ADVERTISEMENT

Di Ajang Ini, RI Pamer Jurus Perbanyak Peran Perempuan Buat Ekonomi

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Minggu, 31 Jul 2022 22:00 WIB
poster
Foto: Ediwahyono
Jakarta -

Pemerintah RI telah menyiapkan berbagai rencana demi mendorong peran perempuan dalam perekonomian negeri di masa depan. Hal ini disampaikan dalam Kegiatan Plenary Meeting dan Side Event Ketiga digelar Group of Twenty (G20) EMPOWER Presidensi Indonesia di Jakarta, Selasa (26/07/2022).

Dalam kegiatan ini, Pemerintah Indonesia melalui dua kementeriannya memaparkan berbagai program penunjang mendorong kemajuan perempuan dalam dunia pendidikan serta teknologi digitalisasi, demi mewujudkan pembangunan yang inklusif, setara, adil dan berkelanjutan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan, Indonesia dan dunia sedang menghadapi transformasi digital yang mempengaruhi perubahan budaya dan mengharuskan semua pemangku kepentingan untuk terus menantang status quo. Sementara, dalam konteks sosial ekonomi, transformasi digital menghadirkan peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan taraf hidup semua negara.

"Untuk memanfaatkan manfaat ekonomi digital, perempuan perlu meningkatkan pemanfaatan teknologi dan aplikasi digital untuk memaksimalkan peluang. Teknologi yang muncul memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan pada akhirnya meningkatkan daya saing," kata Bintang melalui keterangan tertulis, dikutip Minggu (31/07/2022).

Untuk mewujudkan itu, Bintang menambahkan, perempuan dan lelaki, ke depannya diharapkan mampu bekerjasama mempromosikan kepemimpinan perempuan di sektor energi terbarukan. Yakni, dengan meningkatkan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja, khususnya di bidang STEM.

"Lalu, menciptakan tempat kerja yang ramah perempuan, memecahkan langit-langit kaca, serta melanjutkan upaya pengarusutamaan gender di segala bidang pembangunan,"katanya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia, Nadiem Anwar Makarim melalui sambungan virtualnya mengatakan, keamanan atau perlindungan terhadap perempuan juga dirasa sangat penting dalam keberlangsungan kehidupan pendidikan merdeka.

"Peran perempuan sangatlah penting dalam acara yang sangat penting ini. Mewujudkan keamanan bagi kebebasan perempuan dalam menyampaikan inspirasi adalah yang utama," ungkap Nadiem.

Lebih lanjut Nadiem menjelaskan, kementeriannya sudah memiliki aturan untuk melindungi perempuan dan memerangi pelecehan seksual di tempat pendidikan atau kampus-kampus di Indonesia. Lewat aturan tersebut, Kemendikbud Riset dan Teknologi, memberikan pemulihan dan perlindungan pada korban dan memberikan sanksi kepada pelaku.

"Kami juga selalu membuka pintu berkolaborasi lintas sektor, melalui Kampus Merdeka kami memberikan akses setinggi dan seluas-luasnya terutama bagi perempuan, untuk menggabungkan dunia usaha dan pendidikan," ujar Nadiem.

Perlu diketahui pula, Aliansi G20 untuk Pemberdayaan dan Kemajuan Representasi Ekonomi Perempuan atau singkatnya, G20 EMPOWER ini diluncurkan di tahun 2019, dimaksudkan untuk menyatukan para pemimpin senior dari dunia bisnis dan pemerintahan dari 28 negara yang tergabung di G20 dan negara-negara tamu.

"G20 Empower adalah aliansi sektor swasta dan pemerintah untuk memberdayakan dan mewakili kemajuan dan peran perempuan di sektor bisnis, serta berfokus pada advokasi untuk meningkatkan dan memperkuat posisi kepemimpinan perempuan di sektor swasta dan publik, hal ini juga sejalan dengan Brisbane Goals (2014) hasil dari pertemun KTT pemimpin negara negara G20 di Brisbane tahun 2014," tutur Rina.

Menurutnya, tugas dan tujuan yang diberikan kepada aliansi pemberdayaan menjadi semakin mendesak, mengingat pandemi Covid-19 yang secara drastis mengekspos dan memperkuat kesenjangan gender yang sudah ada sebelumnya.

Tantangan tersebut juga telah menyebabkan perubahan struktural dalam dunia kerja dan bisnis saat ini dan di masa depan di seluruh sektor. Hal tersebut membawa dampak lebih berat bagi perempuan dan anak perempuan.

"Kami mencoba mengeksplorasi praktik dan kebijakan terbaik yang dapat dilakukan oleh sektor swasta dan pemerintah untuk meningkatkan posisi mereka dalam mendukung, mempercepat, dan meminimalkan tantangan posisi perempuan di dunia kerja dan bisnis terutama pasca-Covid," kata Co-Chair G20 EMPOWER 2022 Rinawati Prihatiningsih.

"Dua topik utama yang akan dibahas terkait dengan latar belakang ini. Pertama adalah mengenai bagaimana meminimalkan kesenjangan gender dalam pemanfaatan digital. Kedua adalah pemberdayaan dan kesiapan perempuan untuk ekonomi masa depan," lanjutnya.

Selain kegiatan Side Event ketiga, Rinawati menambahkan, dalam kegiatan ini juga dilakukan paparan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, tentang percepatan transformasi digital yang Inklusif, memberdayakan dan berkelanjutan.

Rinawati menambahkan, acara dilanjutkan dengan paparan dari sektor swasta asal Italia, Roberta. Roberta menyebutkan, tenaga kerja perempuan memang dibutuhkan dalam ranah digital karena memberikan dampak positif terhadap perekonomian, membawa lebih banyak keragaman & inklusivitas terhadap ekosistem, dan tentu saja mendukung pemberdayaan perempuan, agar dapat terus berperan aktif dalam masyarakat.

"Ketiga, presentasi dari knowledge partners BCG Jakarta, yang disampaikan oleh Lenita Tobing, memotret persona perempuan sesuai dengan pekerjaan dan usahanya, usulan kurikulum untuk peningkatan keterampilan, dan rencana aksi untuk menciptakan lingkungan yang inklusif bagi perempuan untuk mengembangkan keterampilan masa depan mereka," kata Rinawati.

Singkatnya, ia menambahkan, tindakan kolektif dari semua pemangku kepentingan diperlukan untuk memastikan pengembangan keterampilan perempuan dan ketahanan digital.

"Rangkuman dari semua temuan utama selama tiga pleno terakhir, kami kemudian akan dipresentasikan di Ministerial Conference on Women's Empowerment, yang akan berlangsung di Bali bulan depan, di depan setiap menteri yang bertanggung jawab untuk pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender di negara-negara G20," ujarnya.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT