ADVERTISEMENT

Cara Membuat Rencana Kerja Marketing, Jangan Lupa Riset Dulu

Adelaide Wreta - detikFinance
Selasa, 20 Sep 2022 14:03 WIB
Ilustrasi rencana kerja marketing.
Foto: Headway/Unsplash
Jakarta -

Marketing merupakan proses dalam perusahaan yang akan selalu dibutuhkan untuk meningkatkan pembelian dan keuntungan yang bisa diraih perusahaan. Agar tidak salah menerapkan marketing, Anda akan memerlukan rencana kerja marketing atau marketing plan yang matang. Simak artikel berikut ini untuk penjelasannya!

Apa Itu Marketing Plan

Mengutip smkbahagia.sch.id, marketing plan adalah perencanaan terkait sumber daya pemasaran untuk mencapai tujuan pemasaran yang ditargetkan. Marketing plan bisa juga dikatakan sebagai proses sistematis dalam perancangan dan pengkoordinasian keputusan marketing.

Sementara itu, para ahli seperti Mc Donald menjelaskan marketing plan sebagai proses manajemen yang mengarah pada perencanaan pemasaran. Berikut adalah langkah-langkah yang diperlukan dalam melakukan riset pasar:

  • Mengidentifikasi masalah
  • Mengumpulkan data
  • Menganalisis dan menafsirkan data
  • Menarik kesimpulan dan melakukan tindakan

Riset Sebelum Membuat Rencana Kerja Marketing

Sebelum membuat rencana kerja marketing atau marketing plan, Anda perlu melakukan sejumlah riset. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan, misalnya trik marketing yang terlalu mirip dengan pesaing sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Adapun empat riset yang perlu dilakukan yaitu:

1. Ketahui Pesaing Anda

Menurut tas-consultaria.com, penting bagi Anda untuk mencari informasi tentang kinerja pesaing, target konsumen yang mereka layani, bagaimana mereka berkomunikasi dengan targetnya, bagaimana mereka menyajikan produknya, dan hasil apa yang mereka capai.

Pada riset ini, Anda akan memerlukan:

  • Informasi yang bisa digunakan dalam strategi Anda.
  • Mengantisipasi tren pasar dan langkah pesaing Anda selanjutnya.
  • Mengidentifikasi peluang untuk penentuan posisi dan keunggulan kompetitif.
  • Mengidentifikasi partisipasi dan tempat Anda di pasar.

2. Jalankan Analisis SWOT

Riset selanjutnya yang perlu dijalankan adalah analisis SWOT, yaitu perencanaan yang mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek. Berikut rinciannya:

  • Strength: Keunggulan yang dimiliki.
  • Weakness: Apa yang perlu diperbaiki atau dikembangkan lagi.
  • Opportunities: Kesempatan yang dapat dimanfaatkan dalam marketing.
  • Threats: Faktor eksternal seperti apa yang mengganggu usaha.

Kembangkan Buyer Persona

Setelah menentukan target audiens, langkah selanjutnya adalah masuk ke dalam definisi strategis. Untuk melakukan ini, Anda dapat memulainya dengan positioning, yang harus didefinisikan untuk setiap audiens target.

Mendefinisikan posisi Anda di pasar berarti memikirkan berbagai cara konsumen dalam mempersepsikan perusahaan. Positioning berkontribusi pada penciptaan citra yang unik dan luar biasa di benak publik.

Positioning tidak hanya berbicara tentang atribut Anda sebagai perusahaan atau tentang produk dan layanan yang ditawarkan: harga, ukuran, kualitas, desain, tetapi juga berfokus pada aspek subjektif, seperti nilai dan makna yang terkait dengan merek. Penting untuk mempelajari pesaing Anda dengan sangat baik agar dapat membedakan diri dari mereka.

Oleh karena itu, ketika membuat rencana pemasaran untuk perusahaan, positioning harus tercermin dalam iklan, konten, dan identitas visual yang dibuat, serta titik kontak dengan konsumen. Dengan begitu, mereka akan mengasimilasikan citra perusahaan Anda sesuai dengan yang ingin disampaikan.

Buat Parameter Anggaran

Riset keempat adalah membuat parameter anggaran. Hal ini meliputi peralatan yang perlu disiapkan hingga berapa banyak yang perlu diinvestasikan dalam menjalankan setiap strategi.

Enam pengeluaran dasar berikut ini dapat menjadi pertimbangan:

  • Mempekerjakan karyawan.
  • Akuisisi alat.
  • Pelatihan karyawan.
  • Kampanye iklan.
  • Mempekerjakan jasa tertentu.
  • Biaya internet, listrik, hingga telepon.

Marketing sendiri dikenal sebagai salah satu bidang termahal bagi perusahaan sehingga setiap investasinya harus direncanakan dengan baik untuk menghindari kerugian.

Cara Membuat Rencana Kerja Marketing

Setelah melakukan berbagai riset, Anda dapat melanjutkannya ke tahap pembuatan rencana kerja marketing. Riset yang telah dilakukan sebelumnya akan menjadi pedoman Anda dalam membuat rencana kerja marketing. Cara membuatnya yaitu:

1. Identifikasi Misi Bisnis

Langkah pertama adalah mengidentifikasi misi atau tujuan perusahaan. Hal ini diperlukan untuk menyelaraskan tujuan dengan realitas bisnis dan tuntutan pasar agar tepat dalam menargetkan audiens.

Gunakanlah metodologi SMART (Specific, Measureable, Attainable, Relevant atau Realistic, dan Time Based) untuk mengidentifikasi tujuan usaha.

Dengan metode ini, tujuan menjadi jelas baik untuk Anda maupun untuk tim. Tujuan yang ambigu seperti menjual lebih banyak atau mendapatkan banyak pengikut tidak dapat mendorong usaha untuk memaksimalkan potensi marketingnya. Berikut adalah contoh tujuan usaha yang dapat diterapkan:

  • Menghasilkan 1.000 pembelian e-commerce dalam 1 tahun.
  • Meningkatkan tingkat partisipasi sebesar 15%.
  • Meraih 1.000 pengikut dalam 6 bulan.

2. Tentukan Kekuatan dan Kelemahan

Setiap marketing plan dimulai melihat internal perusahaan. Rangkumlah situasi perusahaan yang sedang terjadi, mulai dari struktur, jumlah karyawan, volume penjualan, hingga sumber daya yang tersedia. Analisislah kekuatan dan kelemahan perusahaan hingga peluang dan ancaman yang ada di lingkungan. Dengan kata lain, penerapan analisis SWOT.

Analisis menyeluruh terhadap perusahaan memastikan bahwa rencana tersebut sejalan dengan realitas bisnis, sesuai dengan anggaran, dan selaras dengan keputusan perencanaan strategis untuk memenuhi tujuan.

3. Jelaskan Sasaran Pembeli

Setelah menganalisis pasar dan pesaing yang ada, Anda memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menentukan target audiens yang ingin dijangkau strategi Anda.

Penentuan target audiens dapat dilakukan dengan segmentasi konsumen berdasarkan karakteristik umum dan mengidentifikasi mereka yang kebutuhannya selaras dengan apa yang ditawarkan perusahaan. Setelahnya, pelajari perilaku dan pertanyaan dasar yang sering mereka tanyakan untuk meningkatkan pengalaman mereka dalam berinteraksi dengan perusahaan.

4. Tentukan Pola Siklus Pembelian

Mengutip plannuh.com, siklus pembelian adalah proses lengkap yang dilakukan pelanggan saat membeli produk atau layanan dan cenderung berulang. Mengoptimalkan situs web Anda untuk siklus pembelian dapat menjadi kunci. Berikut adalah tahapan dalam siklus pembelian:

  • Tahap Kesadaran: Pembeli menyadari adanya masalah atau kebutuhan.
  • Tahap Pertimbangan: Pembeli mendefinisikan masalah dan mencari opsi.
  • Tahap Keputusan: Pembeli membandingkan penjual dan memilih penjual yang tepat untuk mereka.
  • Pembelian Ulang: Ketika masalah atau kebutuhan muncul lagi, proses yang sama pun terjadi.

Sehubungan dengan siklus pembelian untuk produk atau layanan spesifik yang Anda jual, pertimbangkan pertanyaan berikut ini:

  • Berapa lama siklus pembelian biasanya berlangsung?
  • Berapa banyak titik sentuh pemasaran yang biasanya terlibat?
  • Berapa banyak edukasi dan pemasaran top-of-funnel yang terlibat?

5. Identifikasi Unique Selling Proposition (USP)

Menurut bdc.ca, titik penjualan yang unik (USP) mendefinisikan satu atau dua kalimat singkat yang membuat suatu perusahaan lebih baik daripada pesaingnya. Hal yang menjadi poin utama adalah mengapa pelanggan harus membeli dari perusahaan Anda.

USP Anda akan menginformasikan semua aktivitas bisnis, termasuk penciptaan merek, slogan, mengembangkan serta menjelaskan produk dan layanan baru, dan bagaimana Anda berinteraksi dengan pelanggan Anda.

USP Anda membutuhkan kedalaman yang selaras dengan nilai-nilai bisnis dan strategi pertumbuhan Anda. Yang paling penting, USP ditentukan untuk mengedepankan kebutuhan pelanggan.

6. Jelaskan Merek Anda

Cara selanjutnya dalam pembuatan marketing plan adalah menjelaskan merek perusahaan yang disebut juga sebagai positioning, yaitu kemampuan untuk mempengaruhi persepsi konsumen dan bagaimana hal itu dibedakan dari pesaing.

Penting untuk mengetahui posisi merek Anda dalam industri yang begitu banyak pesaing. Hal ini berkaitan dengan USP atau Unique Selling Proposition yang dikembangkan perusahaan.

7. Tentukan Saluran Pemasaran

Saluran pemasaran adalah ketika bisnis bekerja dengan pihak ketiga atau mitra saluran pemasaran untuk mendistribusikan produk atau layanannya. Berkolaborasi dengan pihak lain berpotensi lebih ekonomis dan meningkatkan kesadaran konsumen terhadap suatu merek. Beberapa jenis mitra saluran pemasaran yang umum meliputi pengecer, afiliasi, distributor, konsultan, dan agen.

8. Lacak Pengukuran Melalui KPI

Langkah kedelapan adalah melacak pengukuran kinerja melalui KPI. KPI bertanggung jawab untuk memberitahu jika Anda berada di jalur yang benar atau telah mencapai tujuan yang ditetapkan dalam rencana Anda.

KPI dapat menunjukkan bahwa suatu rencana berhasil dijalankan sehingga membantu mendeteksi penyesuaian yang mungkin dilakukan untuk meningkatkan hasil atau jika Anda menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan.

9. Mengembangkan Strategi Pemasaran

Langkah terakhir adalah mengembangkan strategi pemasaran. Ada ribuan strategi pemasaran yang dapat segera diimplementasikan, terutama dalam bentuk online. Namun, penting untuk menentukan strategi pemasaran sebijak mungkin dan disesuaikan dengan selera audiens. Setiap perusahaan dapat memiliki strategi pemasaran yang berbeda-beda, tergantung dengan selera audiens.

Beberapa contoh strategi pemasaran adalah berikut:

  • Blog
  • SEO
  • Media sosial
  • Saluran video
  • Tautan bersponsor
  • Pemasaran email

Dalam marketing plan, Anda juga perlu memperhatikan hal ini:

  • Format konten mana yang akan dibuat, seperti posting blog, video, infografis, ebook, foto, atau lainnya.
  • Kuantitas marketing yang dijalankan.
  • Siapa yang akan membuat konten. Bisa dilakukan secara internal atau pihak ketiga (freelancer).
  • Saluran distribusi yang akan digunakan, seperti blog, media sosial, halaman arahan, saluran YouTube, atau lainnya.

Itulah sembilan cara atau langkah yang perlu dijalankan dalam membuat marketing plan atau rencana kerja marketing. Sebelum menetapkan suatu rencana marketing, ada baiknya untuk melakukan sejumlah riset terlebih dahulu, seperti mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, menganalisis serta menafsirkan data, serta menarik kesimpulan dan melakukan tindakan.

Riset ini diperlukan untuk menghindari kerugian yang ditimbulkan dari perencanaan pemasaran.



Simak Video "Mengenal Bagan, Alat Tangkap Ikan Nelayan Anambas"
[Gambas:Video 20detik]
(des/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT