ADVERTISEMENT

Cermati Kelemahan Usaha Roti dan Cara Mengatasinya

Stefani Ditamei - detikFinance
Senin, 19 Sep 2022 17:55 WIB
Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) bagi UMKM Rp 2,4 juta sudah disalurkan. Namun sejumlah pelaku UMKM mengaku belum mendapat sosialisasi.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Artikel ini akan membahas tentang kelemahan usaha roti beserta cara untuk mengatasinya. Meski menjalankan bisnis atau usaha kerap dikaitkan dengan keuntungan, kita juga harus sigap mengetahui kelemahannya.

Mengetahui kelemahan usaha roti diperlukan untuk meminimalisir terjadinya kerugian dan hal-hal yang tidak terduga.

Lantas, jika kita menjalankan usaha roti, apa saja kelemahannya dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya di bawah ini!

Mengenal Bisnis Usaha Roti

Pola konsumsi yang semakin bertambah memicu timbulnya banyak usaha kuliner. Salah satunya yang populer adalah usaha roti. Menurut buku Bisnis Roti oleh Eddy Setyo Mudjajanto dan Lilik Noor Yuliati, roti yang dijual pada umumnya diwarnai dengan banyaknya variasi rasa, warna, maupun asal daerah dan negara.

Dalam pengembangan usaha, prospek bisnis usaha roti seringkali digarap oleh pengusaha skala UKM (Usaha Kecil Menengah). Perkembangan usaha roti dengan skala usaha kecil-menengah memiliki prospek yang cukup baik dengan potensi pasar yang mendukung.

Selain itu, bisnis usaha roti memiliki keunggulan sebagai berikut:

  • Manajemen usaha yang cenderung mandiri dan fleksibel. Selain itu, usaha roti skala kecil tidak membutuhkan waktu yang lama dalam pengambilan keputusan sehingga mudah beradaptasi dengan lingkungan manapun.
  • Adanya hubungan yang terjaga baik dengan konsumen/pelanggan.
  • Modal yang relatif kecil dan biaya overhead yang rendah.
  • Adanya hubungan personal dengan pekerja intensif.
  • Pembuatan produk roti dapat dilakukan dengan teknologi sederhana.
  • Tidak membutuhkan persyaratan tenaga kerja yang ketat.
  • Industri usaha roti skala UKM sering mendapatkan prioritas bantuan dari pemerintah.

Masih banyak lagi keunggulan yang dimiliki industri usaha roti skala kecil. Terlebih jika industri tersebut berkembang menjadi menengah ke atas. Meski demikian, terdapat kelemahan usaha roti yang harus diketahui terlebih dahulu supaya bisnis berjalan dengan baik.

4 Poin Terkait Kelemahan Usaha Roti

Berikut ini adalah penjelasan tentang kelemahan usaha roti yang sebaiknya Anda ketahui. Kelemahan tersebut di antaranya adalah:

Target Pasar yang Tidak Spesifik

Salah satu kelemahan usaha roti adalah adanya target pasar yang tidak spesifik. Menurut buku Panduan Lengkap Memulai dan Mengelola Usaha di Rumah oleh TransMedia, konsumen roti dan kue pada umumnya tidak terbatas usia. Banyak usaha roti yang sekadar menargetkan warga atau tetangga sekitar sebagai target pasarnya. Itulah sebabnya, riset pasar dibutuhkan untuk membantu aktivitas yang meningkatkan keuntungan dan penjualan.

Perlu juga diingat bahwa target pasar ditujukan kepada orang atau kelompok usaha yang memiliki potensi untuk membeli suatu produk. Untuk mengatasinya, Anda membutuhkan riset pasar untuk memilih target konsumen dengan benar.

Inovasi yang Tidak Berkembang

Selanjutnya, kelemahan usaha roti bisa terjadi jika tidak ada inovasi yang berkembang. Hal ini dikarenakan adanya perasaan cepat puas dan jarang melakukan pembaharuan usaha (inovasi).

Padahal, inovasi menjadi salah satu cara untuk mempertahankan usaha roti mampu bertahan dan bersaing dengan kompetitor lainnya.

Masa Simpan Roti yang Sebentar

Roti adalah produk yang mudah basi atau expired. Hal tersebut turut dipengaruhi dengan bahan baku saat pembuatan dan cara penyimpanannya. Masa simpan roti yang sebentar mengharuskan pengusaha roti membuat dan menjual yang baru jika roti sudah dalam keadaan tidak baik.

Itulah sebabnya, menjual roti harus dilakukan secara cepat karena masa penyimpanannya cenderung singkat.

Keterbatasan Alat

Keterbatasan alat juga menjadi salah satu kelemahan usaha roti. Untuk menghasilkan roti yang berkualitas dan tahan lama membutuhkan alat yang mumpuni. Alat operasional yang terbatas menyebabkan bahan baku tidak terolah seluruhnya, sehingga lebih boros dan menimbulkan potensi kerugian.

Jika alat yang digunakan cenderung optimal dan lengkap, produksi roti dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan roti yang berkualitas. Untuk mengatasinya, kelengkapan alat menjadi salah satu yang sebaiknya dipenuhi saat menjalankan usaha roti.

Selain 4 poin di atas, kelemahan usaha roti juga terletak pada manajemen yang kurang profesional, lemahnya peluang pasar dan pembukuan, dan sebagian memiliki keterbatasan dalam memperoleh modal tambahan.

Demikian informasi tentang kelemahan usaha roti beserta cara mengatasinya. Semoga bermanfaat dan menjadi pengetahuan bagi Anda yang berminat untuk menjalankan usaha roti.

Mengetahui kelemahan usaha mendorong kita untuk lebih cermat dan berhati-hati saat memulai bisnis.



Simak Video "Garuda Indonesia Ajukan Prosedur Pailit ke Pengadilan AS"
[Gambas:Video 20detik]
(des/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT