Leasing Adalah: Sejarah, Tujuan, Jenis, dan Manfaatnya

ADVERTISEMENT

Leasing Adalah: Sejarah, Tujuan, Jenis, dan Manfaatnya

Rully Desthian - detikFinance
Senin, 17 Okt 2022 22:56 WIB
Ilustrasi modal awal usaha.
Ilustrasi modal yang disediakan leasing. Foto: Josh Appel/Unsplash
Jakarta -

Leasing adalah istilah dalam bahasa Inggris yang berarti menyewakan. Istilah leasing dekat dengan bisnis maupun kehidupan sehari-hari, karena berkaitan dengan operasional perusahaan dan kepemilikan barang.

Dalam pengertian lain, leasing adalah aktivitas pembiayaan berupa modal atau aset bagi perusahaan maupun individu. Adanya modal memungkinkan perusahaan melanjutkan bisnisnya, hingga mampu mengembalikan leasing.

Dalam artikel ini, kita akan mengetahui lebih dalam tentang apa itu leasing, mulai dari pengertian, mulai dari pengertian, sejarah, tujuan, jenis, pihak yang terlibat, serta manfaatnya.

Pengertian Leasing

Leasing adalah metode pembiayaan melalui pengadaan barang modal atau aset untuk diberikan kepada perusahaan maupun perorangan. Dilansir dari jurnal yang diterbitkan UNY, pengusaha yang menerima modal bisa melanjutkan aktivitas produksinya.

Sementara itu, menurut Keputusan Kementerian Keuangan Nomor 1169/KMK.01/1991, leasing juga biasa disebut dengan sewa guna usaha. Dalam aturan tersebut, definisi leasing adalah kegiatan pembayaran berbentuk penyediaan barang atau modal untuk sewa guna usaha.

Sesuai aturan tersebut, ada pilihan dengan atau tanpa hak opsi yang banyak dimanfaatkan nasabah. Para nasabah melakukan pembayaran sedikit demi sedikit, sesuai kesepakatan terkait jumlah dan tanggal jatuh tempo.

Metode pembayaran nyicil atau angsuran ini memudahkan nasabah, yang tidak selalu punya uang tunai dalam jumlah besar. Nasabah memiliki kewajiban untuk melunasinya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan bersama.

Bagi yang masih penasaran, berikut penjelasan lengkap tentang apa itu leasing, mulai dari pengertian, sejarah, tujuan, jenis, pihak yang terlibat, serta manfaatnya.

Sejarah dan Perkembangan Leasing

Leasing adalah kegiatan sederhana yang dipraktikkan Bangsa Sumeria pada 2.000 SM. Hal ini dibuktikan dengan temuan dokumen terbuat dari tanah yang berisi leasing berbagai macam kebutuhan seperti air dan hewan ternak.

Selanjutnya praktik leasing digunakan bangsa Babilonia, Mesir, Yunani Kuno, dan Arab. Pada zaman modern, leasing lahir di Amerika Serikat pada tahun 1850. Tom M Clark tercatat sebagai orang pertama yang menggunakan leasing untuk menyewa kereta api.

Di Indonesia, leasing berkembang pada 1974 dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama MenKeu (Menteri Keuangan), Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan. Keputusan perizinan usaha leasing tersebut melahirkan banyak usaha serupa di Indonesia.

Tujuan Leasing

Aktivitas leasing dilakukan dengan didasari tujuan tertentu. Dikutip dari buku Bank dan FinTech: Eksistensi Bank Kini dan Esok karya Lenny Dermawan, dkk, berikut tujuan leasing:

  1. Mendapatkan barang-barang kebutuhan yang harganya tinggi dalam waktu yang cepat, sehingga kamu dapat langsung menggunakannya sembari mengangsur.
  2. Menghemat biaya produksi, disebabkan oleh pembelian alat tidak dilakukan dalam satu waktu.
  3. Pihak pemberi leasing biasanya akan menjalankan pembiayaan ini untuk mendapat penghasilan dari bunga pinjaman.

Jenis Leasing

Leasing terdiri dari beberapa jenis sesuai kebutuhan nasabah. Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis leasing:

1. Capital Lease

Capital lease adalah jenis leasing yang paling sering digunakan. Leasing ini memberikan berbagai macam kebutuhan benda modal untuk nasabah. Pihak leasing akan memesan barang kepada supplier, lalu barang tersebut diberikan kepada nasabah.

Dengan cara ini, berarti nasabah tidak akan berhubungan secara langsung dengan supplier. Nasabah hanya berhubungan dengan pihak leasing dan berkewajiban untuk membayar cicilan dari barang yang dipesan.

2. Operating Lease

Operating lease adalah jenis leasing yang menetapkan biaya sewa pada nasabah. Pihak leasing memiliki barang yang dipinjamkan pada nasabah dalam kurun waktu tertentu. Nasabah wajib membayar biaya sewa sesuai ketentuan yang telah disepakati.

3. Sales Type Lease

Jenis leasing yang ketiga adalah sales type lease, yaitu penjualan barang produksi sendiri dengan mekanisme leasing. Suatu perusahaan akan mendapatkan penghasilan dari penjualan produk yang dibayar oleh nasabah dengan cara cicilan.

4. Cross Border Lease

Cross border lease adalah praktik leasing antara pihak leasing dengan nasabah di negara yang berbeda. Biasanya hal ini dilakukan untuk permodalan alat-alat militer.

5. Leverage Lease

Jenis leasing yang satu ini akan melibatkan pihak ketiga. Pihak leasing tidak akan membayar barang secara penuh, karena bekerja sama dengan pihak lain untuk membayar barang. Maka dari itu, nasabah akan berurusan dengan lebih dari satu pihak.

Pihak dalam Leasing

Praktik leasing akan melibatkan berbagai pihak dalam pelaksanaannya. Pihak dalam leasing adalah:

1. Lessor

Lessor merupakan badan usaha atau pihak yang memberikan leasing kepada penerima dalam bentuk barang modal. Mereka akan mendapatkan kembali modal awal dalam pembelian barang ditambah dengan keuntungan melalui bunga yang diberikan kepada penerima.

2. Lessee

Istilah ini merujuk pada perusahaan atau individu yang menerima leasing. Mereka wajib melunasi barang modal sesuai dengan kesepakatan dengan lessor.

3. Supplier

Supplier adalah pihak yang menyediakan barang sesuai kebutuhan lessee. Mereka akan berhubungan langsung dengan lessor untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan.

4. Bank

Meski tidak terlibat secara langsung dalam praktiknya, bank adalah penyedia dana untuk lessor. Jadi, lessor akan menggunakan pinjaman dana dari bank untuk menjalankan usaha ini.

Manfaat Leasing

Leasing sebagai alternatif sumber pembiayaan memiliki kelebihan dibandingkan dengan sumber lain. Berikut adalah manfaat leasing:

  1. Pembiayaan penuh: Leasing dapat membantu perusahaan untuk mulai beroperasi atau mengembangkan usaha karena memberikan sejumlah modal yang dibutuhkan.
  2. Lebih fleksibel: Leasing dinilai lebih fleksibel karena lebih mudah dalam menyesuaikan dengan kondisi keuangan dari lessee.
  3. Sumber pembiayaan alternatif: Leasing juga bermanfaat sebagai sumber pembiayaan alternatif bagi perusahaan atau individu untuk memenuhi kebutuhannya.
  4. Tidak perlu jaminan: Untuk melakukan aktivitas ini, lessee tidak perlu memberikan jaminan apa pun.
  5. Arus dana: Fleksibilitas dari leasing berperan penting dalam perencanaan arus dana atau cash flow suatu perusahaan.
  6. Proteksi Inflasi: Leasing akan menghindarkan penerima dai inflasi karena mereka hanya akan membayar sesuai kesepakatan awal.
  7. Perlindungan dari kemajuan teknologi: Jika lessee melakukan sistem sewa barang maka akan terhindar dari kemajuan teknologi yang sangat cepat. Mereka tidak akan ketinggalan model dan teknologi terbaru dari aktivitas sewa tersebut.
  8. Pembiayaan proyek skala besar: Leasing juga bermanfaat karena lessee tidak perlu menyiapkan dana yang besar dalam satu waktu.
  9. Terdapat perlindungan hukum: Aktivitas leasing akan dilakukan melalui kontrak yang jelas dan memiliki kekuatan hukum sehingga terdapat perlindungan dari sisi hukum.

Dengan ini dapat disimpulkan leasing adalah pembiayaan barang modal untuk memenuhi kebutuhan tertentu, yang bisa menjadi alternatif bagi pengusaha atau individu. Semoga bisa membantumu dalam memahaminya.



Simak Video "Kepulauan Widi Maluku Utara Bakal Dilelang di New York"
[Gambas:Video 20detik]
(des/row)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT