10 Tips Memulai Usaha Katering Rumahan yang Menjanjikan

ADVERTISEMENT

10 Tips Memulai Usaha Katering Rumahan yang Menjanjikan

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Jumat, 30 Sep 2022 08:10 WIB
Aktivitas usaha katering. (Dok Diana Dewi/APJI)
Foto: Aktivitas usaha katering. (Dok Diana Dewi/APJI)
Jakarta -

Istilah katering berasal dari bahasa Inggris "catering", yang berarti kegiatan menyediakan makanan/minuman untuk banyak orang. Jadi, usaha catering adalah salah satu bisnis jasa yang melayani pemesanan aneka makanan/minuman untuk berbagai keperluan.

Bisnis katering atau catering termasuk jenis usaha dibidang kuliner. Bagi pemula yang tertarik dengan bisnis ini, bisa mulai dengan usaha katering rumahan.

Biasanya pesanan makanan katering sering digunakan untuk acara atau event tertentu. Misalnya, rapat, seminar, pernikahan, pesta dan lain-lain.

Jenis Usaha Catering

Dikutip dari repository Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) oleh Amatullah Nur Zahra, menurut Warsitaningsih pada dasarnya usaha catering dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Inside catering

Inside catering merupakan jasa pemesanan makanan/minuman yang dilakukan di tempat makanan itu dimasak. Contohnya, restoran, hotel serta kereta api.

2. Outside catering

Maksud dari outside catering adalah jasa pemesanan yang makanan/minuman akan dibawa dari tempat pembuatannya ke tempat pemesan. Contoh pelayanan katering rantangan, pernikahan, khitanan, arisan, syukuran dan lain-lain.

Usaha katering sangat cocok bagi kamu yang punya pengalaman kerja memasak, pandai untuk meracik makanan dan minuman.

Apa saja makanan catering? adapun beberapa jenis bisnis makanan catering, yaitu seperti:

  • Katering makanan sehat
  • Katering bekal anak
  • Nasi kotak atau nasi boks
  • Katering kue
  • Katering kantoran
  • Katering jenis makanan tertentu, dan masih banyak lagi.

Usaha katering bisa dijadikan ide peluang usaha yang menguntungkan, jika dijalankan dengan baik. Dengan demikian, selain menyalurkan hobi dan keterampilan, usaha ini juga bisa jadi tambahan penghasilan.

Tips Memulai Usaha Katering Rumahan

Dirangkum dari e-book Super Student Preneur karya Damaya dan Mompreneur Jempolan oleh Adistia Indira Kamania, ini beberapa tips dan cara memulai bisnis katering:

1. Tentukan Jenis Katering

Langkah pertama memulai bisnis katering yaitu tentukan jenis katering terlebih dahulu. Apakah katering rumahan yang khusus melayani pesanan hanya sampai 100 orang atau bisa juga untuk katering acara kantor hingga hajatan. Untuk katering rumahan, biasanya target pasarnya adalah katering rantangan untuk rumah tangga, pesanan prasmanan untuk arisan atau pengajian.

2. Siapkan Modal Usaha Katering

Setelah mantap menentukan jenis katering, untuk memulai usaha katering selanjutnya yaitu menyiapkan modal. Jadi, kamu harus bisa untuk menghitung modal untuk membuka usaha katering milikmu.

Modal yang dibutuhkan untuk usaha katering yaitu untuk biaya bahan baku, peralatan masak, ruangan/dapur dan lain-lain. Belanja bahan baku menjadi modal kerja terbanyak dalam usaha katering.

3. Menyiapkan Diri

Kita juga perlu membutuhkan keterampilan untuk membuka usaha katering. Hal yang perlu diperhatikan untuk memulai usaha katering yaitu:

  • Pengetahuan tentang aneka masakan
  • Mengetahui cara mengelola bahan-bahan makanan
  • Mengetahui cara memasak dan menyimpan hasil makanan dengan baik
  • Mengetahui teknik berbelanja bahan-bahan dengan perhitungan biaya yang tepat
  • Mengetahui informasi tempat persewaan pelataran makanan dan penyajian, dan lain-lain.

4. Hadirkan Resep-resep Andalan

Cara pertama memulai bisnis katering rumahan adalah dengan menghadirkan berbagai resep andalanmu. Hal ini bertujuan agar masakan kamu bisa memiliki nilai lebih jika dibandingkan dengan kompetitor lainnya.

5. Buat Menu yang Bervariasi dan Menarik

Supaya pelangganmu nggak bosan dan tertarik, kamu bisa membuat pilihan menu yang berbeda-beda. Tawarkan rasa hingga penampilan yang berbeda, dari katering-katering yang sudah ada sebelumnya.

6. Lakukan Promosi

Promosi merupakan hal yang penting dilakukan dalam kegiatan usaha. Agar usaha katering bisa diketahui banyak orang, lakukanlah promosi atau branding.

Saat ini, promosi bisa dengan mudah dilakukan di media sosial secara online. Usahakan buat akun khusus untuk usaha katering milikmu, jangan lupa kasih nama dan logo usahamu ya.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan promosi offline. Contohnya dengan cara sebarkan brosur, promosi dari mulut ke mulut, dan lain-lain.

7. Memperhatikan Harga Makanan

Jika usaha katering kamu buka dan menerima pesanan setiap hari, kamu bisa buat menu-menu yang sederhana. Alasannya, agar harga jual produk katering kamu bisa tidak terlalu tinggi. Buatlah harga pasaran yang sesuai.

8. Rekrut Karyawan/Juru Masak yang Berkualitas

Untuk memulai usaha katering, bagi pemula mungkin kamu bisa dibantu oleh beberapa kerabat atau saudara yang bisa memasak.

Jika usaha katering kamu semakin besar, kamu bisa memilih juru masak yang benar-benar ahli dan punya pengalaman dalam bidang tata boga. Sebagai pemilik usaha, kamu juga harus selalu memeriksa hasil dan rasa makanan sebelum dijual ya.

9. Memberikan Pelayanan yang Baik

Jangan hanya dari segi cita rasa dan produknya saja yang harus berkualitas, tapi pelayanan terhadap pelanggan juga harus diperhatikan. Pelayanan yang ramah, sopan, dan cepat dalam melakukan sesuatu akan membuat pelanggan senang menggunakan jasa katering kita.

10. Menerima Kritik dan Saran dari Pelanggan/Konsumen

Terbuka dengan kritik dan saran juga termasuk tips untuk bisa memulai usaha katering rumahan. Berkecimpung di bidang usaha kuliner, kita juga perlu memberikan kesempatan atau bahkan meminta konsumen untuk memberi kritik dan masukannya.

Dengan hal ini, usaha katering kita bisa semakin diterima dan dicintai konsumen. Sehingga, membantu untuk membentuk loyalitas pelanggan.

Perkiraan Modal Awal Usaha Katering

Damaya dalam bukunya yang bertajuk Super Student Preneur, menuliskan estimasi contoh modal usaha katering rumahan yakni:

1. Modal Investasi

  • Tempat makan 40 buah: Rp 400.000 (satuannya seharga Rp 10.000)
  • Sendok dan garpu 4 lusin Rp 100.000 (per lusin Rp 25.000)
  • Alat masak: Rp 500.000
  • Kompor dan tabung gas Rp 500.000

Total: Rp 1.500.000

2. Biaya Operasional Bulanan

Belanja bahan makanan untuk 22 hari: Rp 4.400.000 (belanja bahan per hari Rp 200.000)

  • Listrik: Rp 200.000
  • Gas: Rp 150.000
  • Transport: Rp 250.000
  • Gaji karyawan (jika ada): Rp 1.400.000
  • Promosi: Rp 200.000
  • Keperluan lain-lain Rp 300.000

Total: Rp 6.900.000

Jadi, jika digabungkan Rp 8 jutaan sudah bisa dijadikan modal usaha katering.

Berikut merupakan perkiraan perhitungan keuntungan usaha katering rumahan:
Omzet usaha katering: jumlah pesanan x harga
= 40 kotak x Rp 12.000 x 22 hari
= Rp 10.560.000

Keuntungan: omzet - biaya operasional per bulan
= Rp 10.560.000 - Rp 6.900.000
= Rp 3.600.000

Modal usaha katering terbilang cukup relatif. Besarnya modal tergantung juga pada besarnya usaha.

Sebagai catatan, kita juga perlu menyediakan dana tunai atau modal cadangan untuk sewaktu-waktu belanja bahan baku pesanan katering. Wulan Ayoda menuliskan dalam bukunya berjudul Kursus Singkat: Usaha Aneka Katering Laris Manis, menurut beberapa pengalaman pengusaha katering skala rantangan/prasmanan, cadangan dana yang dibutuhkan bisa sekitar 2-3 kali dari jumlah modal sebulan.

Itu tadi penjelasan tentang usaha katering adalah bisnis yang melayani pemesanan aneka makanan/minuman untuk acara tertentu. Detikers jadi tahu kan, gambaran tentang bagaimana memulai bisnis katering?



Simak Video "Meraup Jutaan Rupiah dari Budidaya Anggrek"
[Gambas:Video 20detik]
(khq/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT