Biaya Marginal Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Rumusnya

ADVERTISEMENT

Biaya Marginal Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Rumusnya

ilham fikriansyah - detikFinance
Jumat, 07 Okt 2022 11:33 WIB
Ilustrasi Biaya Marginal.
Foto: regularguy.eth/Unsplash
Jakarta -

Ketika memproduksi sebuah barang, pihak perusahaan perlu mengetahui besaran biaya yang harus dikeluarkan. Maka dari itu, setiap perusahaan wajib menghitung biaya marginal dalam membuat suatu barang.

Namun, masih ada sejumlah pelaku usaha yang baru memulai bisnisnya tak menyadari fungsi penting biaya marginal. Padahal, hadirnya biaya marginal membuat perusahaan jadi lebih mudah dalam mengetahui anggaran yang harus dikeluarkan.

Lantas, sebenarnya apa sih fungsi dari biaya marginal sampai terbilang penting ketika mengelola suatu usaha? Lalu bagaimana rumus menghitung biaya marginal yang benar? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel berikut ini yuk detikers.

Biaya Marginal Adalah

Dilansir situs Shopify, biaya marginal adalah tambahan biaya produksi yang digunakan untuk menambah produksi sebanyak satu unit. Biaya marginal dapat diperoleh dari anggaran produksi tetap dan anggaran variabel.

Maka dari itu, biaya marginal didasarkan pada biaya produksi yang bersifat variabel atau langsung. Contohnya seperti upah tenaga kerja, bahan baku, dan alat-alat yang digunakan untuk bekerja.

Sebagai informasi, biaya marginal bukanlah biaya tetap yang akan ditanggung oleh perusahaan dan dapat meningkatkan produksi atau tidak. Jadi, biaya marginal akan mengukur biaya input tambahan yang diperlukan untuk memproduksi setiap unit output selanjutnya.

Apa Saja Contoh Biaya Marginal

Setiap perusahaan perlu menghitung biaya marginal untuk mengetahui adanya penurunan atau peningkatan dari total biaya produksi suatu barang. Lantas, seperti apa contoh biaya marginal dalam kegiatan bisnis?

Sebagai contoh, perusahaan Makmur Berkah mengeluarkan biaya mencapai Rp 300 juta untuk memproduksi 1.000 unit meja. Lalu, dalam beberapa pekan terakhir jumlah produksi meja meningkat hingga mencapai 2.000 unit, kemudian pihak perusahaan menggelontorkan dana tambahan sebanyak Rp 500 juta.

Contoh di atas menggambarkan kalau perusahaan Makmur Berkah harus menggunakan biaya mencapai Rp 500 juta untuk bisa memproduksi 2.000 unit meja. Bila pihak perusahaan tidak menambahkan biaya, maka 2.000 unit meja akan sulit untuk diproduksi.

Contoh lainnya, perusahaan Jujur Merakyat mengeluarkan dana sebesar Rp 20 juta untuk membuat 5.000 roti. Namun seiring permintaan yang melonjak dalam beberapa minggu terakhir, perusahaan Jujur Merakyat harus memproduksi roti sebanyak 10.000 buah. Untuk mengatasi jumlah produksi yang meningkat, perusahaan Jujur Merakyat mengeluarkan dana tambahan sebesar Rp 25 juta.

Cara Menghitung Biaya Marginal

Bila tadi dijelaskan mengenai contoh biaya marginal, kini saatnya mengetahui cara menghitung biaya marginal yang benar. Sebelum mengetahui rumus menghitung biaya marginal, detikers harus memahami hal-hal sebagai berikut:

1. Mengetahui Perubahan Biaya

Selama tahap produksi tentu perusahaan akan mengalami peningkatan atau penurunan jumlah produksi. Hal ini dapat terjadi karena seiring permintaan yang melonjak atau menurun dalam beberapa waktu tertentu.

Dengan adanya perubahan pada jumlah produksi, hal ini akan berdampak terhadap perubahan biaya produksi. Lantas, pihak perusahaan harus mengetahui seluruh biaya yang bakal digelontorkan untuk memproduksi suatu barang.

Untuk mengetahui adanya perubahan biaya, perusahaan dapat menghitung pengurangan pada total biaya produksi lama dengan yang baru. Jadi, nilai keseluruhan biaya produksi dapat diperoleh dengan menambahkan biaya tetap dan biaya variabel.

2. Perubahan Kuantitas pada Produk

Karena jumlah produksi barang bisa mengalami peningkatan atau penurunan, maka pihak perusahaan harus mengetahui perubahan kuantitas pada produknya. Untuk mengetahui perubahan kuantitas, perusahaan perlu menghitung biaya total.

Biaya total sendiri terbagi menjadi dua yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Dalam hal ini, langkah pertama yang perlu dilakukan oleh perusahaan yakni menghitung biaya marginal dengan menentukan di titik mana biaya akan berubah.

Setelah memahami penjelasan di atas, kini saatnya detikers mengetahui tentang rumus menghitung biaya marginal. Mengutip situs Universitas Bung Hatta, berikut rumus menghitung biaya marginal:

MC = ∆TC / ∆Q

Keterangan:

  • MC = biaya marginal (marginal cost)
  • ∆TC = perubahan biaya total (total cost)
  • ∆Q = perubahan kualitas barang dan jasa

Contohnya, perusahaan Makmur Berkah mengeluarkan biaya mencapai Rp 300 juta untuk memproduksi 1.000 unit meja. Lalu, dalam beberapa pekan terakhir jumlah produksi meja meningkat hingga mencapai 2.000 unit. Guna mengatasi hal tersebut pihak perusahaan menggelontorkan dana tambahan sebanyak Rp 500 juta.

Untuk menghitung biaya marginal, detikers perlu menghitung ∆TC dengan mengurangi biaya awal dan biaya tambahan. Jadi perhitungannya seperti ini:

500.000.000 - 300.000.000 = 200.000.000

Jadi ∆TC diketahui sebesar Rp 200 juta.

Sedangkan untuk menghitung ∆Q, detikers perlu mengurangi jumlah produksi awal dan produksi tambahan. Perhitungannya sebagai berikut:

2.000 - 1.000 = 1.000

Jadi ∆Q diketahui sebesar 1.000 unit

Dari jumlah perolehan di atas, maka kini tinggal membagi ∆TC dan ∆Q. Perhitungannya sebagai berikut:

200.000.000 / 1.000 = Rp 200.000

Jadi, total biaya mengalami peningkatan sebesar Rp 200.000 dengan memproduksi satu meja tambahan.

Nah itu dia detikers penjelasan mengenai biaya marginal beserta dengan pengertian, contoh biaya marginal, dan cara menghitung biaya marginal yang tepat. Semoga artikel ini dapat membantu detikers terutama dalam menghitung biaya marginal di suatu perusahaan tempat kamu bekerja.



Simak Video "Meraup Jutaan Rupiah dari Budidaya Anggrek"
[Gambas:Video 20detik]
(ilf/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT