Niche Market: Pengertian, Manfaat, Cara Menentukan, dan Contohnya

ADVERTISEMENT

Niche Market: Pengertian, Manfaat, Cara Menentukan, dan Contohnya

Debora Danisa Kurniasih Perdana Sitanggang - detikFinance
Rabu, 28 Sep 2022 11:45 WIB
Ilustrasi niche market.
Foto: Kayle Kaupanger/Unsplash
Jakarta -

Niche market merupakan kelompok pelanggan potensial yang lebih kecil dan memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dengan pasar yang lebih besar. Niche market atau ceruk pasar ini kerap menjadi 'ladang emas tersembunyi' bagi para pelaku usaha, sehingga banyak pelaku usaha memilih berfokus pada niche market mereka alih-alih menebar jala pada pasar yang lebih luas.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap mengenai apa itu niche market, manfaatnya, contohnya, serta cara menentukan niche market yang berguna untuk usaha Anda. Simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Niche Market

Menurut Leduc (1998) yang dikutip dalam buku Handbook of Niche Marketing oleh Tevfik Dalgic, niche market atau ceruk pasar adalah sekelompok pelanggan potensial yang memiliki kesamaan karakteristik yang membuat mereka dapat menerima suatu produk, layanan, atau mendapatkan kesempatan tertentu.

Niche sendiri secara harfiah berarti sebuah ruang atau ceruk yang tersembunyi, mengutip Webster Dictionary dalam buku Handbook of Niche Marketing. Dalam konteks marketing, niche dipahami sebagai sebagian kecil target pasar yang tidak digarap oleh produk pesaing.

Sementara itu, mengutip e-journal.uajy.ac.id, niche market adalah kelompok yang lebih sempit yang diidentifikasi dengan membagi segmen menjadi subsegmen dengan spesialisasi sebagai kunci utama dalam pembagian tersebut. Spesialisasi itu bisa berupa geografis, demografis, atau segmentasi berdasarkan produk. Ini merupakan langkah lanjutan dari segmentasi pasar untuk menciptakan kelompok pelanggan yang berbeda.

Manfaat Niche Market

Dengan menemukan dan menentukan niche market, bisnis kita akan mendapatkan berbagai manfaat. Berikut ulasannya mengutip situs thebusinessprofessor.com.

1. Mudah Menangkap Pangsa Pasar

Mengetahui niche market dapat memudahkan pelaku usaha untuk menangkap pangsa pasar yang sesuai dan benar-benar membutuhkan atau mencari produk yang ditawarkan. Dengan begitu, pelaku usaha dapat memenuhi sebagian besar permintaan dalam kategori niche tersebut.

2. Persaingan Lebih Sedikit

Pasar yang besar sudah menjadi garapan banyak pelaku usaha. Dengan menemukan dan menentukan niche market, pelaku usaha dapat berfokus pada pasar yang kecil itu dan persaingan juga cenderung lebih sedikit.

3. Tidak Terlalu Menarik Perhatian Pesaing Besar

Berfokus pada niche market juga membuat pelaku usaha kecil tidak terlalu diperhatikan atau dianggap mengancam oleh pesaing besar. Pesaing besar yang dimaksud di sini misalnya perusahaan berskala nasional atau multinasional.

Kelompok konsumen dalam niche market juga cenderung tidak begitu diperhatikan secara khusus oleh pelaku usaha besar karena mereka memiliki pasar yang sangat luar dan harus memenuhi kebutuhan pasar yang besar tersebut.

4. Pijakan ke Pasar yang Lebih Besar

Meski begitu, bukan berarti pelaku usaha kecil boleh terus-menerus fokus pada niche marketnya saja. Pelaku usaha kecil juga bisa mengembangkan usaha lebih besar, dengan niche market sebagai pijakan awalnya. Jika pelaku usaha sudah menguasai niche market, akan lebih mudah bagi mereka untuk masuk ke pasar yang cakupannya lebih besar.

Cara Menentukan Niche Market

Setelah memahami manfaat niche market, sekarang kita akan membahas bagaimana cara menentukan niche market untuk usaha kita. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam menentukan niche market mengutip Handbook of Niche Marketing.

  • Niche market biasanya lebih kecil daripada segmentasi. Karena itu, tentukan segmentasi pasar lebih dulu, baru kemudian kita menentukan niche market yang akan dituju berdasarkan database pelanggan yang dinilai potensial.
  • Niche market berfokus pada individual dalam satu kelompok kecil yang homogen. Karena itu, temukan individu-individu yang memiliki kesamaan khusus dalam suatu segmentasi pasar yang lebih besar.
  • Niche market memiliki kebutuhan spesifik yang mungkin berbeda daripada rata-rata segmen pasar. Untuk itu, pelaku usaha perlu mencari kelompok market kecil yang sesuai dengan produk atau layanan yang sudah disediakan.
  • Pilih salah satu karakteristik. Ada beberapa karakteristik yang bisa dijadikan patokan dalam menentukan niche market, antara lain wilayah geografis, jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendapatan, dan gaya hidup.

Contoh Niche Market di Indonesia

Untuk semakin memahami seperti apa niche market, berikut ini beberapa contohnya, dikutip dari berbagai sumber.

1. Pesawat Perintis

Mengutip James Rianto Situmorang dalam jurnal Pemasaran Relung (Niche Marketing) sebagai Strategi Membidik Pasar yang Lebih Kecil, salah satu contoh niche market adalah bisnis pesawat perintis.

Pesawat ini mengambil rute perintis atau rute ke bandara-bandara kecil yang jarang atau bahkan tidak pernah masuk dalam rute penerbangan besar. Maskapai penerbangan perintis ini menyasar bandara-bandara kecil di pelosok Indonesia. Bisnis ini menjanjikan untuk negara kepulauan seperti Indonesia karena masih banyak daerah yang sulit dijangkau.

2. Ojek Sepeda

Contoh berikutnya adalah ojek sepeda yang terbilang unik dibandingkan ojek motor. Bisnis ojek sepeda memiliki peluang bisnis dengan konsumen yang relatif sangat terbatas. Layanan ojek sepeda sangat mungkin digunakan oleh konsumen dengan penghasilan jauh di bawah UMR karena tarif ojek sepeda yang lebih murah daripada ojek motor.

3. Pakaian Plus Size

Perusahaan pakaian mainstream yang besar biasanya hanya menyediakan pakaian dengan ukuran tertentu saja. Jarang ada baju berukuran extra. Padahal ada konsumen yang memiliki badan besar dan tidak cocok dengan model-model baju kecil yang dikeluarkan oleh gerai pakaian tersebut.

Nah, konsumen tersebut termasuk niche market dan bisa menjadi peluang bisnis pakaian plus size. Pasarnya jelas lebih kecil, tetapi pesaingnya terbilang sedikit.

4. Masakan Melayu

Contoh berikutnya dari industri kuliner. Kita bisa mencoba mencari jenis makanan apa yang paling sedikit dicari orang, misalnya masakan Melayu. Peminatnya memang sedikit, tetapi bukan tidak ada.

Kita bisa membuka bisnis masakan Melayu dan menargetkan pasar yang terbatas itu, dengan pesaing usaha yang tidak sebanyak jenis kuliner populer lain seperti masakan Padang atau Chinese food.

Nah, sekarang Anda lebih memahami apa itu niche market dan bisa mencoba menentukan niche market Anda sendiri. Semoga bermanfaat untuk usaha Anda, detikers!



Simak Video "Hutama Karya Kembangkan Kompos dari Maggot di JTTS"
[Gambas:Video 20detik]
(des/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT