ADVERTISEMENT

Diferensiasi Produk: Pengertian, Tujuan, Strategi dan Contohnya

Aditya Mardiastuti - detikFinance
Jumat, 23 Sep 2022 13:11 WIB
Ilustrasi diferensiasi produk.
Foto: Dennis Siqueira/Unsplash
Jakarta -

Di tengah persaingan bisnis akan banyak produk serupa yang beredar di tengah masyarakat. Oleh karena itu diperlukan diferensiasi produk agar konsumen bisa mengidentifikasi kualitas unik dari produk yang kamu tawarkan.

Strategi diferensiasi yang sukses bisa meningkatkan brand awareness atau kesadaran merek terhadap produkmu. Simak selengkapnya tentang diferensiasi produk di bawah ini ya!

Pengertian Diferensiasi Produk

Menurut Jeff Madura dalam buku Pengantar Bisnis Diferensiasi Produk yang dikutip jurnal STAIN Kudus, diferensiasi produk adalah upaya perusahaan untuk membedakan produk dari produk pesaing dalam suatu sifat yang membuatnya lebih diinginkan. Beberapa produk dibedakan oleh pesaing dari kualitasnya.

Sementara itu, Kotler dan Keller (2009) yang dikutip dalam Jurnal Universitas Sam Ratulangi Manado menyatakan diferensiasi produk adalah tindakan merancang serangkaian perbedaan yang berarti untuk membedakan tawaran perusahaan dengan tawaran pesaing. Diferensiasi produk dapat dibedakan menjadi bentuk, fitur, mutu kinerja, mutu kesesuaian, daya tahan, keandalan, dan mudah diperbaiki.

Tujuan Diferensiasi Produk

Tujuan diferensiasi produk yaitu:

  1. Membuat perbedaan suatu produk dengan mengembangkan atau memodifikasi sebuah produk.
  2. Menciptakan keunggulan kompetitif atau membuat produk lebih unggul dari alternatif yang ada di pasar.
  3. Berfungsi sebagai katalis dalam proses pengambilan keputusan pembelian konsumen.
  4. Meningkatkan peluang loyalitas merek dan pertumbuhan bisnis.

Strategi Diferensiasi Produk

Mengutip Lonely Enterpreneur dan ProductPlan, berikut strategi diferensiasi produk:

1. Diferensiasi Produk

Menciptakan produk dengan fitur, perfoma, atau efikasi yang lebih baik. Jenis diferensiasi ini sangat mudah ditiru kompetitor dan seringkali berumur pendek.

2. Diferensiasi Servis

Diferensiasi layanan tidak hanya mencakup pengiriman dan layanan pelanggan, tetapi semua elemen pendukung bisnis lainnya seperti pelatihan, pemasangan, dan kemudahan pemesanan.

3. Diferensiasi Distribusi

Saluran distribusi yang dipilih harus bisa menyediakan cakupan atau ketersediaan, akses langsung ke ahlinya, kemudahan pemesanan, dan layanan servis teknis kepada customer yang lebih unggul.

4. Diferensiasi Horizontal

Diferensiasi horizontal mengacu pada diferensiasi apapun yang tidak terkait dengan kualitas atau harga produk. Pelanggan memilih produk atau merek sesuai dengan preferensi pribadi.

5. Diferensiasi Vertikal

Dengan diferensiasi vertikal ini produk dibedakan dengan harga dan kualitas. Namun, jika harga kedua produk sama, salah satu akan dianggap terbaik karena kualitas yang dirasakan.

6. Diferensiasi Campuran

Diferensiasi campuran lebih kompleks dan melibatkan faktor-faktor diferensiasi vertikal dan horizontal. Misalnya konsumen bisa memilih mobil baru dari kelas kendaraan yang sama dan mempertimbangkan harga dari merek yang berbeda (diferensiasi vertikal) tetapi juga warna interior (diferensiasi horizontal).

7. Diferensiasi Harga

Kesuksesan diferensiasi harga memerlukan pengakuan dari customer. Segmentasi dan diferensiasi memungkinkan bisnis memaksimalkan potensi pendapatan dengan menawarkan produk yang berbeda dengan harga yang berbeda kepada setiap segmen.

8. Diferensiasi Citra/Reputasi

Citra dikendalikan dan dikelola dengan simbol yang digunakan dalam komunikasi, periklanan, dan semua jenis media- tertulis, digital dan audio serta suasana tempat pelanggan berinteraksi dengan produk. Diferensiasi citra bisa dilakukan dengan merek, logo, dan lain sebagainya.

Contoh Diferensiasi Produk

Berdasarkan pengertian dan jenis strategi diferensiasi produk di atas, berikut contoh diferensiasi produk:

1. Obat Generik dan Obat Bermerek

Diferensiasi antara obat generik dan obat bermerek termasuk diferensiasi vertikal. Konsumen menganggap obat bermerek yang berharga mahal akan lebih baik dibandingkan obat generik yang murah.

2. IBM

Mengutip M Suyanto dalam buku Multimedia Alat untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing (2003), IBM menggunakan strategi diferensiasi produk berbasis kualitas kerja. IBM merupakan perusahaan peringkat 19 dunia berdasarkan pendapatan dan perusahaan peringkat pertama dunia dari industri komputer dan peralatan kantor.

IBM merupakan perusahaan teknologi dengan komitmen yang tidak habis-habisnya pada mutu. IBM Thinkpad Transnote adalah produk pemenang dari penghargaan 'For Technological Excellence' untuk kategori PC dari PC Magazine pada 2001.

3. Microsoft

Masih dari sumber buku yang sama, Microsoft merupakan perusahaan yang menggunakan strategi diferensiasi produk berbasis keistimewaan. Pada 2001 Microsoft mengeluarkan produk Windows XP menggunakan kernel Windows 2000 yang merupakan sistem operasi Microsoft paling stabil kala itu.

Keistimewaan Windows XP antara lain kestabilannya, menggunakan wizard baru yang memudahkan dalam melakukan konfigurasi setting internet dan jaringan lokal, serta penambahan fasilitas plug and play yang semakin bervariasi.

Windows XP juga mengikutsertakan perangkat lunak 'firewall' untuk keamanan. Windows XP juga menjadi pemenang penghargaan 'For Technical Excellence' untuk kategori perangkat lunak desktop PC Magazine pada 2001.

4. Rolex

Menurut M Suyanto, Rolex menggunakan strategi diferensiasi produk berbasiskan daya tahan, yang merupakan suatu ukuran usia operasi produk yang diharapkan dalam kondisi normal dan/atau berat. Daya tahan ini dinilai pembeli merupakan hal yang sangat penting.

5. Volvo

Menurut M Suyanto dalam bukunya Multimedia Alat untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing (2003), Volvo menggunakan strategi diferensiasi produk berbasis keandalan. Produk yang dapat diandalkan, tidak rusak atau gagal dalam suatu periode waktu, biasanya dibeli dengan harga yang lebih tinggi.

6. Industri Parfum

Mengutip Wallstreet Mojo, industri parfum merupakan salah satu jenis perusahaan yang selalu berubah mengikuti tren dan membutuhkan diversifikasi. Selain kemasan yang estetis, penggunaan bahan-bahan baru dan eksotis bisa menjadi daya jual untuk memasarkan produk secara efektif.

Selain itu, penerapan konsep easy to use, bisa terlihat dalam penerapan kemasan portabel seperti rollerball. Dengan teknik diferensiasi, perusahaan bisa menentukan segmen pasar yang berbeda.

Misalnya satu merek bisa menciptakan wewangian yang berbeda untuk pria dan wanita. Kemudian memperkenalkan aroma parfum baru untuk menggantikan wewangian yang lama.

7. Industri Roti

Bisnis roti atau bakery merupakan salah satu bisnis yang mudah dijumpai di pasaran. Untuk melakukan diferensiasi produk, perusahaan roti bisa menyasar segmen khusus misalnya menggunakan bahan multi-grain atau vegan, dengan tambahan vitamin, mineral dan nutrisi lainnya yang menarik untuk pembeli yang sadar kesehatan.

Nah itulah pengertian diferensiasi produk dan contoh-contoh penerapannya. Semoga bermanfaat detikers!



Simak Video "Mengenal Demit Token, Game Horor NFT Buatan Developer Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT