ADVERTISEMENT

Perbedaan Utama Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA)

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Sabtu, 17 Sep 2022 05:00 WIB
Group of people working at a chicken factory doing quality control
Foto: Getty Images/andresr
Jakarta -

Quality control (QC) dan quality assurance (QA) adalah bagian dari rencana manajemen mutu suatu perusahaan atau organisasi. Pelaksanaan QC dan QA yang efektif, akan memberikan kontribusi yang besar bagi keberhasilan suatu proyek.

Masih ada beberapa orang yang mungkin bingung, dalam mengartikan istilah pengendalian mutu atau kontrol kualitas (QC) dengan jaminan kualitas (QA). Apa perbedaan dari quality assurance dan quality control?

Pengertian Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA)

Dikutip dari e-journal Universitas Atma Jaya Yogyakarta, quality control (QC) adalah seluruh rangkaian kegiatan yang secara efektif, digunakan untuk mengembangkan, melestarikan dan meningkatkan kualitas dari suatu produk. Tujuan pelaksanaan QC yaitu untuk memastikan kualitas produk yang akan diperjualbelikan sudah sesuai dengan standar perusahaan.

QC juga diartikan sebagai bagian dari manajemen mutu, yang berfokus untuk meyakinkan bahwa persyaratan mutu akan dipenuhi. Umumnya, profesi dalam bidang quality control kerjanya memonitor seluruh rangkaian proses dalam produksi produk hingga bertanggung jawab untuk dokumentasi inspeksi produk.

Sedangkan, quality assurance (QA) adalah setiap proses sistematis untuk menentukan, apakah suatu produk/layanan memenuhi persyaratan yang ditentukan. QA lebih fokus pada prosedur dan proses.

Menurut laman TechTarget, QA bertujuan untuk membantu memastikan bahwa perusahaan atau organisasi membuat dan mengirimkan produk yang baik dan bebas dari cacat, sehingga memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan.

Profesi quality assurance bekerja untuk melakukan monitoring dari serangkaian uji produk, untuk upaya memberi suatu jaminan kualitas produk yang dipasarkan sudah memenuhi semua standar. Selain itu, peran QA juga bertanggung jawab untuk membandingkan hasil yang diprediksi dengan hasil aktual. Pekerjaan ini digunakan untuk pengujian konstan.

Jadi, QA merupakan praktik manajemen proaktif, yang digunakan untuk memastikan tingkat kualitas yang dinyatakan. Tanpa adanya QA, mungkin akan banyak ketidakpuasan dari pelanggan atau penolakan pasar terhadap produk.

Melakukan QA di awal proyek merupakan cara untuk mengurangi risiko yang telah diidentifikasi selama fase spesifikasi. Untuk menerapkan sistem QA, hal pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan standarisasi.

Perusahaan perlu mempertimbangkan keuntungan dan pengorbanan dari setiap pendekatan. Misalnya, dengan mengurangi biaya, atau meminimalkan kesalahan.

Selain itu, manajemen juga harus bersedia menerapkan perubahan proses serta bekerja sama untuk mendukung sistem QA dan menetapkan standar kualitas.

Contoh pelaksanaan QA biasanya digunakan oleh industri:

1. Produksi makanan

Dalam hal ini, QA bisa dilakukan menggunakan sistem sinar-X untuk mendeteksi kontaminan fisik dalam proses produksi makanan. Sistem sinar-X akan memastikan kontaminan itu dihilangkan, sebelum produk dipasarkan.

2. Manufaktur

Dalam industri ini, produsen perlu memastikan bahwa produk rakitan yang dibuat tidak ada cacat. Selain itu, produk yang dihasilkan juga bisa memenuhi spesifikasi dan persyaratan produk yang ditentukan.

3. Farmasi

Bidang farmasi akan menggunakan pendekatan QA yang berbeda, pada setiap tahap pengembangan obat. Proses QA dalam farmasi yaitu termasuk meninjau dokumen, menyetujui kalibrasi peralatan, meninjau catatan pelatihan, meninjau catatan manufaktur serta menyelidiki pengembalian pasar.

Perbedaan Utama QA dan QC

Dalam mencapai kesuksesan dalam suatu proyek, suatu perusahaan membutuhkan QA dan QC. Walaupun QA dan QC adalah konsep yang saling terikat, keduanya memiliki perbedaan.

Contoh QA dan QC:

Dalam bidang pengembangan perangkat lunak, praktik QA dilakukan untuk mencegah kode atau produk yang tidak berfungsi, sementara QC akan mengimplementasikan pengujian dan pemecahan masalah untuk memperbaiki kode.

Dengan kata lain, jika disimpulkan dari penjelasan QC dan QA, berikut adalah beberapa perbedaan QC dan QA:

  1. Dilansir laman dialog.com.au, QC digunakan untuk memverifikasi kualitas output, sedangkan QA merupakan proses mengelola kualitas suatu produk.
  2. QC berfokus pada inspeksi (pemeriksaan) untuk menemukan cacat dan memverifikasi kesalahan di hasil akhir produk, sementara QA lebih fokus ke rangkaian proses sistematis untuk memastikan suatu produk memenuhi persyaratan.
  3. QA memberikan pedoman keseluruhan yang digunakan di mana saja, sementara QC merupakan semua kegiatan yang dirancang untuk menentukan tingkat kualitas.
  4. QC mencakup semua teknik maupun kegiatan operasional yang digunakan untuk memenuhi persyaratan kualitas, sementara QA merupakan persyaratan atau langkah penting yang harus dilakukan, untuk mengirimkan produk yang berkualitas.
  5. Perencanaan QA dilakukan pada awal proyek, yang mengacu pada spesifikasi perangkat lunak dan standar industri atau perusahaan, sedangkan QC akan mengecek ulang kualitas dari perangkat tersebut sebelum dirilis.
  6. QA adalah hasil dari kegiatan perencanaan inspeksi dan pengujian, pemilihan alat, pelacakan cacat hingga metode dan proses pelatihan orang-orang yang dipilih, sedangkan QC adalah sarana atau tempat reaktif di mana kualitas diukur dan dipantau.

Itu tadi penjelasan dari perbedaan dari quality assurance (QA) dan quality control (QC). Detikers, jadi paham kan jawaban dari perbedaanya keduanya?



Simak Video "Mengenal Bagan, Alat Tangkap Ikan Nelayan Anambas"
[Gambas:Video 20detik]
(khq/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT