ADVERTISEMENT

Saatnya Jadi Bos

Wanita di Bekasi Raup Omzet Puluhan Juta dari Susu Kedelai, Apa Rahasianya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 03 Agu 2022 07:15 WIB
Wanita di Bekasi Raup Omzet hingga Rp 35 Juta/Bulan dari Susu Kedelai
Wanita di Bekasi Raup Omzet Puluhan Juta dari Susu Kedelai, Apa Rahasianya?/Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Susu kedelai memiliki potensi bisnis yang besar untuk dikembangkan. Hal itu sebagaimana yang dijalani Riani Hanifah, warga Jakamulya, Bekasi yang menjalankan bisnis keluarga dengan nama Suka Susu Kedelai.

Suka Susu Kedelai telah berjalan sejak 2005. Saat ini, usaha tersebut sudah jauh berkembang dan bisa mengantongi omzet hingga puluhan juta per bulan.

Ia bercerita, usaha ini dimulai oleh kedua orang tuanya. Kala itu, orang tuanya terjun ke bisnis ini karena diajak oleh rekannya. Dia mengatakan, saat itu masih jarang orang yang terjun ke bisnis susu kedelai.

"Waktu itu masih agak jarang kita menemukan susu kedelai, jadi dia ngajak papa untuk mengenalkan susu kedelai ini," katanya kepada detikcom, Minggu (31/7/2022).

Mengolah susu kedelai, terangnya, mesti penuh kehati-hatian. Jika tidak, maka hasilnya tak sesuai dengan harapan.

"Biasanya kalau dari segi pengolahan, kalau pengolahan nggak bener, kurang bersih, itu kan mempengaruhi hasilnya. Bisa kelihatan misalkan dari segi cair atau kentalnya, aromanya," ujarnya.

Modal untuk bisnis ini sebenarnya bisa dimulai dengan biaya yang relatif kecil. Ia menjelaskan, dengan modal kurang dari Rp 100 ribu pun bisa memproduksi susu kedelai.

Wanita di Bekasi Raup Omzet hingga Rp 35 Juta/Bulan dari Susu KedelaiWanita di Bekasi Raup Omzet hingga Rp 35 Juta/Bulan dari Susu Kedelai Foto: Dok. Istimewa

Dia mengatakan, modal Rp 100 ribu itu digunakan untuk membuat satu adonan susu kedelai dengan bahan yang digunakan 1,2 kg kedelai, air satu galon atau sekitar 19 liter, gula 2 kg, garam dan pandan.

Bahan-bahan itu dengan hitungan kasar yakni kedelai 1,5 kg Rp 30 ribu, gula 2 kg Rp 28 ribu, air 1 galon Rp 4 ribu, lalu garam dan pandan Rp 10 ribu. Totalnya tak sampai Rp 100 ribu.

Adonan itu menghasilkan 19 liter susu kedelai dan bisa dijadikan lebih dari 100 kemasan plastik sederhana ukuran 180 ml.

Lanjutnya, karena tidak memakai bahan pengawet, susu kedelai ini relatif tak bertahan lama. Untuk menyiasati masalah ini, ini menerapkan sistem pre order (PO) kepada pelanggannya.

Susu kedelai yang dijual Riani saat ini terdiri dari dua kemasan, yakni plastik sederhana dan kemasan botol 250 ml. Untuk kemasan plastik, di pasaran dijual dengan harga Rp 4.000, sementara untuk kemasan botol Rp 12.000. Produk Suka Susu Kedelai dipasarkan salah satunya lewat Instagram @suka.susukedelai.

Omzet Suka Susu Kedelai bisa dibilang menggiurkan. Saat pandemi saja, bisa menembus Rp 30 juta hingga Rp 35 juta per bulan. Omzet tersebut jauh di bawah sebelum pandemi.

"(Sebelum pandemi) Itu mungkin sampai Rp 50-60 juta per bulan," ujarnya.

(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT