Inilah Contoh Kegiatan Produksi, Distribusi, dan Konsumsi

ADVERTISEMENT

Inilah Contoh Kegiatan Produksi, Distribusi, dan Konsumsi

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Rabu, 19 Okt 2022 12:09 WIB
Ilustrasi produksi, distribusi, dan konsumsi,
Foto: Dan Burton/Unsplash
Jakarta -

Penting bagi kita untuk mengetahui apa saja contoh kegiatan produksi, distribusi hingga konsumsi. Manusia senantiasa memiliki kebutuhan hidup yang beraneka ragam, untuk itu munculah kegiatan ekonomi.

Produksi, distribusi, dan konsumsi merupakan bentuk dari kegiatan ekonomi. Mengutip situs belajar ditsmp.kemdikbud.go.id, kegiatan ekonomi yaitu kegiatan yang dilakukan manusia dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Salah satu contoh kegiatan produksi adalah pabrik tahu yang memproduksi tahu untuk dikonsumsi. Ada juga industri tekstil yang memproses serat menjadi benang hingga menghasilkan kain, dan masih banyak lagi.

Dalam artikel ini kita akan membahas tentang apa saja yang termasuk contoh produksi, distribusi dan konsumsi. Simak penjelasannya di bawah ini yuk!

Contoh Kegiatan Produksi

Dikutip dari modul Ekonomi Kemdikbud Kelas X oleh Cucu Risa Asmarani, M.Pd, kegiatan produksi adalah kegiatan untuk menciptakan ataupun menambah nilai kegunaan suatu barang/jasa, untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pihak yang melakukan kegiatan produksi disebut produsen.

Beberapa tujuan produksi antara lain untuk:

  • Memenuhi permintaan dan kebutuhan barang/jasa
  • Mencari keuntungan
  • Memperbanyak jumlah barang/jasa
  • Menjaga kelangsungan hidup perusahaan
  • Memenuhi pasar dalam negeri dan pasar internasional.

Faktor-faktor produksi antara lain, tenaga kerja atau sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA), mesin (teknologi), serta modal. Pabrik baju menjahit kain untuk menghasilkan aneka model baju termasuk contoh kegiatan produksi.

Proses produksi terbagi menjadi 2, yaitu proses produksi terus menerus (continuous processes) yang dilakukan jika dalam perusahaan terdapat urutan-urutan yang pasti. Misalnya dari tahap pengelolaan bahan mentah sampai proses produksi akhir menjadi barang jadi.

Sementara, proses produksi terputus-putus (intermittent processes) merupakan proses yang tidak memiliki pola yang pasti. Proses produksi bisa dari bahan baku, menjadi bahan setengah jadi, maupun sampai dengan menjadi produk akhir.

Contoh kegiatan produksi adalah sebagai berikut:

  • Perajin batik yang membuat batik tulis untuk menghasilkan kain batik.
  • Perusahaan memproduksi bahan suku cadang untuk kendaraan bermotor
  • Pengelolaan bahan baku kayu untuk menghasilkan berbagai macam furniture
  • Pabrik memproduksi masker
  • Produksi jasa, tukang cukur rambut memotong rambut pelanggannya
  • Petani menanam dan mengelola tanaman padi di sawah untuk menghasilkan padi.

Contoh Kegiatan Distribusi

Distribusi merupakan kegiatan ekonomi yang menjembatani kegiatan produksi dan konsumsi. Pelaku kegiatan distribusi disebut distributor.

Kegiatan distribusi ini akan membantu barang yang dihasilkan produsen agar bisa sampai ke tangan konsumen. Proses distribusi akan melibatkan berbagai pihak, yakni produsen, distributor maupun pedagang.

Tujuan distribusi antara lain:

  • Menyampaikan dan menyalurkan barang/jasa dari produsen ke konsumen
  • Mempercepat sampainya hasil produksi ke tangan konsumen
  • Membantu tercapainya pemerataan produksi
  • Meningkatkan kualitas serta menjaga kuantitas produksi.

Dalam Modul Pembelajaran IPS Calon Guru PPPK Kemdikbud, disebutkan bahwa kegiatan distribusi bisa dilakukan dengan tiga cara, yaitu:

1. Distribusi Langsung

Dalam distribusi langsung, hasil produksi bisa langsung disalurkan ke tangan konsumen (tanpa melalui suatu perantara). Contohnya, penjual bubur ayam menjual buburnya kepada konsumen dengan cara berkeliling.

2. Distribusi Tidak Langsung

Dalam distribusi tidak langsung, hasil produksi bisa disalurkan ke tangan konsumen dengan menggunakan sebuah perantara. Misalnya, dengan menggunakan agen, pedagang besar, maupun pedagang eceran.

3. Distribusi Semi Langsung

Kegiatan distribusi semi langsung menggunakan saluran distribusi untuk penyampaian barangnya. Tetapi, saluran distribusinya masih menjadi bagian dari produsen tersebut.

Contoh kegiatan distribusi:

  • Penjual mie ayam menjual langsung dagangannya kepada konsumen, dengan berkeliling ke jalan dan sekitar komplek perumahan
  • Warteg yang menjual makanan dan minuman di suatu desa
  • Pabrik baju menjual hasil produksi bajunya dengan menggunakan pedagang eceran
  • Suatu pabrik Indonesia mengekspor kayu ke negara China dan Singapura dengan menggunakan agen tertentu.

Contoh Kegiatan Konsumsi

Konsumsi artinya kegiatan dalam menggunakan atau memanfaatkan nilai guna suatu barang/jasa. Pelaku kegiatan konsumsi disebut konsumen.

Faktor yang mempengaruhi konsumsi terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi pendapatan, pola hidup, usia dan jenis kelamin serta selera. Sedangkan, faktor eksternal yang mempengaruhi konsumsi adalah lingkungan, harga, dan kebudayaan.

Tujuan konsumsi antara lain untuk:

  • Mengurangi nilai guna barang/jasa secara bertahap
  • Menghabiskan nilai guna barang dengan sekaligus
  • Memuaskan dan memenuhi kebutuhan, baik secara fisik maupun rohani.

Contoh kegiatan konsumsi dalam kehidupan sehari-hari yaitu memakai baju dan celana, makan dan minum, dan masih banyak lagi. Sejatinya, konsumsi atas berbagai barang/jasa juga akan dipengaruhi oleh perkembangan hidup sebuah masyarakat.

Contoh kegiatan konsumsi:

  • Penggunaan listrik untuk menyalakan lampu dan alat elektronik
  • Mengendarai kendaraan untuk bepergian
  • Makan nasi dengan lauknya
  • Memasak sayur untuk dimakan
  • Menonton film di bioskop atau menonton video di YouTube.

Itu dia penjelasan tentang contoh kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi dalam kegiatan ekonomi. Semoga informasi tadi bisa menambah pengetahuan detikers ya!



Simak Video "Ngobrol Pintar Brilianpreneur 2022 Episode 4"
[Gambas:Video 20detik]
(khq/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT