Startup Artinya Apa? Ini Ciri, Contoh dan Bedanya dengan Perusahaan

ADVERTISEMENT

Startup Artinya Apa? Ini Ciri, Contoh dan Bedanya dengan Perusahaan

Stefani Ditamei - detikFinance
Senin, 17 Okt 2022 06:38 WIB
Ilustrasi startup atau start-up
Foto: Getty Images/iStockphoto/Weedezign
Jakarta -

Startup atau start up artinya adalah perusahaan rintisan atau perusahaan yang baru saja terbentuk sehingga belum lama dioperasikan. Istilah start up seringkali kita temukan dan merujuk pada perusahaan berkembang yang menciptakan produk dan layanan jasa. Simak penjelasan selengkapnya tentang pengertian, ciri-ciri dan perbedaan start up dengan perusahaan pada umumnya.,


Pengertian Start Up

Menurut Ries (2011) startup artinya merujuk pada perusahaan rintisan yang dirancang untuk menciptakan produk atau layanan jasa di tengah ketidakpastian yang ekstrim. Dilansir dari jurnal Universitas Media Nusantara, pengertian start up menurut Modo (2012) adalah perusahaan rintisan yang baru beroperasi dan didominasi dengan perusahaan yang sedang mencari dan mengembangkan pasar yang tepat.

Sedangkan menurut Marikxon, start up artinya perusahaan belum lama berkembang di sekitar tahun 1990 hingga 2000, dan sering dikaitkan dengan internet, teknologi, dan web. Tidak hanya mengandalkan kemampuan teknologi, sebagian start up juga berupa gerakkan ekonomi masyarakat dan jasa dengan tujuan supaya masyarakat dapat mandiri tanpa bantuan korporasi yang besar dan mapan.


Ciri-ciri dan Karakteristik Start Up

Supaya lebih jelas dalam memahami start up, ada baiknya untuk mempelajari ciri-ciri dan karakteristiknya. Menurut jurnal yang bersumber dari Library Binus, berikut adalah ciri dan karakteristik start up:

  • Usia perusahaan kurang dari 3 tahun, artinya perusahaan tersebut masih berada di tahap awal.
  • Saat awal mendirikan, jumlah pegawai pada umumnya kurang dari 20 orang. Tentu saja perkembangan start up dimulai dari perjuangan beberapa orang saja.
  • Pendapatan eor tahun kurang dari $100.000 dan belum meraup cukup keuntungan karena masih membutuhkan biaya untuk pertumbuhan start up.
  • Start up masih dalam tahap perkembangan dan biasanya bergerak di bidang teknologi, contohnya dalam pengembangan aplikasi.
  • Produk yang diciptakan pada umumnya berupa aplikasi digital dan lain-lain.
  • Start up pada umumnya beroperasi melalui media sosial atau website.

Perbedaan Start Up dan Perusahaan Konvensional

Berikut adalah penjelasan tentang perusahaan start up dan perusahaan konvensional pada umumnya dilansir dari laman Silicon India:

Perusahaan Konvensional

Perusahaan konvensional memiliki konsep yang lebih luas dibandingkan start up. Perusahaan konvensional bisa berupa toko swalayan, restoran, atau agensi yang menawarkan layanan jasa.

Perusahaan konvensional memiliki cara khusus dalam perencanaan konten pemasaran maupun membangun kepercayaan dengan investor, konsumen, institusi keuangan, hingga partner bisnis. Hal ini dikarenakan perusahaan konvensional sudah lama berdiri dan menawarkan kepastian.

Selain itu, perusahaan konvensional memiliki kesempatan lebih besar untuk meraup keuntungan. Hal ini disebabkan banyak faktor, di antaranya adalah adanya tingkat investasi yang tinggi sehingga memiliki cukup biaya untuk infrastruktur, pengembangan produk, karyawan, dan lain-lain.

Start Up

Dibandingkan dengan perusahaan konvensional, start up cenderung fleksibel saat menjalankan bisnisnya. Fleksibilitas tersebut meliputi karyawan, infrastruktur, produk, layanan, dan lain-lain.

Start up tidak langsung meraup keuntungan dalam jumlah besar di awal berdiri. Hal ini berbeda dengan perusahaan konvensional yang bahkan sudah mendapatkan keuntungan di awal perusahaan tersebut berdiri. Hal ini dikarenakan start up masih membutuhkan biaya untuk mengembangkan bisnis dan perusahaannya.

Star up biasanya mencari sumber dana dari pihak eksternal untuk bertahan dan berkembang. Selain itu, start up juga berhubungan erat dengan teknologi. Sebagian perusahaan start up memiliki kemampuan untuk mengubah teknologi menjadi sebuah produk dan layanan jasa yang ditawarkan kepada konsumen.


Apa Tujuan Start Up?

Berdasarkan penjelasan di atas, mungkin saja Anda bertanya-tanya tentang tujuan didirikannya start up. Menurut artikel dari Indeed, tujuan utama dibentuknya start up adalah untuk menjawab dan memenuhi permintaan target pasar dengan cara menciptakan produk atau layanan jasa dengan inovasi baru. Selain itu, start up juga bertujuan sebagai perusahaan yang mampu berkembang dan bertumbuh secara pesat serta konsisten. Bahkan dalam jangka waktu yang cukup singkat, perusahaan start up ditargetkan untuk berkembang dengan cepat sehingga produknya dapat mudah dikenali dan laku di pasaran.


Demikian informasi singkat tentang start up dan perbedaannya dengan perusahaan konvensional. Meski terlihat baru dan ditargetkan berkembang dalam waktu singkat, start up yang berhasil mencapai target mampu meraup keuntungan besar.



Simak Video "Kepulauan Widi Maluku Utara Bakal Dilelang di New York"
[Gambas:Video 20detik]
(des/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT