ADVERTISEMENT

Memahami Ijarah dari Pengertian, Jenis, Rukun, dan Syaratnya

ilham fikriansyah - detikFinance
Rabu, 19 Okt 2022 05:45 WIB
Pegawai bank Mandiri Syariah memperkenalkan penggunaan mobile banking kepada pedagang di pasar Gawok, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (19/10). Mandiri Syariah Mobile (MSM) salah satu program untuk mendukung pemerintah dalam mengkampanyekan transaksi secara nontunai sekaligus mempermudah melakukan transaksi pembayaran ditengah pandemi COVID-19 seperti donasi, berbelanja dan zakat di masjid tanpa harus keluar rumah.
Ilustrasi akad ijarah. Foto: Agung Mardika
Jakarta -

Bila detikers memiliki rekening di perbankan syariah, tentunya mengetahui sejumlah akad dalam bertransaksi sesuai dengan syariat agama Islam. Nah, salah satu akad yang cukup banyak digunakan adalah ijarah.

Bagi sebagian masyarakat mungkin terdengar asing dengan istilah yang satu ini. Lantas, apa sih sebenarnya ijarah itu? Lalu apa saja jenis-jenis ijarah dalam perbankan syariah? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel berikut ini yuk detikers.

Pengertian Ijarah

Dijelaskan dalam buku Fiqh Muamalah oleh Rachmat Syafi'i, ijarah adalah akad pemindahan hak guna dari barang yang diikuti dengan pembayaran upah atau biaya sewa tanpa disertai dengan perpindahan hak milik.

Jadi, seseorang bisa melakukan akad ijarah jika ingin meminjam sebuah barang. Namun perlu diingat, barang yang dipinjamkan tersebut tidak disertai dengan pemindahan kepemilikan barang itu sendiri dari tangan pemberi sewa.

Sebagai contoh, seorang nasabah ingin meminjam sebuah laptop dalam kurun waktu enam bulan. Kemudian pihak bank syariah akan memberikan rincian biaya sewa yang telah ditetapkan sebelumnya secara pasti, sehingga tidak ada perubahan biaya seiring masa peminjaman barang tersebut.

Jika sudah sepakat soal biaya sewa, nasabah tersebut akan mendapatkan laptop dari pihak pemberi sewa. Kini, nasabah wajib membayar biaya sewa selama enam bulan, kemudian pemberi sewa akan mendapatkan bayaran atas layanan yang telah diberikannya.

Landasan Hukum Ijarah

Landasan hukum mengenai ijarah telah dijelaskan di dalam Al-Quran, yakni terdapat pada Surat At-Talaq ayat 6 dan Surat Al-Qashash ayat 26. Simak ayat beserta artinya di bawah ini:

1. Q.S At-Talaq ayat 6

أَسْكِنُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ سَكَنتُم مِّن وُجْدِكُمْ وَلَا تُضَآرُّوهُنَّ لِتُضَيِّقُوا۟ عَلَيْهِنَّ ۚ وَإِن كُنَّ أُو۟لَٰتِ حَمْلٍ فَأَنفِقُوا۟ عَلَيْهِنَّ حَتَّىٰ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ ۚ فَإِنْ أَرْضَعْنَ لَكُمْ فَـَٔاتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ ۖ وَأْتَمِرُوا۟ بَيْنَكُم بِمَعْرُوفٍ ۖ وَإِن تَعَاسَرْتُمْ فَسَتُرْضِعُ لَهُۥٓ أُخْرَىٰ

Artinya:
Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (istri-istri yang sudah ditalak) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkah hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak) mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.

2. Q.S Al-Qashash ayat 26

قَالَتْ إِحْدَىٰهُمَا يَٰٓأَبَتِ ٱسْتَـْٔجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ ٱسْتَـْٔجَرْتَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْأَمِينُ

Artinya:
Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya."

Selain itu, landasan hukum mengenai ijarah juga telah diatur dalam Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa ijarah adalah perjanjian penyediaan dana dalam rangka memindahkan hak guna (manfaat) dari suatu barang, yang didasarkan pada transaksi sewa-menyewa. Dalam hal ini, pemindahan barang tidak disertai dengan perpindahan kepemilikan barang tersebut.

Jenis Ijarah

Dalam penerapannya, ijarah digolongkan ke dalam beberapa jenis. Dijelaskan dalam buku Hukum Ekonomi Syariah dan Fiqh Muamalah di Lembaga Keuangan dan Bisnis Kontemporer oleh Andri Soemitra, berikut jenis-jenis ijarah:

1. A'mal atau Asykhas

Jenis ijarah a'mal adalah akad sewa atas jasa atau pekerjaan seseorang. Dalam hal ini, ijarah yang digunakan untuk memperoleh jasa dari seseorang dengan membayar upah atas jasa yang diperoleh.

Sedikit informasi, pengguna jasa disebut mutajir dan pekerja disebut ajir. Sementara upah yang diberikan disebut sebagai ujrah (fee).

2. Ayn (muthlaqah) atau ala al-a'yan

Ayn (muthlaqah) atau ala al-a'yan adalah akat sewa atas manfaat barang. Ijarah yang digunakan dalam jenis ini untuk penyewaan aset dengan tujuan untuk mengambil manfaat dari aset.

Objek sewa pada ijarah Ayn (muthlaqah) adalah barang, jadi tidak ada klausul yang memberikan pilihan kepada penyewa untuk membeli aset selama masa sewa atau pada saat akhir masa sewa.

3. Muntahiya bitttamlik

Muntahiya bitttamlik adalah transaksi sewa menyewa antara pemilik objek sewa dengan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas objek sewa yang disewakan. Dalam hal ini, opsi perpindahan hak milik objek sewa dapat dilakukan dengan jual beli atau pemberian (hibah) pada saat tertentu sesuai dengan akad.

Jenis ijarah yang satu ini juga bisa didefiniskan sebagai akad ijarah atas manfaat barang yang disertai dengan janji pemindahan hak milik atas barang sewa kepada penyewa, apabila sudah selesai atau diakhirinya akad ijarah.

4. Ijarah Maushufah fi al-dzimmah

Jenis ijarah ini merupakan akad ijarah atas manfaat suatu barang (manfaat 'ayn) dan/atau jasa ('amal) yang pada saat dilakukan akad hanya disebutkan sifat-sifat dan spesifikasinya (kuantitas dan kualitas).

5. Ijarah Tasyghiliyyah

Ijarah tasyghiliyyah adalah akad ijarah atas manfaat barang yang tidak disertai dengan janji pemindahan hak milik atas barang sewa kepada penyewa.

Rukun dan Syarat Ijarah

Perlu diketahui, ada sejumlah rukun dan syarat dari ijarah. Dijelaskan dalam buku Hukum Ekonomi Syariah dan Fiqh Muamalah di Lembaga Keuangan dan Bisnis Kontemporer oleh Andri Soemitra, berikut rukun dan syarat ijarah.

1. Rukun Ijarah

Seperti yang dijelaskan dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional No: 09/DSN-MUI/IV/2000 tentang Pembiayaan Ijarah, berikut sejumlah rukun ijarah:

  • Ada pernyataan ijab qabul (shigat) atau pernyataan sewa dari kedua pihak
  • Ada pihak yang melakukan akad, terdiri dari pemberi sewa (pemilik aset) dan penyewa (pengguna aset)
  • Manfaat dari aset yang disewakan dalam ijarah harus dijamin oleh pihak yang menyewakan, lalu pihak penyewa wajib menggantinya dengan pemberian upah (ujrah)

2. Syarat Ijarah

Terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan akad ijarah. Apa saja syaratnya? Simak di bawah ini:

  • Baligh, berakal cerdas, memiliki kecakapan untuk melakukan tasharruf atau mengendalikan harta. Tidak sah akad ijarah dilakukan apa bila pihak penyewa adalah anak di bawah umur dan mengalami gangguan jiwa
  • Pihak yang berakad memiliki kekuasaan untuk melaksanakan akad, di mana penyewa memiliki kemampuan membayar sewa dan pihak yang menyewakan berhak menyewakan objek sewa
  • Adanya saling rela. Tidak sah akad sewa yang dipaksakan
  • Kedua belah pihak mengetahui manfaat barang yang disewa dan untuk apa disewakan
  • Imbalan sewa atau upah harus jelas, tertentu, dan bernilai. Tidak boleh sejenis dengan barang manfaat dari ijarah

Contoh Ijarah

Setelah memahami pengertian tentang ijarah beserta rukun dan syaratnya, mari kita lihat contoh ijarah dalam hal transaksi sewa-menyewa. Simak contoh ijarah di bawah ini.

Misalnya, Adam tengah mencari mobil pikap untuk kebutuhan operasional bisnisnya. Lalu, ia akhirnya bertemu dengan salah satu pihak yang menyewakan mobil pikap. Dengan cepat Adam langsung menghubungi pihak penyewa untuk melihat kondisi mobil pikap yang akan digunakan.

Usai mengecek kondisinya, Adam akhirnya setuju menyewa mobil pikap tersebut selama satu tahun. Maka dibuatlah kesepakatan antara kedua belah pihak, yakni Adam selaku penyewa dan pihak yang memberi sewa mobil pikap.

Setelah keduanya sepakat soal biaya sewa, maka Adam berhak mendapatkan mobil pikap yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional usahanya. Sementara itu, dari pihak yang menyewakan mobil pikap memperoleh manfaat melalui upah sewa yang dibayarkan oleh adam selama satu tahun.

Nah itu dia detikers penjelasan mengenai ijarah beserta landasan hukum, contoh, rukun dan syarat, serta jenis-jenisnya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers dalam memahami ijarah dan landasan hukumnya sesuai ajaran agama Islam.



Simak Video "Meraup Jutaan Rupiah dari Budidaya Anggrek"
[Gambas:Video 20detik]
(ilf/row)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT