Pentingnya Engagement di Media Sosial & Cara Mengukurnya

ADVERTISEMENT

Pentingnya Engagement di Media Sosial & Cara Mengukurnya

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Senin, 17 Okt 2022 23:55 WIB
Logo Lama dan Logo Baru Instagram
Engagement dari Instagram. Foto: Dok. Instagram
Jakarta -

Engagement adalah sebutan untuk keterlibatan audiens dalam media sosial. Proses engagement akan mengkombinasikan cara teknologi dan strategi bisnis.

Apakah detikers tahu, saat ini engagement menjadi tujuan penting dalam melakukan kampanye bisnis melalui media sosial. Hasil tingkat keterlibatan (engagement rate) memberikan penilaian terhadap kualitas konten di media sosial, terlepas dari jumlah pengikut yang dimiliki.

Hasil engagement juga bisa berguna untuk mendorong pengembangan bisnis dalam pemasaran maupun operasional. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang engagement di media digital, jenis, hingga cara mengukurnya.

Engagement Adalah

Dikutip dari repository.usd.ac.id karya Paulina Wahyu Kusuma Sari, engagement adalah komunikasi di sosial media terhadap sebuah merek. Komunikasi ini memungkinkan terjadinya perubahan tingkah laku pelanggan.

Engagement pada sosial media berarti stakeholder atau konsumen yang menjadi partisipan. Astri R Banjarnahor dalam bukunya Teknologi Digital Kewirausahaan dan UMKM menuliskan, engagement dalam bisnis artinya konsumen yang bersedia untuk berpartisipasi dalam proses.

Sementara Tikno dalam repository.uin-suska.ac.id oleh Muhammad Habib menjelaskan, engagement artinya keterikatan audiens pada suatu iklan. Keterikatan yang dimaksud berupa aksi seperti mengomentari, menyukai, mengklik, subscribe hingga membagikan postingan.

Singkatnya, pengertian engagement adalah tingkat interaksi terhadap suatu merek bisnis di sosial media. Engagement rate merupakan hasil performa bisnis yang digunakan untuk mengukur tingkat interaksi konten di media sosial.

Engagement rate juga berperan penting dalam nilai kredibilitas sosial yang lebih besar. Setiap akun dengan banyak pengikut, suka dan komentar tentu akan lebih dipercaya oleh mata audiens maupun calon pengikut di sosial media.

Dalam bisnis, engagement menjadi salah satu cara terbaik dan paling efektif untuk membangun identitas merek/brand. Seseorang bisa mengetahui keberhasilan sebuah merek di sosial media, melalui engagement rate.

Matrik engagement disajikan dalam bentuk angka (secara kuantitatif). Dengan demikian, engagement akan menunjukkan seberapa besar respon pengguna (user) terhadap sebuah konten di sosial media.

Menurut jurnal CRM (Customer Relationship Management) tahun 2017 yang ditulis oleh Tikno, semakin tinggi engagement rate di dalam sebuah iklan, maka hal itu akan memberikan keuntungan besar terhadap pengiklan.

Jika dilihat berdasarkan pendapatan, apabila suatu brand di media sosial yang mempunyai tingkat engagement yang tinggi, pada akhirnya itu akan menciptakan kepuasan untuk mitra bisnis.

Jenis Engagement di Media Sosial

Adapun yang termasuk jenis engagement dalam sosial media adalah sebagai berikut:

1. Conversation rate: aktivitas percakapan antar pengguna

2. Amplification rate: penyebaran pesan atau konten

3. Applause rate: respon singkat yang diberikan dari pengguna dengan menggunakan simbol tertentu. Misalnya, menyukai atau love, emoji, dan lain-lain.

Menurut Kaushik dalam repository.usd.ac.id karya Paulina Wahyu Kusuma Sari, berikut merupakan contoh penerapan engagement di beberapa sosial media:

Kategori Engagement di Sosial Media

engagement di media sosial..Engagement di media sosial. Foto: Kholida Qothrunnada/detik.com

Cara Mengukur Engagement

Saat ini, di media sosial engagement akan tumbuh setiap kali seseorang berinteraksi dengan akun kita. Menariknya, engagement dapat dihitung secara bertahap dengan memperhatikan urutan penghitungan.

Disebutkan Haro de Rosario, dkk, dalam e-journal Universitas Tidar tahun 2018 oleh Anton Purwadi, dkk, berikut merupakan rumus perhitungan engagement rate:

Popularity (Popularitas)

P = Jumlah Like : Jumlah Postingan

  • Popularitas yang ada di publik (P*)

P* = P : Jumlah Followers atau Populasi Akun

  • Commitment (Komitmen)

C = Jumlah Comments : Jumlah Postingan

  • Commitment komunikasi publik (C*)

C* = C : Jumlah Followers atau Populasi Akun

Virality (Penyebaran)

V = Jumlah Share : Jumlah Postingan

V*= V : Jumlah Followers

Engagement

E = Popularitas publik + Commitment komunikasi publik + Penyebaran komunikasi publik

atau

E = P* + C* + V*.

Bagaimana cara mengukur engagement rate? Mengutip laman agencylist, berikut merupakan contoh cara mengukur engagement rate Instagram:

Engagement Rate (ER) = (Jumlah semua interaksi yang didapat, seperti like, comments, share, dan lain-lain) : Jumlah Followers x 100%

ER = (Jumlah Like + Comments) : Followers x 100%
= (400 likes + 20 comments) : 2.500 followers x 100%
= 16.8%

Jadi, total engagement rate instagramnya adalah sekitar 16.8%.

Contoh menghitung engagement rate di Facebook
Perusahaan Z memposting konten ke 10.000 followers yang mereka miliki. Konten tersebut menerima 200 like, 100 comments dan 50 share.

Engagement Rate (ER) = (Jumlah Like + Comments + Share) : Followers x 100%
ER = ( 200 like + 100 comments + 50 share) : 10.000 x 100%
ER = 350 : 10.000 x 100%
ER = 3,5%

Jadi, total engagement rate Facebook perusahaan Z adalah 3,5%.

Demikian penjelasan arti engagement adalah metrik yang digunakan untuk menilai interaksi konten media sosial. Hasil engagement merupakan gambaran atau ukuran tentang seberapa baik kinerja konten (terlepas dari jumlah pengikut yang dimiliki).



Simak Video "Hutama Karya Kembangkan Kompos dari Maggot di JTTS"
[Gambas:Video 20detik]
(khq/row)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT