Modal Usaha Toko Kelontong Kecil-kecilan dan Tips Mengelolanya

ADVERTISEMENT

Modal Usaha Toko Kelontong Kecil-kecilan dan Tips Mengelolanya

Rully Desthian Pahlephi - detikFinance
Rabu, 19 Okt 2022 16:53 WIB
Seorang wanita membeli roti di toko kelontong, Kalfat, Cankiri, Turki.
Foto ilustrasi: Getty Images/Burak Kara
Jakarta -

Membuka usaha toko kelontong kecil-kecilan bisa digunakan sebagai ide dalam membangun bisnis. Meski kini sudah banyak toko retail modern atau supermarket, tetapi keberadaan toko kelontong masih dibutuhkan di tengah-tengah masyarakat.

Toko kelontong hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menyediakan kebutuhan dasar masyarakat. Dikutip dari buku berjudul Kewirausahaan yang ditulis oleh Suharyadi, toko kelontong adalah usaha yang menjual kebutuhan sehari, seperti beras, telur, minyak goreng, gula, garam, sayur, dan lain sebagainya.

Usaha di bidang ini terbilang menjanjikan karena permintaan di masyarakat selalu tinggi. Oleh karena itu, kamu bisa menjadikan toko kelontong kecil-kecilan di rumah untuk menjadi ide usaha.

Toko kelontong termasuk ke dalam golongan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Seperti yang kita ketahui, UMKM merupakan penggerak roda perekonomian Indonesia dan toko kelontong pun memainkan peranannya di situ.

Dari waktu ke waktu, peminat toko kelontong tetap bertahan dan memilih untuk berbelanja di sana. Toko kelontong biasanya memberikan harga yang murah dan memberikan kenyamanan kepada pembeli karena bisa berinteraksi akrab dengan penjual.

Modal Usaha Toko Kelontong

Modal merupakan suatu hal yang tidak dipisahkan dalam kegiatan usaha. Sebagian besar jenis usaha pasti membutuhkan modal supaya usaha bisa berjalan, termasuk dalam jenis usaha toko kelontong.

Toko kelontong perlu dibangun dengan sejumlah modal. Untuk mengetahui gambaran modal yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha ini, berikut adalah penjelasannya.

1. Peralatan yang Wajib Ada

  • Etalase kaca harga Rp 1,5 juta - Rp 2,5 juta
  • Meja kayu ukuran sedang harga Rp 300 ribu - Rp 600 ribu
  • Rak ukuran besar Rp 800 ribu - Rp 1,5 juta
  • Laci kasir harga Rp 200 ribu - Rp 300 ribu
  • Kalkulator digital harga Rp 40 ribu - Rp 70 ribu
  • Timbangan kecil harga Rp 250 ribu - Rp 300 ribu

Daftar peralatan di atas merupakan alat-alat yang harus dimiliki untuk membuka usaha toko kelontong kecil-kecilan. Dari daftar di atas, maka modal yang dibutuhkan untuk mendapatkan peralatan tersebut berada di kisaran Rp 3.090.000 - Rp 5.270.000.

2. Produk yang Wajib Ada

  • Beras 50 kg harga Rp 500 ribu - Rp 600 ribu
  • Minyak goreng 2 liter karton isi 12 harga Rp 150 ribu - Rp 200 ribu
  • Gula pasir 20 kg harga Rp 200 ribu - Rp 300 ribu
  • Mie instan 10 box harga Rp 350 ribu - Rp 400 ribu
  • Tepung terigu 10 kg harga Rp 80 ribu - Rp 120 ribu
  • Telur 1 peti harga Rp 350 ribu - Rp 400 ribu

Daftar barang di atas merupakan barang pokok yang wajib ada dalam sebuah toko kelontong. Dari daftar di atas, maka modal yang dibutuhkan untuk menyediakan barang-barang tersebut berada di kisaran Rp 1.630.000 - Rp 2.020.000.

3. Produk Opsional

  • Gas elpiji 3 kg atau 12 kg
  • Bumbu dapur seperti bawang putih, bawang merah, jahe, ketumbar, merica, dan lain-lain.
  • Makanan dan minuman ringan
  • Produk frozen food
  • Rokok

Barang-barang di atas merupakan barang opsional untuk dijual di dalam toko kelontong yang akan menambah variasi pilihan produk bagi pelanggan. Dengan menambah produk-produk tersebut, mungkin kamu membutuhkan penambahan modal sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

Dari berbagai penjelasan di atas, maka bisa diketahui bahwa modal yang dibutuhkan untuk membuka usaha toko kelontong kecil-kecilan adalah Rp 6.720.000 - Rp 10.290.000

Tips Kelola Toko Kelontong

Setiap bisnis yang sukses pasti memiliki cara pengelolaan bisnis yang baik. Maka dari itu, kamu juga perlu mengelola toko kelontong dengan baik. Berikut ini adalah tips untuk mengelola toko kelontong.

1. Menentukan Lokasi Usaha

Lokasi akan sangat berpengaruh dalam keberhasilan usaha toko kelontong kecil-kecilan.Usaha jenis ini sangat cocok untuk dijalankan di daerah perumahan atau daerah yang memiliki banyak penduduk.

Jika kamu memiliki rumah di area tersebut, maka kamu bisa membuka usaha toko kelontong kecil-kecilan di rumahmu. Dengan begitu, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya sewa tempat.

2. Melakukan Riset Pasar

Hal ini juga sangat penting dilakukan dalam pengelolaan toko kelontong kecil-kecilan. Riset pasar akan memungkinkan kamu untuk mengetahui barang apa yang paling dibutuhkan oleh masyarakat di sekitar toko.

Jika kamu mengetahui hal tersebut, maka kamu akan memaksimalkan penjualan. Hal ini tentu akan berdampak pada keuntungan yang akan semakin besar.

3. Bekerja Sama dengan Supplier

Ketika kamu menjalankan bisnis, maka supplier juga menjadi hal yang wajib untuk diperhatikan. Carilah supplier yang bisa dipercaya dan menawarkan harga yang lebih rendah agar pasokan barang di tokomu tetap terjaga dan bisa meningkatkan efisiensi pengeluaran.

4. Memberikan Pelayanan Terbaik

Pelanggan tentu akan senang dengan pelayanan yang baik sehingga membuat mereka selalu berkunjung ke toko. Dengan fakta tersebut, maka kamu juga perlu untuk memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pelanggan yang datang ke toko kelontong yang kamu miliki.

5. Pembukuan

Hal yang juga penting dalam kesuksesan suatu bisnis adalah pembukuan. Hal ini bertujuan untuk mencatat segala aktivitas yang terjadi sehingga kamu akan dengan mudah melacak jejak keuangan.

Nah, demikianlah penjelasan mengenai toko kelontong kecil-kecilan, mulai dari perkiraan modal hingga tips mengelolanya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu untuk menjalankan usaha ini.



Simak Video "Hutama Karya Kembangkan Kompos dari Maggot di JTTS"
[Gambas:Video 20detik]
(khq/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT