ADVERTISEMENT

5 Komponen Upah, Jenis, dan Faktor yang Mempengaruhinya

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Minggu, 25 Sep 2022 04:45 WIB
UMP itu apa? UMP adalah singkatan dari upah mininum provinsi. Upah mininum berkaitan dengan biaya yang diberikan oleh pemerintah kepada para pekerja.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Yamtono_Sardi
Jakarta -

Upah merupakan pendapatan seorang pekerja atau karyawan. Lazimnya, upah yang diberikan kepada karyawan yaitu berwujud uang.

Penentuan upah terdiri dari beberapa komponen. Simak pengertian upah, jenis-jenis hingga penjelasan dari apa yang dimaksud dengan komponen upah di bawah ini.

Apa Itu Upah?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), upah adalah uang yang dibayarkan atas tenaga yang sudah dikeluarkan, untuk mengerjakan sesuatu. Upah disebut juga gaji.

Sementara dalam repository.uin-suska.ac.id, arti upah merupakan hak pekerja/buruh yang diterima dalam bentuk uang, sebagai bentuk imbalan dari pemberi kerja (pengusaha/perusahaan). Umumnya, upah akan dibayarkan berdasarkan satuan hasil (sesuai dengan hasil pekerjaan yang telah disepakati) atau satuan waktu (per jam, harian atau bulanan).

Jenis Upah

Jenis atau macam-macam upah adalah sebagai berikut:

1. Upah Nominal

Upah nominal disebut juga sebagai upah uang (money wages). Upah nominal adalah sejumlah uang yang dibayarkan ke pekerja yang berhak menerimanya, sebagai imbalan atas jasa atau pelayanan sesuai dengan ketentuan- ketentuan dalam perjanjian kerja, baik itu di bidang industri/perusahaan/ maupun dalam suatu organisasi kerja.

Dalam upah ini, tidak ada tambahan atau keuntungan lain yang diberikan. Sesuai dengan wujudnya, upah ini berupa uang secara keseluruhan.

2. Upah Minimum

Upah minimum merupakan jumlah terendah yang ditetapkan yang dibayarkan pemberi kerja kepada karyawannya. Dalam penentuan upah minimum, perlu juga memperhatikan biaya hidup atau cost of living di daerah tersebut.

Upah minimum terdiri dari upah minimum provinsi dan upah minimum kabupaten/kota dengan syarat tertentu. Upah minimum akan dilakukan penyesuaian setiap tahunnya.

Beberapa tujuan penentuan upah minimum adalah:

  • Untuk melindungi kelompok kerja dari adanya sistem upah yang sangat rendah
  • Mengedepankan arti serta peranan tenaga kerja dalam suatu sistem kerja
  • Mendorong kemungkinan diberikannya upah yang sesuai dengan nilai pekerjaan yang dilakukan
  • Upaya untuk terjaminnya ketenangan dalam bekerja.

3. Upah Hidup

Upah hidup merupakan upah yang diterima karyawan untuk membiayai keperluan hidup (dalam hal ini jumlahnya relatif). Bukan hanya kebutuhan pokok saja yang perlu dipenuhi, tapi juga sebagian dari kebutuhan sosial keluarganya. Contohnya, iuran, asuransi jiwa, pendidikan, kesehatan dan lain-lain.

4. Upah Wajar

Upah wajar atau fair wages yaitu upah yang secara relatif dinilai cukup wajar. Upah wajar ini akan sangat bervariasi, di man jumlahnya bisa gabungan antara upah minimum dan upah hidup yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Komponen Upah dalam Penyusunan Gaji

Komponen upah adalah faktor penentuan upah yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan maupun perjanjian kerja sama. Adapun besarnya upah untuk jabatan atau pekerjaan tertentu, dapat diatur dalam ketiga perjanjian tersebut.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021, komponen upah terdiri dari:

  • Upah tanpa tunjangan
  • Upah pokok dan tunjangan tetap (besarnya upah pokok paling sedikit 75% dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap)
  • Upah pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap
  • Upah pokok dan tunjangan tidak tetap.

Adapun komponen upah dalam penyusunan gaji yang dipertimbangkan, yaitu:

1. Upah Pokok

Sesuai namanya, upah pokok adalah upah dasar pekerja yang dibayarkan berdasarkan jenis pekerjaan maupun kesepakatan. Gaji pokok biasanya mengacu pada upah minimum regional (UMR) pada daerah tersebut.

2. Tunjangan Tetap

Tunjangan sendiri artinya pendapatan yang diterima di luar gaji. Tunjangan tetap merupakan tunjangan yang tidak dipengaruhi oleh faktor kehadiran karyawan.

Biasanya, pembayaran tunjangan tetap akan dilakukan dalam periode yang sama dengan pembayaran upah pokok. Perhitungan tunjangan tetap tidak akan berubah apabila karyawan masih bekerja di posisi yang sama, bisa juga berubah jika karyawan tersebut naik jabatan atau mengalami penurunan jabatan.

3. Tunjangan Tidak Tetap

Tunjangan tidak tetap merupakan jenis tunjangan yang jumlahnya mungkin berubah dan dalam periode yang tidak tetap juga. Tunjangan tidak tetap bisa dibayarkan terpisah dengan gaji pokok.

4. Potongan

Potongan termasuk dalam komponen upah yang akan mempengaruhi besarnya jumlah upah yang didapat. Biasanya, potongan ini terdiri dari PPh Pasal 21 atau pajak penghasilan maupun iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), baik itu BPJS Kesehatan ataupun BPJS Ketenagakerjaan.

5. Upah Lembur

Upah lembur merupakan pendapatan tambahan yang dibayarkan saat karyawan telah melakukan pekerjaan di luar jam kerja resmi. Besaran upah lembur akan disesuaikan oleh pihak perusahaan maupun pihak yang bersangkutan.

Bukan Komponen Upah

Pengusaha atau perusahaan juga bisa memberikan pendapatan non-upah (di luar gaji pokok) kepada setiap pekerjaannya. Adapun yang bukan termasuk komponen upah antara lain:

1. Insentif

KBBI mendefinisikan insentif sebagai pemberian tambahan penghasilan yang bertujuan untuk meningkatkan gairah kerja. Insentif bisa diberikan ke pekerja dalam jabatan maupun pekerjaan tertentu, yang jumlahnya bisa disesuaikan dengan kebijakan perusahaan.

2. Bonus

Bonus adalah upah tambahan yang diberikan sebagai bentuk hadiah kepada karyawan. Pemberian non-upah ini, biasanya diberikan karena karyawan tersebut mampu melakukan pekerjaan sesuai atau bahkan melebihi target yang ditentukan.

3. Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan

THR termasuk pendapatan non upah yang diberikan menjelang hari raya keagamaan. THR ini akan diberikan ke pekerja yang berstatus tetap maupun kontrak.

Dalam pasal 9 PP 36/2021, tertulis bahwa THR wajib diberikan oleh pengusaha kepada para pekerjaannya dan paling lambat dibayarkan 7 hari sebelum hari raya.

THR dihitung dari lama kerja karyawan. Adapun karyawan yang sudah bekerja selama 1 tahun atau lebih akan mendapat THR sebesar nominal gaji satu bulan mereka. Bagi karyawan yang bekerja kurang dari 1 tahun (minimal sudah bekerja selama 1 bulan), jumlah THR akan dihitung sesuai lama kerjanya yakni (lama kerja:12) x gaji 1 bulan.

4. Uang Pengganti Fasilitas Kerja

Setiap perusahaan pada dasarnya bisa menyediakan fasilitas kerja untuk jabatan tertentu atau seluruh pekerjanya. Apabila dalam hal ini fasilitas kerja untuk para pekerja tidak tersedia atau tidak mencukupi, maka perusahaan bisa memberikan uang pengganti fasilitas kerja tersebut.

Contoh:

  • Uang pengganti transport
  • Uang makan
  • Uang untuk penginapan dan lain-lain.

5. Uang Servis pada Usaha Tertentu

Uang service merupakan uang tambahan yang sebelumnya sudah ditetapkan, dalam rangka untuk jasa pelayanan usaha. Uang revus pada usaha tertentu dikumpulkan serta dikelolah oleh perusahaan. Misal, pada usaha restoran atau hotel.

Adanya uang servis bertujuan untuk:

  • Penggantian atas terjadinya kerusakan atau kehilangan
  • Peningkatan sumber daya manusia
  • Untuk dibagikan kepada para pekerja/buruh yang rinciannta telah ditentukan.

Faktor yang Mempengaruhi Upah

Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya upah, yaitu:

  • Profesionalisme
  • Beban dan risiko kerja
  • Kualifikasi pendidikan
  • Sertifikasi kompetensi
  • Tinggi-rendahnya produktivitas (kinerja)
  • Lama masa kerja
  • Aspek kewilayahan.

Itu tadi penjelasan tentang pengertian upah, jenis dan faktor yang mempengaruhinya. Detikers jadi tahu kan, apa saja yang termasuk komponen upah?



Simak Video "Meraup Jutaan Rupiah dari Budidaya Anggrek"
[Gambas:Video 20detik]
(khq/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT