Konsep Business Intelligence Beserta Pengertian dan Contohnya

ADVERTISEMENT

Konsep Business Intelligence Beserta Pengertian dan Contohnya

Adelaide Wreta - detikFinance
Minggu, 25 Sep 2022 06:00 WIB
Ilustrasi konsep business intelligence.
Foto: Annie Spratt/Unsplash
Jakarta -

Business Intelligence (BI) merupakan aspek atau komponen dalam perusahaan yang penting untuk diterapkan demi perolehan keuntungan yang maksimal. Tanpa pemanfaatan Business Intelligence, perusahaan akan sulit mengenal atau mengetahui potensi keuntungan terbesarnya.

Berikut adalah pengertian Business Intelligence beserta manfaat dan contohnya!

Apa Itu Business Intelligence (BI)?

Mengutip bbs.binus.ac.id, Business Intelligence adalah seperangkat alat analisis berupa informasi bisnis yang berguna untuk mengkonsolidasi, menganalisa, menyimpan, dan mengakses banyak data dalam konteks proses bisnis yang mengarah pada pembuatan keputusan dan tindakan dengan tujuan peningkatan kinerja usaha atau bisnis.

Business Intelligence mampu mempermudah kita dalam membuat keputusan yang tepat. Umumnya, Business Intelligence menjelaskan suatu konsep dan metode tentang bagaimana kita dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dalam suatu bisnis berdasarkan sistem yang berbasis data. Data tersebut kemudian diubah menjadi informasi yang dianalisis dan disusun terlebih dahulu sesuai dengan konteksnya.

Manfaat Business Intelligence Bagi Perusahaan

Terdapat 4 macam manfaat Business Intelligence menurut Turban, Rainer dan Potter yang dikutip dari situs bbs.binus.ac.id, yaitu:

  1. Meningkatkan nilai data dan informasi organisasi.
  2. Memudahkan pengukuran kinerja organisasi.
  3. Meningkatkan nilai investasi dari teknologi informasi yang sudah ada.
  4. Meningkatkan efisiensi biaya.

Skill yang Harus Dimiliki Seorang Business Intelligence

Untuk menjadi Business Intelligence yang handal, diperlukan sejumlah skill atau kemampuan tertentu agar mampu membuat keputusan berbisnis yang tepat dan mencapai tujuan usaha. Berikut adalah tujuh skill yang harus dimiliki seperti dikutip dari geeksforgeeks.com:

1. Persiapan data

Untuk mendapatkan wawasan apa pun dari data, data perlu dikumpulkan terlebih dahulu, dibersihkan, dan diorganisir dengan cara yang seragam. Ada banyak alat persiapan data yang mampu mengumpulkan data dari berbagai sumber dan disiapkan dengan dimensi dan pengukuran yang sama.

Untuk terbiasa dalam persiapan data, Anda perlu menguasai sejumlah alat seperti Tableau Prep dan Improvado. Alteryx.

2. Data Mining

Data mining adalah proses menemukan pola dalam data yang sebelumnya tidak terlihat. Kemampuan ini mengubah data mentah menjadi informasi berguna yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

Pengetahuan tentang data mining membutuhkan pemahaman tentang berbagai teknologi seperti machine learning, database, analisis statistik, dan algoritma ilmu komputer. Beberapa alat yang membantu data mining adalah Rapid Miner, Oracle data mining, dan Konstanz Information Miner.

3. Analisis Statistik

Anda harus memiliki pengetahuan tentang berbagai komponen statistik seperti mean, median, range, varians, dan max. Hal ini dapat digunakan untuk mendapatkan tampilan data yang lebih detail.

Topik statistik tingkat lanjutan seperti kombinatorika, teori himpunan, probabilitas, distribusi diskrit, kontinu, dan bivariat perlu dipahami juga. Ada banyak alat analisis yang membantu bisnis untuk memahami metrik mereka dengan lebih baik sehingga membuat strategi BI yang tepat, misalnya SAS, Hadoop, Spark, Hive, dan Pig.

4. Analisis Deskriptif

Analisis deskripsi melibatkan penelitian data untuk memahami jika ada nilai yang hilang, outlier, distribusi abnormal atau miring, dan lainnya. Intinya, analisis deskriptif adalah bagian dari memahami dan mengenal data sebelum menyajikan data kepada pengambil keputusan dalam bentuk yang bersih.

5. Visualisasi Data

Sebagai analis BI, bagian penting dari pekerjaan Anda bukan hanya untuk mendapatkan pola dalam data, melainkan juga untuk memvisualisasikan data sedemikian rupa sehingga pola-pola tersebut terlihat jelas. Anda harus memiliki pengetahuan tentang berbagai bagan yang dapat digunakan untuk memvisualisasikan data seperti Area Charts, Bar Charts, Heat Maps, TreeMaps, Scatter Plots, dan Gantt Charts.

Semua bagan tersebut memungkinkan para pengambil keputusan untuk memahami data secara lebih mendalam dengan memvisualisasikannya dan memahami tren yang berubah secara perlahan atau tempat-tempat di mana perubahan kritis tiba-tiba terjadi.

6. Pengetahuan Bisnis

Anda juga harus memiliki pengetahuan bisnis yang baik. Mengenal model bisnis perusahaan dengan baik di tempat Anda bekerja dan memahami cara memanfaatkan data untuk mendapatkan keuntungan maksimal bagi bisnis berdasarkan indikator kinerja utama menjadi hal yang penting.

Anda harus memahami tujuan bisnis jangka pendek dan panjang perusahaan sehingga dapat membantu memetakan jalur masa depan dengan bantuan data.

7. Pelaporan Data

Skill Pelaporan Data atau Komunikasi adalah soft skill yang sangat penting untuk pekerjaan analis Business Intelligence. Anda harus memiliki keterampilan berbicara yang baik untuk melaporkan wawasan yang diperoleh dari data kepada para petinggi dalam bisnis, seperti pemangku kepentingan dan anggota dewan agar dapat membuat keputusan yang diperlukan untuk bisnis.

Selain itu, penting untuk diingat bahwa sebagian besar pengambil keputusan mungkin berasal dari latar belakang yang teknikal sehingga penting untuk menggunakan bahasa awam dalam menjelaskan konsep teknis sehingga mudah dimengerti.

Contoh Business Intelligence

Contoh Business Intelligence dapat dilihat dari sebuah bisnis mobil global yang ingin menganalisis penjualan mobil mereka di setiap negara dan memahami model mana yang kinerjanya lebih baik. Mereka dapat menggunakan Business Intelligence untuk mengumpulkan data tentang semua model mobil yang mereka miliki seperti penjualan di seluruh dunia, tingkat popularitas di antara pelanggan, dan masukan untuk perbaikan.

Dengan menganalisis data ini, bisnis dapat memahami model mana yang lebih populer di setiap negara dan bagaimana melakukan perbaikan untuk meningkatkan keuntungan mereka.

Itulah konsep Business Intelligence (BI) yang berlaku dalam dunia bisnis, yaitu seperangkat alat analisis informasi bisnis yang mengarahkan perusahaan pada pembuatan keputusan dan tindakan yang tepat. Untuk menjadi seorang analis Business Intelligence yang handal, diperlukan sejumlah skill seperti data mining, visualisasi data, pengetahuan bisnis, dan komunikasi yang tepat.



Simak Video "Hutama Karya Kembangkan Kompos dari Maggot di JTTS"
[Gambas:Video 20detik]
(des/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT