ADVERTISEMENT

Relationship Marketing: Tujuan, Manfaat, dan Strategi Penerapan

Debora Danisa Kurniasih Perdana Sitanggang - detikFinance
Jumat, 23 Sep 2022 10:30 WIB
Ilustrasi relationship marketing.
Foto: Campaign Creators/Unsplash
Jakarta -

Relationship marketing merupakan salah satu upaya marketing yang berfokus pada membangun hubungan (relationship) yang bersifat jangka panjang. Relationship marketing dibutuhkan dalam menjalankan usaha karena berbagai manfaat yang bisa didapatkan, salah satunya untuk meraih loyalitas pelanggan.

Jika Anda tengah merintis usaha atau memiliki usaha yang sedang berkembang, sebaiknya jangan lupa menerapkan relationship marketing. Dalam artikel ini, kita akan membahas lengkap mengenai relationship marketing. Simak ulasan berikut ini.

Apa Itu Relationship Marketing?

Mengutip Siti Chamidah dalam jurnalnya di eprints.umpo.ac.id, relationship marketing adalah upaya membangun hubungan jangka panjang yang saling memuaskan dengan pihak-pihak kunci seperti pelanggan, pemasok, dan penyalur guna mempertahankan preferensi dan bisnis jangka panjang. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini dipahami sebagai pembinaan hubungan yang saling menguntungkan dalam kegiatan pemasaran.

Relationship marketing merupakan filosofi yang berkedudukan sebagai penyempurna dari konsep pemasaran dengan memasukkan unsur penting yakni upaya melakukan hubungan jangka panjang antara penjual dengan pelanggan. Konsep tersebut dikemukakan oleh Barnes (2003: 32) yang dikutip juga oleh Siti Chamidah dalam jurnal Relationship Marketing Sebagai Upaya Membentuk Retensi Pelanggan dan Loyalitas Pelanggan.

Tujuan Relationship Marketing

Relationship marketing dilakukan dengan tujuan utama untuk meningkatkan hubungan yang kuat antara pemasar dan pelanggan dengan cara mengkonversi atau menjadikan pelanggan yang acuh tak acuh menjadi lebih loyal. Hal tersebut dikemukakan oleh Sivesan (2012) yang dikutip dalam e-journal.uajy.ac.id.

Lebih lengkapnya, relationship marketing juga bertujuan sebagai berikut.

  • Memperkuat hubungan antara pemasar dan pelanggan serta membuat pelanggan menjadi lebih loyal.
  • Menemukan lifetime value dari pelanggan.
  • Merumuskan bagaimana agar lifetime value pelanggan dapat terus dikembangkan dan diperbesar dari tahun ke tahun.
  • Mendapatkan pelanggan baru dengan biaya yang relatif murah.
  • Menghasilkan keuntungan terus-menerus baik dari kelompok pelanggan yang sudah ada dan kelompok pelanggan baru.

Manfaat Relationship Marketing

Mengutip Yakup Durmaz dan kawan-kawan dalam jurnal The Importance and Benefits of Relationship Marketing Concept di ejbmr.org, relationship marketing secara umum memberikan manfaat untuk meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan ke level yang lebih tinggi dengan lebih mudah. Berikut sederet manfaat yang akan didapatkan perusahaan dari relationship marketing.

  • Mudah meraih customer yang potensial dan memberikan profit.
  • Lebih mudah meraih kepuasan pelanggan karena pelanggan merasa diperhatikan.
  • Memberi keunggulan bagi produk dengan iklan dari mulut ke mulut oleh pelanggan.

Strategi Penerapan Relationship Marketing

Berikut adalah beberapa tingkatan strategi penerapan relationship marketing, mengutip repository.iainbengkulu.ac.id.

1. Strategi Korporasi (Corporate Strategy)

Strategi ini mencerminkan seluruh arah perusahaan dengan tujuan menciptakan pertumbuhan bagi perusahaan secara keseluruhan dan manajemen berbagai macam bisnis produk. Strategi korporasi dibagi lagi menjadi tiga macam, yaitu:

  • Strategi pertumbuhan (growth strategy), strategi berdasarkan tahap pertumbuhan yang sedang dijalani perusahaan.
  • Strategi stabilitas (stability strategy), strategi untuk menghadapi kemerosotan pendapatan.
  • Strategi penghematan (retrenchment strategy), strategi yang dilakukan untuk memperkecil atau mengurangi usaha oleh perusahaan.

2. Strategi Bisnis (Business Strategy)

Strategi ini terjadi pada tingkat produk atau unit bisnis dan menekankan pada perbankan, posisi bersaing produk, atau jasa pada industri yang spesifik/segmen pasar tertentu. Tiga macam strategi bisnis yakni:

  • Strategi keunggulan biaya.
  • Strategi diferensiasi.
  • Strategi fokus.

3. Strategi Fungsional (Functional Strategy)

Strategi ini terjadi pada level fungsional seperti pemasaran, operasional, keuangan, dan SDM. Riset dan pengembangan strategi ini akan meningkatkan area fungsional perusahaan sehingga unggul dalam persaingan usaha.

Strategi fungsional harus mengacu pada strategi korporasi dan strategi bisnis, dengan memfokuskan pada produktivitas sumber daya yang digunakan untuk memberikan value terbaik dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Karena itu, strategi ini juga sering disebut dengan value-based strategy.

Nah, demikian penjelasan mengenai relationship marketing. Semoga bermanfaat dan dapat membantu Anda menjalankan relationship marketing untuk usaha Anda sendiri, detikers.



Simak Video "Alasan Direktur Unilever Indonesia Mengundurkan Diri"
[Gambas:Video 20detik]
(des/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT