Mengenal Pengertian Devaluasi, Penyebab, Jenis, dan Contohnya

ADVERTISEMENT

Mengenal Pengertian Devaluasi, Penyebab, Jenis, dan Contohnya

Bayu Ardi Isnanto - detikFinance
Rabu, 19 Okt 2022 21:33 WIB
Ilustrasi devaluasi.
Foto: Mufid Majnun/Unsplash
Jakarta -

Setiap negara tentu ingin agar nilai mata uangnya kuat. Namun dalam kondisi tertentu, pemerintah terpaksa harus menurunkan nilai mata uangnya atau yang disebut devaluasi.

Apa sih arti dari devaluasi? Lalu mengapa bisa terjadi devaluasi? Simak ulasan di bawah ini.

Pengertian Devaluasi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata devaluasi berarti penurunan nilai uang yang dilakukan dengan sengaja terhadap uang luar negeri atau terhadap emas.

Dalam penelitian di laman Universitas Diponegoro, dijelaskan bahwa devaluasi adalah kebijakan yang diambil pemerintah untuk menurunkan nilai mata uang dalam negeri terhadap nilai mata uang asing, agar jumlah ekspor ke luar negeri meningkat dan membatasi jumlah impor, sehingga menambah devisa negara.

Sementara dari situs bank swasta, devaluasi diartikan sebagai bentuk kebijakan pemerintah untuk memperbaiki ekonomi negara dengan cara menurunkan nilai mata uang yang kemudian berdampak pada nilai tukar mata uang asing.

Tujuan Devaluasi

Melalui langkah penurunan nilai mata uang, maka komoditas ekspor menjadi murah jika dilihat dari kurs mata uang asing. Dengan demikian, diharapkan dapat merangsang ekspor dan mengurangi permintaan akan impor.

Kebijakan devaluasi pernah dilakukan pemerintah di era Presiden Soeharto, antara lain tahun 1986. Dilansir dari penelitian Universitas Diponegoro, pemerintah saat itu menginginkan perbaikan kondisi dalam neraca pembayaran.

Perbaikan ekonomi terjadi seiring dengan daya saing komoditas ekspor yang semakin meningkat. Sementara impor menjadi semakin mahal, sehingga masyarakat menggunakan produk domestik.

Secara garis besar, ada empat tujuan dilakukannya devaluasi:

  • Merangsang dan meningkatkan ekspor negara.
  • Menurunkan konsumsi produk impor dan mengalihkan ke produk dalam negeri.
  • Memperbaiki balance of payment (BOP) negara.
  • Memperbaiki struktur ekonomi dan memperkuat perekonomian negara.

Penyebab Devaluasi

Lalu apa saja faktor penyebab diambilnya langkah devaluasi? Dari laman Corporate Finance Institute, dijelaskan ada beberapa penyebab, yakni:

1. Defisit Perdagangan Internasional

Penyebab utama pemerintah mengambil kebijakan devaluasi ialah karena terjadi defisit perdagangan internasional. Hal ini terjadi karena impor barang lebih besar daripada ekspor. Dengan dilakukan devaluasi diharapkan neraca perdagangan menjadi normal kembali.

2. Ekspor yang Lesu

Defisit perdagangan terjadi karena ekspor yang sedikit. Minimnya ekspor terjadi bisa karena tingginya nilai mata uang negara dibandingkan mata uang asing.

Dengan melakukan devaluasi, harga barang ekspor menjadi lebih murah di mata asing, sehingga merangsang kegiatan ekspor agar semakin meningkat.

3. Impor yang Tinggi

Demikian sebaliknya, defisit perdagangan terjadi karena impor yang terlalu tinggi. Impor yang tinggi kemungkinan terjadi karena kualitas barang impor lebih baik atau lebih murah.

Dengan dilakukannya devaluasi, maka harga barang impor semakin tinggi di mata warga lokal. Hal ini merangsang masyarakat beralih ke produk dalam negeri, sehingga impor menjadi berkurang.

4. Biaya Utang Terlalu Tinggi

Jika pemerintah memiliki utang negara yang menghambat perekonomian, devaluasi bisa dilakukan untuk mengurangi nilai mata uang. Misalnya pemerintah harus membayar utang 2 dolar tiap bulans sebagai bunga atas utangnya saat ini. Jika mata uang didevaluasi setengahnya, maka pembayaran bunga hanya sebesar 1 dolar.

5. Jumlah Pengangguran Tinggi

Lesunya perekonomian membuat lapangan pekerjaan berkurang dan bisa meningkatkan jumlah pengangguran di suatu negara. Pemerintah dapat melakukan devaluasi guna memperbaiki ekonomi negara.

Jenis Devaluasi

Dikutip dari The Financial Benefit, devaluasi dibagi menjadi beberapa jenis berbeda berdasarkan temponya.

1. Devaluasi Halus

Devaluasi halus yakni berdampak pada depresiasi hingga 5 persen per tahun. Devaluasi ini hampir tidak berpengaruh pada perekonomian karena nilainya tidak melebihi fluktuasi nilai tukar rata-rata.

2. Devaluasi Sedang

Devaluasi sedang yakni berdampak pada depresiasi antara 5-15 persen per tahun. Devaluasi ini merangsang ekspor karena harga produk dalam mata uang asing berkurang.

3. Devaluasi Cepat

Devaluasi cepat yakni berdampak pada depresiasi antara 15-25 persen per tahun. Devaluasi ini merangsang ekspor, tetapi konsumen domestik mulai merasakan peningkatan nilai impor yang signifikan.

Depresiasi yang cepat dapat berdampak baik untuk negara-negara dengan neraca perdagangan positif. Karena dalam hal ini, keuntungan dari peningkatan ekspor menutupi kerugian dari kenaikan biaya impor.

4. Devaluasi Terus-menerus
Devaluasi terus-menerus yakni berdampak pada depresiasi lebih dari 25 persen per tahun. Devaluasi jenis ini bisa merusak perekonomian nasional dan merupakan salah satu faktor krisis ekonomi.

Di sisi lain, situasi seperti itu bisa mengurangi permintaan efektif untuk impor, karena impor menjadi lebih mahal dengan sangat cepat. Devaluasi terus-menerus juga memiliki dampak buruk yang signifikan pada sistem perbankan nasional dan mendevaluasi tabungan bisnis dan individu dalam mata uang nasional.

Contoh Devaluasi

Indonesia telah mengalami beberapa kali kebijakan devaluasi. Kebijakan itu pernah diambil di masa Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto.

1. Tahun 1950

Pada tahun awal kemerdekaan tersebut, diambil kebijakan devaluasi yang dikenal dengan sebutan 'Gunting Syafrudin'. Devaluasi dilakukan dengan cara menggunting uang kertas Oeang Republik Indonesia (ORI) bernilai 5 rupiah ke atas dan menukarkan dengan nilai uang setengahnya.

2. Tahun 1971

Kebijakan devaluasi diambil saat itu karena Amerika Serikat menghentikan pertukaran dolar dengan emas.

3. Tahun 1978

Devaluasi dilakukan pemerintah di tahun 1978 akibat penurunan penjualan minyak bumi. Akibatnya, negara mengalami defisit perdagangan.

4. Tahun 1986

Kebijakan ini diambil karena banyak faktor, terutama karena harga minyak bumi yang terus merosot. Setelah dilakukan devaluasi, pemerintah berhasil menggenjot ekspor nonmigas dan meningkatkan devisa negara.

Demikian tadi penjelasan lengkap mengenai definisi devaluasi beserta faktor penyebab, tujuan, jenis dan contohnya. Semoga bermanfaat, ya!



Simak Video "Hutama Karya Kembangkan Kompos dari Maggot di JTTS"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT