Konsumerisme Adalah, Ciri, Dampak dan Contohnya

ADVERTISEMENT

Konsumerisme Adalah, Ciri, Dampak dan Contohnya

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Senin, 17 Okt 2022 20:17 WIB
ilustrasi boros
Ilustrasi konsumerisme yang menguras isi dompet. Foto: shutterstock
Jakarta -

Secara umum, konsumerisme adalah tatanan ekonomi dan sosial yang mendorong masyarakat agar membeli barang/jasa dalam jumlah yang lebih banyak. Saat ini, budaya konsumerisme telah berkembang di seluruh penjuru dunia.

Adanya konsumerisme juga merupakan dampak dari globalisasi dan sistem kapitalisme modern. Pasalnya, konsumerisme mendasarkan pada tata nilai materialistis, seperti tingkah laku dan pola pikir.

Konsumerisme berakar dari konsumtif, suatu perilaku yang timbul dari keinginan membeli barang/jasa untuk kepuasan pribadi. Perilaku konsumtif cenderung tidak memandang manfaat atau urgensi dari barang/jasa tersebut.

Perilaku konsumtif dan konsumerisme bisa berdampak buruk pada kehidupan masyarakat. Untuk menangani perilaku tersebut, berikut penjelasan tentang konsumerisme, dampak, hingga contohnya di bawah ini.

Konsumerisme Adalah

Dikutip dari repository Universitas Negeri Makassar karya Mutiah Nurafandi M, konsumerisme adalah suatu paham di mana seorang atau kelompok melakukan proses pemakaian barang secara berlebihan, tidak sadar, serta berkelanjutan.

Konsumerisme dikenal menjadi salah satu budaya gaya hidup manusia saat ini. Gaya hidup merupakan pola hidup yang menentukan cara seseorang untuk menggunakan waktu, uang, energi, merefleksikan nilai, rasa, serta kesukaan.

Jika seseorang menjadikan hal konsumtif sebagai gaya hidup, sudah dipastikan mereka menganut konsumerisme. Konsumerisme akan menjadikan manusia sebagai pecandu dari suatu produk.

Sosiolog Jean Baudrillard menyatakan, konsumerisme merupakan budaya konsumsi modern yang menciptakan hasrat untuk mengkonsumsi sesuatu secara terus menerus. Tak heran konsumerisme identik dengan boros, hedon, serta glamor.

Menurut teori konsumerisme oleh Baudrillard, seseorang yang menjadi konsumerisme karena ingin menunjukkan status sosialnya. Artinya, mereka melakukan kegiatan konsumsi itu bukan karena orientasi kebutuhan.

Apa penyebab utama konsumerisme? Penyebab utama masyarakat berperilaku konsumtif adalah tuntutan gaya hidup, dalam lingkungan sosialnya. Perilaku ini muncul karena faktor eksternal dan internal pelakunya

Faktor internal

  • Pemahaman serta keyakinan seseorang terkait gaya hidup, perilaku konsumtif, dan konsumerisme.

Faktor eksternal

  • Ingin mengikuti tren yang ada di lingkungan sosialnya.
  • Tekanan dari luar yang mengharuskan konsumsi barang atau jasa.
  • Cara pemasaran yang menciptakan situasi yang menguntungkan.
  • Keinginan untuk diakui dan menciptakan citra diri.

Ciri-ciri Konsumerisme

1. Keinginan Konsumen/Pembeli untuk Tampak Berbeda

Ciri pertama adalah adanya keinginan pembeli untuk memiliki barang yang beda atau tidak dimiliki orang lain. Alhasil, sikap pembeli akan mencari barang-barang mewah terbaru atau barang yang limited edition.

2. Kebanggaan Terhadap Penampilan dan Kepemilikan Barang

Kebanggaan erat dengan kepuasan terhadap diri sendiri. Perasaan ini menyebabkan seseorang membeli banyak barang/jasa, agar bisa dipamerkan ke orang lain hingga muncul rasa bangga pada diri sendiri.

3. Sekedar Ikut-ikutan (Pengikut)

Sifat konsumtif bisa muncul karena ada perasaan untuk mengikuti gaya dan penampilan orang lain. Misalnya, meniru gaya hidup selebriti, influencer, selebgram, dan lain-lain.

4. Agar Menarik Perhatian Orang Lain

Seseorang yang berperilaku konsumtif memiliki kecenderungan ingin terlihat menarik di hadapan orang lain, dalam hal gaya hidup. Mereka juga ingin menjadi pusat perhatian di depan umum.

Dampak Konsumerisme

Dampak Positif Konsumerisme

1. Membuka lapangan kerja, karena adanya produksi barang dalam jumlah besar.

2. Meningkatkan motivasi untuk bisa memiliki penghasilan yang banyak agar mudah membeli sesuatu.

3. Mengurangi dampak pengangguran, pasalnya budaya konsumerisme membuat produksi barang menjadi meningkat.

4. Menciptakan pasar produsen.

Dampak Negatif Konsumerisme

1. Konsumerisme telah menjadi budaya dalam masyarakat.

2. Dalam konsumerisme uang cenderung tidak lagi memiliki arti.

3. Konsumerisme bisa menimbulkan keresahan bagi para penganutnya.

4. Adanya ketimpangan sosial.

5. Mengurangi kesempatan seseorang untuk menabung.

6. Cenderung membuat orang tidak memikirkan masa depan.

Contoh Konsumerisme

Seperti telah disinggung sebelumnya, perilaku konsumtif mengakibatkan budaya konsumerisme. Contoh konsumerisme dijelaskan dalam e-journal Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan oleh Abdur Rohman

Berikut penjelasannya:

Seorang mahasiswa yang seharusnya bisa mengkonsumsi makanan dengan 3 kali sehari. Misalnya, cukup dengan harga makanan sekitar Rp 15.000. Namun, ia menghabiskan konsumsinya hingga Rp 30.000 per hari. Maka, mahasiswa tersebut telah melakukan kebocoran dana hingga Rp 15.000 (dua kali lipat).

Contoh lain konsumerisme adalah membeli barang mewah tanpa mempertimbangkan manfaatnya. Barang ratusan juta Rupiah dibeli hanya untuk kepuasan diri atau sekadar pamer.

Itu tadi penjelasan tentang maksud konsumerisme adalah gaya hidup konsumtif masyarakat, yang tidak hanya didorong oleh kebutuhan akan fungsi barang/jasa semata. Akan tetapi, didasari dengan keinginan dan sifat gengsi.



Simak Video "Klarifikasi Terkait Kabar Kepulauan Widi Akan Dilelang"
[Gambas:Video 20detik]
(khq/row)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT