Rahasia Sukses Ngadimin, Dagang Mi Ayam Omzet Tembus Puluhan Juta

ADVERTISEMENT

Saatnya Jadi Bos

Rahasia Sukses Ngadimin, Dagang Mi Ayam Omzet Tembus Puluhan Juta

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Sabtu, 27 Agu 2022 08:00 WIB
mi ayam
Ilustrasi/Foto: dok. DetikFood
Jakarta -

Pandemi Covid-19 yang menerpa membuat perekonomian masyarakat terguncang, tidak hanya di dalam negeri tetapi di seluruh dunia. Hal inilah yang membuat para pebisnis memutar otak untuk tetap mempertahankan usahanya dengan merambah jalur digital.

Adalah Ngadimin yang mengembangkan usahanya lewat digitalisasi. Pria yang akrab disapa Amin ini merupakan pemilik usaha Mie Ayam Garuda di kawasan Kota Tangerang. Kini, berkat bantuan jasa transportasi online, ia berhasil meningkatkan omzetnya hingga ribuan kali lipat.

"Dulu pas awal usaha malah cuma Rp 50 ribuan. Wah kecil sekali. Itu sebelum ikut Grab Food. Sekarang syukurnya, udah bisa di Rp 1,5 juta per hari," ujar Amin kepada detikcom, saat ditemui di acara Kopdar UMKM Nasional di Jakarta, Jumat (26/8/2022).

Dia bilang, dia merasa sangat terbantu dengan akses informasi dan digitalisasi yang saat ini telah berkembang pesat. Apalagi, ia membuka usahanya di masa pandemi, di mana ia kesulitan memperoleh pembeli secara offline.

"Saya buka usaha di 2020, dan pas awal pandemi. Dan saat itu sulit sekali dapat pembeli. Sekarang saya aja onlinenya masih 90% (pembeli). Jadi pasarnya offline kurang," tambahnya.

Menurutnya, usaha kecil memiliki peluang yang kecil pula apabila tidak memiliki modal untuk marketing hingga dapat dikenal orang. Oleh karena itu, ia merasa sangat terbantu dengan menjadi mitra jasa transportasi.

"Ya siapa sih yang kenal produk saya, nggak punya modal buat marketing buat promo. Dan pelanggan saya juga rata-rata jauh dari lokasi kios. Mereka tahunya dari mana? Ya dari aplikasi itu," ujar Amin.

Amin bercerita tentang awal mula dirinya membuka usaha Mi Ayam ini dengan modal minus setelah resign dari kantornya di tahun 2019. Bahkan, dirinya sempat terjebak utang pinjaman online (pinjol). Bermodal dapur di rumahnya dan peralatan seadanya, ia memulai bisnis ini setelah resign dari kantornya pada 2019.

"Kalau orang bilang modal dari nol, kalau saya dari minus. Saya dari minus karena dari nggak punya tabungan, punya utang, nekat mau buka usaha," kata Amin.

"Saya cuma punya alat masak di rumah kayak kompor, panci, saya butuh modal untuk mi nya aja. Itu sekitar Rp 500 ribu. Diputerin itu, Kalau buat sewa tempat nggak mampu itu," tambahnya.

Sebagai pedagang yang baru berjalan selama dua tahun, ia merasa berdagang dengan sistem online membuatnya lebih berani mengembangkan usahanya.

"Usaha baru, produk nggak ada yang kenal, dengan online ini jadi berani. UMKM nggak ada istilahnya nggak laku. Asal produknya bagus, dipasarkan di online, maju gitu produknya.

Lebih lanjut, Amin menyampaikan beberapa tips dalam memulai usaha. Menurutnya yang terpenting ialah keyakinan terhadap usaha yang mau dijalankan.

"Satu yakin. Sukai, mau usaha apa aja sukai dulu. Kedua cari produk yang beda dan punya keunggulan. Itu salah satu yang penting juga apalagi di online," kata Amin.

"Kalau produk kita nggak ada keunggulan, kita akan kalah juga," tambahnya.

Namun demikian, usaha yang dilakukan secara online juga tidak semata-mata akan terus maju. Tanpa kreativitas dan inovasi, tentu akan sulit mempertahankan jalannya bisnis tersebut.

"Kita harus kreatif dan pinter-pinter pikirin produknya. Banyak banget pesaing, harus inovasi lah produknya," katanya.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT