dan mitra dengan total saat ini ada 8 orang.

Profesi ini bisa dibilang sangat berbeda dengan latar belakang pendidikan Agus di bidang teknik listrik. Meski begitu, dia mengaku senang urusan jahit-menjahit dari orang tua dan pernah mengikuti kursus anyaman serta ecoprint.

"Awalnya saya buat celana kecil, baju-baju kecil saya kasih ke anak yatim piatu, anaknya pemulung, jadi saya sedekahkan. Lalu berpikir ini sebetulnya kalau dibagusi layak jual, akhirnya saya mulai menjual, saya titipkan ke toko oleh-oleh, mulai tawari lewat media sosial, tawarin ke teman-teman dari pengajian-pengajian untuk suvenir nikahan, ulang tahun," jelas Agus.

Single Parent Ini 'Sulap' Sampah Jadi Cuan Puluhan Juta RupiahSingle Parent Ini 'Sulap' Sampah Jadi Cuan Puluhan Juta Rupiah Foto: Dok. Cabhi Craft

Berkat inovasi itu, Agus mampu mengembangkan usaha yang bermodalkan hanya Rp 200 ribu. Bisnisnya berkembang hingga omzetnya rata-rata mencapai hingga Rp 20 juta per bulan.

Saat awal pandemi COVID-19, diakui bisnisnya sempat terdampak bahkan penjualan dari kerajinannya tidak ada sama sekali. Tak mau berhenti begitu saja, Agus putar otak agar tetap menghasilkan uang dengan cara membuka kursus online dari keterampilan ecoprint yang dimiliki.

"Selama pandemi penjualan memang 0 selama 2 tahun itu, tapi saya beralih ke kursus online. Selama pandemi itu ada 500 peserta kursus online ecoprint. Tapi sekarang ini sudah mulai ada produksi, habis kain 60 lembar sekitar Rp 20 jutaan per bulan," tuturnya.

Untuk penjualan, produk kerajinan tangan milik Agus sudah melanglang buana ke berbagai daerah di Indonesia seperti Kalimantan dan antar kota Kediri, Malang, Madiun, hingga Surabaya. Penjualan dilakukan melalui penitipan di pusat oleh-oleh hingga secara online.

Berkat mengubah sampah-sampah itu lah dirinya bisa menyekolahkan keempat anaknya sampai lulus kuliah seorang diri sebagai single parent. Itu juga yang menjadi salah satu motivasi Agus untuk berbisnis.

"Awalnya itu yang memotivasi saya karena saya single parent. Suami saya meninggal 2002 waktu itu dua anak saya kuliah, lalu ada yang SMP dan SD. Itu yang membuat saya termotivasi pokoknya kerja apapun dengan modal yang kecil, tapi syukur kalau bisa menghasilkan keuntungan besar. Sekarang anak sudah kerja semua," bebernya.

Agus pun memberikan tips bagi ibu-ibu yang senasib dengannya dan ingin membuka usaha. "Modal nggak hanya berupa uang menurut saya, yang penting ada kemauan. Kita baca pasar dulu, kita lihat kebutuhan pasar, baru kita menyesuaikan," ucapnya.

Sekadar informasi, harga dari hasil kerajinan tangan yang dijual Agus beragam. Seperti untuk tatakan gelas anyaman dijual Rp 7.500/pcs, vas bunga anyaman Rp 100 ribu, tas dan keranjang kecil anyaman Rp 60.000, hijab ecoprint Rp 60.000, mukena ecoprint Rp 350.000, hingga sepatu kulit ecoprint Rp 450.000.

(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT